Kategori: Bisnis

Mobil Terlaris Awal 2021: Toyota-Daihatsu Tetap Juara, Mitsubishi Honda Bersaing Ketat


Solopos.com/Dionisio Damara

 

Solopos.com, JAKARTA – Daftar merek mobil terlaris di Indonesia sepanjang kuartal I/2021 masih menempatkan Toyota sebagai jawara. Adapun persaingan ketat justru terjadi di posisi ketiga, yang mempertemukan Honda dengan Mitsubishi.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat total penjualan ritel roda empat atau lebih sepanjang tiga bulan pertama 2021 mencapai 178.450 unit, turun 18,7% dibandingkan kuartal I/2020.

Wholesales atau penjualan dari pabrik ke dealer sepanjang Januari – Maret 2021 meraih 187.021 unit, melemah 21,1% jika dikomparasikan dengan kuartal pertama 2020 yang membukukan 236.890 unit.

Berikut data penjualan wholesales roda empat atau lebih kuartal I/2021 – 187.021 unit
1. Toyota – 57.435 unit (30,7%)
2. Daihatsu – 35.175 unit (18,8%)
3. Honda – 25.393 unit (13,6%)
4. Mitsubishi Motors 21.754 unit (11,6%)
5. Suzuki – 19.669 unit (10,5%)
6. Mitsubishi Fuso – 8.009 unit (4,3%)
7. Isuzu – 5.948 unit (3,2%)
8. Hino – 4.391 unit (2,3%)
9. Wuling – 3.680 unit (2%)
10. Mazda – 998 unit (0,5%)

Sumber: Gaikindo dilansir Bisnis.com.

Dari total penjualan nasional tersebut, PT Toyota Astra Motor mengisi daftar puncak merek terlaris dengan total penjualan ritel 54.274 unit, sementara wholesales 57.435 unit. Raihan ini membuat Toyota menguasai pasar otomotif nasional dengan pangsa 30%.

Baca Juga: Harga Bitcoin Bisa Tembus hingga Rp5,8 Miliar, Investor Makin Tergiur

Posisi kedua terdapat PT Astra Daihatsu Motor yang sepanjang tiga bulan pertama 2021 membukukan total penjualan ritel 30.310 unit dan 35.175 unit wholesales. Capaian ini membuat Daihatsu membukukan pangsa pasar ritel 17% dan wholesales 18,8%.

Retail sales Daihatsu selama kuartal I didominasi tiga model utama, yaitu Gran Max Pick-Up 9.268 unit, atau berkontribusi sebesar 30,6%, disusul Sigra 6.934 unit (22,9%); dan Terios sebanyak 4.491 unit (14,8%).

Sedangkan untuk wholesales, juga mengalami peningkatan dari Daihatsu untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan pasar secara tiba-tiba dikarenakan masyarakat Indonesia tengah menikmati fasilitas diskon pajak dari pemerintah. Adapun tiga model terbanyak secara berturut-turut adalah Gran Max Pick-Up 10.256 unit (29,2%), disusul Sigra 9.668 unit (27,5%); dan Ayla 5.100 unit (14,5%).

“Pasar otomotif pada Maret 2021 naik signifikan karena dampak PPnBM. Daihatsu bersyukur dapat bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan pasar mobil Indonesia. Kami berharap, tren positif ini dapat terus berlangsung,” ujar Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, dalam rilis yang diterima Solopos.com, Selasa (13/4/2021).

Persaingan sengit justru terjadi dalam perebutan posisi ketiga merek mobil terlaris di Indonesia. Pada level ini, kinerja penjualan Honda dibayang-bayangi oleh Mitsubishi Motors yang menempel ketat dengan selisih penjualan 1.750 unit.

Insentif Pajak

Gaikindo mencatat pada kuartal I/2021, Honda membukukan penjualan ritel sebanyak 23.134 unit, sedangkan Mitsubishi 21.384 unit. Ini menjadi awal yang baik bagi Mitsubishi setelah tahun lalu hanya mampu bertengger di peringkat lima merek terlaris.

Berikut data penjualan ritel roda empat atau lebih kuarta I/2021 – 178.450 unit
1. Toyota – 54.274 unit (30,4%)
2. Daihatsu – 30.310 unit (17%)
3. Honda – 23.134 unit (13%)
4. Mitsubishi Motors – 21.384 unit (12%)
5. Suzuki – 19.503 unit (10,9%)
6. Mitsubishi Fuso – 7.247 unit (4,1%)
7. Isuzu – 5.825 unit (3,3%)
8. Hino – 4.340 unit (2,4%)
9. Wuling – 3.649 unit (2%)
10. Nissan – 3.170 unit (1,8%)

Sumber: Gaikindo dilansir Bisnis.com

Dengan raihan itu, Honda masih bertahan di posisi ketiga dengan penguasaan pasar mencapai 13%, sedangkan Mitsubishi meraih pangsa 12%. Posisi kelima merek mobil terlaris dihuni oleh Suzuki, yang tahun lalu menduduki peringkat keempat. Pada kuartal I/2021 ini, Suzuki membukukan penjualan ritel 19.503 unit dengan pangsa pasar 10,9%.

Sementara itu, geser menggeser model low sport utility vehicle (LSUV) Toyota Rush menggeser mobil multiguna Avanza dari daftar mobil terlaris PT Toyota Astra Motor sepanjang Maret 2021, ketika insentif pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM mulai diterapkan.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandi mengatakan kinerja penjualan pada bulan lalu ditopang oleh mobil yang mendapatkan insentif PPnBM, di antaranya Toyota Rush dan Avanza.

Baca Juga: IIMS 2021 Digelar, Presiden Sebut Ini Bukti Indonesia Siap Gelar MotoGP

“Retail sales Toyota Rush tercatat 8.071 unit, Avanza 7.625 unit, Calya 2.880 unit, Innova 2.434 unit, Agya 1.672 unit, Fortuner 1.129 unit, dan Yaris 1.128 unit,” ujar Anton saat dihubungi Bisnis, Selasa (13/4/2021).

Kinerja penjualan TAM meningkat signifikan sepanjang Maret 2021 atau ketika pemerintah mulai menggulirkan insentif PPnBM untuk mobil tertentu.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan Toyota sepanjang Maret 2021 mencapai 26.445 unit. Volume ini naik 110 persen atau memiliki selisih 13.908 unit, jika disandingkan dengan penjualan ritel Februari yang membukukan 12.537 unit penjualan.

Sementara itu, penjualan dari pabrik ke dealer atau wholesales Toyota juga mengalami peningkatan. Pada Maret, perusahaan yang baru merayakan 50 tahun kehadirannya di Indonesia ini membukukan wholesales sebanyak 26.258 unit.

Apabila dibandingkan dengan wholesales pada Februari yang meraih 15.144 unit, pencapaian jualan Toyota pada bulan Maret naik hingga 73,38%. Dengan demikian, Toyota saat ini mendominasi pasar roda empat di Indonesia dengan pangsa pasar wholesales sebesar 30,7% dan 30,4% untuk pangsa ritel.

Gaikindo mencatat capaian Toyota menjadi yang tertinggi jika dibandingkan merek lain. Daihatsu, semisal, mencatatkan penjualan ritel 12.368 unit. Jumlah ini memiliki selisih sebesar 3.954 unit dibandingkan penjualan Februari yang tercatat 8.414 unit.

Demikian pula dengan merek lain, seperti Honda, Mitsubishi, Motors, dan Suzuki. Ketiga merek ini tercatat meningkatkan penjualan di kisaran 3.000 hingga 4.000 unit dibandingkan penjualan Februari.

Baca Juga: Tak Keberatan Didakwa Terima Suap Rp25,7 Miliar, Edhy Prabowo Mengaku Tak Bersalah

Pemerintah secara resmi menghapus PPnBM pada 1 Maret 2021. Aturan yang berdampak pada penurunan harga mobil ini akan berlaku hingga Mei 2021. Selanjutnya, insentif tersebut akan direlaksasi secara bertahap.

Pada Juni – Agustus pemerintah akan menanggung 50% PPnBM dan September – November 25 persen. Insentif ini berlaku untuk kendaraan penumpang 4x2, 1.500 cc ke bawah, dan diproduksi di Indonesia dengan kandungan lokal 70%.

Untuk kendaraan 1.500 cc, Toyota memasukkan Avanza, Rush, Sienta, Yaris, dan Vios ke dalam daftar penerima insentif PPnBM. Total ada 21 model yang mendapatkan relaksasi pajak.

Share
Dipublikasikan oleh
Hijriyah Al Wakhidah