Mitos Pacaran di Tawangmangu Karanganyar Bikin Putus, Masih Percaya?

Terdapat mitos yang menyebutkan bagi pasangan kekasih pacaran di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, katanya bisa putus. Masih percaya?

 Arus lalu lintas di jalan raya Tawangmangu-Magetan tepatnya di depan Pasar Wisata Tawangmangu lengah pada hari pertama Jateng di Rumah Saja, Sabtu (6/2/2021) pukul 11.30 WIB. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Arus lalu lintas di jalan raya Tawangmangu-Magetan tepatnya di depan Pasar Wisata Tawangmangu lengah pada hari pertama Jateng di Rumah Saja, Sabtu (6/2/2021) pukul 11.30 WIB. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR — Mitos pacaran di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, bisa bikin putus bukan kabar baru lagi bagi wisatawan, khususnya yang berasal dari Solo dan sekitarnya.

Mitos ini berkembang luas di masyarakat meskipun hanya sebuah kepercayaan saja yang belum terbukti kebenarannya.

Baca Juga:  Amalan yang Dibaca pada Malam Jumat, Jangan Sampai Keliru!

Terdapat banyak tempat wisata menarik di Tawangmangu, akan tetapi mitos pacaran bikin putus ini paling kental di Wisata Grojogan Sewu.

Konon katanya, seseorang yang berkunjung ke wisata air terjun ini bersama kekasihnya tanpa ada ikatan pernikahan dan berjalan menyebrangi jembatan yang bernama Kreteg Pegat, maka hubungannya tidak akan sampai ke jenjang pernikahan. Kreteg Pegat dalam bahasa Indonesia sendiri memiliki arti jembatan pemisah.

Baca Juga:  Tidak Semua Ibu Hamil Bisa Divaksinasi Covid, Ini Syaratnya

Jembatan ini berada di atas aliran sungai kecil yang menghubungkan pintu masuk 1 dan 2 di kawasan wisata ini.

Bukan hanya Grojogan Sewu, Tawangmangu, ke arah timur sekitar 20 menit, terdapat wisata Telaga Sarangan yang berlokasi di Magetan, Jawa Timur juga ada mitos serupa.

Baca Juga: Digugat Cerai Suami, Unggahan Tyas Mirasih di Instagram Jadi Sorotan

Terdapat sebuah legenda rakyat terkait telaga ini, yakni adanya penunggu Telaga Sarangan berupa dua ekor naga yang diyakini merupakan jelmaan dua tokoh cerita rakyat, Kyai dan Nyai Pasir.

Menurut cerita, mereka berubah jadi naga karena memakan sebutir telur di sebuah pancuran air yang kini menjadi Telaga Sarangan.

Baca Juga: Ini Ada Kisi-kisi Terlengkap SKD CPNS 2021, Jangan Bilang-bilang ya!

Dan dari mitos tersebut berkembang di masyarakat yang menyebutkan sepasang kekasih berpacaran di lokasi ini bisa gagal menikah atau bersatu menjadi suami istri.

Kata Netizen Soal Mitos Pacaran di Tawangmangu Bikin Putus

Baru-baru ini beredar sebuah video singkat yang menyebutkan soal mitos pacaran di Tawangmangu yang bikin putus.

Video tersebut diunggah oleh pengelola akun Instagram @infocegatansukoharjo.

Baca Juga: Deretan Lulusan UNS Solo yang Jadi Publik Figur, Nomor 3 Terkenal Banget

Mitos Tawangmangu, kalo bawa pacar/temen cewe atau cowo kalo gak jodoh abis main dari sini pasti putus. Kalau gk ghosting pasti jadi jauh,” bunyi keterangan dalam video tersebut dengan latar jalan di sekitar Tawangmangu.

Netizen juga ramai mengomentar video singkat tersebut. salah satu netizen mengaku setelah pacaran di Tawangmangu bukannya bikin putus malah menikah.

Baca Juga: Profil Glenca Chysara, Pemeran Elsa di Ikatan Cinta yang Ternyata Mantan Personel JKT48

Alhamdulillah malah dadi bojone min,” tulis netizen tersebut.

Kisah serupa juga dialami dua netizen ini. “Kui kanggo sek terlalu mempercayai min, bolabali yen minggu rono Alhamdulillah ga enek opo” min,” ujar netizen bersangkutan.

Baca Juga: Pelatih Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Ternyata Wong Asli Solo, Ini Sosoknya

Mitos,Alhamdulillah aq malah dadi jodohku mas,” tambah netizen satu lagi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Selain Bhre-Paundra, Sosok Ini Dinilai Layak Pimpin Mangkunegaran Solo

Selain Bhre dan Paundra yang merupakan putra Mangkunagoro IX, ada sosok lain yang dianggap layak memimpin Pura Mangkunegaran Solo.

Agrowisata Desa Pasung Klaten Punya Koleksi 1.000 Lebih Tanaman Buah

Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten mengembangkan agrowisata, sejak empat tahun terakhir. Hingga sekarang, Desa Pasung telah memiliki lebih dari 1.000 tanaman buah.

Ngeri! Ratusan Sarang Tawon Vespa Diamankan Damkar Wonogiri

Ratusan sarang tawon vespa di Wonogiri telah dievakuasi anggota damkar dalam kurun waktu Januari hingga September 2021.

Solo Tuan Rumah Liga 2, Ini Pesan Gibran untuk Suporter

Pasoepati dan warga Solo, diminta menjadi tuan rumah yang baik terkait penyelenggaraan pertandingan Grup C Liga 2 tahun 2021 di Stadion Manahan.

Bupati Wonogiri Beri Sinyal Siswa Boleh Naik Angkot Saat PTM

Saat pembelajaran tatap muka (PTM) nanti berlangsung, siswa di Wonogiri akan diperkenankan naik transportasi umum.

Akibat Korsleting Listrik, Kandang Kambing di Sambirejo Sragen Hangus

Kebakaran menghanguskan kandang kambing milik, Pranoto, 45, warga Jatirejo RT 004, Blimbing, Sambirejo, Sragen.

Siap-Siap, Disdik Kota Solo akan Tes Covid-19 Acak di Sekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo berencana mengadakan uji swab deteksi Covid-19 secara acak (random test) terhadap warga sekolah.

Ciamik! Colomadu Dirancang Jadi Solo Baru-nya Karanganyar

Bupati Karanganyar berencana menjadikan Kecamatan Colomadu sebagai pusat industri dan perdagangan selayaknya Solo Baru.

Jos, Atlet Jateng dari UTP Solo Juara Umum Kickboxing PON Papua

Atlet kickboxing Jawa Tengah (Jateng) meraih juara umum di PON XX Papua merupakan mahasiswa UTP Solo.

Rasa Teh di Solo Ternikmat No Debat, Sepakat?

Teh ginastel di Kota Solo yang diracik dengan mengoplos berbagai merek merupakan sajian kuliner khas ternikmat, sepakat?

Melihat Bayangan Seperti Makhluk Gaib di CCTV, Warga Wonogiri Trauma

Kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) yang terpasang di rumah pengusaha properti di Wonogiri merekam bayangan hitam.

Sambil Nglarisi Bakul, Bupati Sukoharjo Sosialisasi Prokes

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memiliki cara tersendiri untuk menyosialisasikan protokol kesehatan kepada pedagang di pasar tradisional.

Jos! Vaksinasi Covid-19 di Desa Sidomulyo Boyolali Capai 75%

Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali, antusias dalam mengikuti vaksinasi Covid-19. Hal itu terbukti dengan capaian vaksinasi yang menembus angka 75%.

Kebakaran Pasar Janglot Sragen: 50 Kios Kobong, Rp4,1 Miliar Melayang

Nilai kerugian akibat kebakaran di Pasar Janglot Sragen, Jawa Tengah, Minggu (26/9/2021) diperkirakan mencapai Rp4,1 miliar.

Saingan Ketat CPNS Solo: SKD Tinggi, Diambil 3 Orang Per Formasi

Tes CPNS untuk pegawai Pemkot Solo kali ini memiliki daya saing yang sangat tinggi karena rata-rata peserta meraih nilai tinggi di atas passing grade.