Mitos Letusan Gunung Slamet, Juru Kunci: Pulau Jawa Tak Terbelah

Juru kunci menyebut mitos letusan Gunung Slamet bakal membelah Pulau Jawa tidak benar.

 Gunung Slamet Banyumas

SOLOPOS.COM - Gunung Slamet Banyumas

Solopos.com, PEMALANG — Mitos tentang letusan Gunung Slamet yang bakal membelah Pulau Jawa menjadi dua telah tersebar luas. Mitos ini dikaitkan dengan ramalan Jayabaya, seorang raja dari Kerajaan Kediri di Jawa Timur pada masa lampau.

Akan tetapi, mitos tersebut dibantah oleh salah satu juru kunci Gunung Slamet, Warsito. Warga Desa Siremeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Menurutnya, jika terjadi letusan, maka lima kabupaten di sekitar gunung, yaitu Pemalang, Tegal, Brebes, Purbalingga, dan Banyumas, akan masuk dalam jangkauan semburan debu dan awan panas. Bukan terbelah menjadi dua seperti mitos yang selama ini diyakini sebagian masyarakat.

Penjelasan Warsito tertuang dalam artikel jurnal hasil penelitian karya Nachdienda Oktavianna Ariza, Guru Sejarah SMK Mulia Bakti Purwokerto.

Artikel yang diterbitkan Jurnal Ilmiah Kependidikan pada Maret 2017 itu menyebutkan bahwa Warsito adalah keturunan juru kunci Gunung Slamet. Nenek buyutnya, Nini Mantan Sarak, adalah wanita pertama yang menjadi juru kunci gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Baca juga: Ada Kerajaan Gaib, Gunung Slamet Paling Angker di Jawa?

Dia menjadi juru kunci setelah mendapat wangsit dari nenek-nenek yang datang di mimpinya. Nenek-nenek itu diyakini sebagai nenek buyutnya, Nyai Manten Sarak.

“Hei Kulup, mbesuk yen ana wong sin pan ndaki meng Gunung Slamet tulung dideteraken. Umapa yen koe ora gelem ngeteraken ya diijine bae,” demikian pesan Nyai Manten Sarak yang disampaikan kepada Warsito lewat mimpi.

Pesan itu pun dipandang sebagai amanat untuk menjadi juru kunci Gunung Slamet. Amanat itu pun kemudian dijalani Warsito sampai saat ini.

Baca juga: Ramalan Jayabaya: 2022 Jawa Kiamat

Syarat Jadi Juru Kunci

Bukan hal mudah menjadi juru kunci. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Warsito.

Pertama, memiliki kemampuan dan pemahaman tentang legenda di Gunung Slamet dan tinggal di sekitar lereng. Kedua, disetujui oleh masyarakat melalui musyawarah.

Ketiga, diangkat dan direstui oleh juru kunci sebelumnya. Serta syarat yang paling utama adalah memiliki kesaktian dan dapat berkomunikasi langsung dengan Eyang Slamet dengan laku prihatin dan semedi.

Baca juga: Inilah Bukti Kesaktian Ramalan Jayabaya

Tugas sebagai juru kunci Gunung Slamet itu pun dijalani Warsito dengan penuh tanggung jawab. Dia senantiasa mendampingi pendaki agar selamat sampai tujuan.

gunung slamet, misteri gunung slamet, berita jateng,

Sepanjang hidup sebagai juru kunci, Warsito belajar mengenali gejala alam yang berkaitan dengan aktivitas gunung api aktif itu. Jika aktivitas gunung meningkat, dia akan mendapat petunjuk langsung dari Nyai Manten Sarak.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Blora akan Dikenalkan Sebagai Kota Barongan, Apa Itu?

      Bupati Blora Arif Rohman menyatakan Blora akan memperkenalkan kesenian barongan sebagai daya tarik wisawatan untuk berkunjung ke Blora.

      Mayat di Saluran Air Jalan Sriwijaya Semarang Diduga Korban Tabrak Lari

      Mayat laki-laki yang ditemukan di saluran air Jalan Sriwijaya atau depan Perpustakaan Daerah Jateng, Kota Semarang, diduga merupakan korban tabrak lari.

      Kasat Lantas Polres Grobogan Pindah Jadi Kapolsek di Sukoharjo

      AKP Sri Martini menjabat sebagai Kapolsek Sukoharjo di Polres Sukoharjo, untuk itu jabatan Kasat Lantas Polres Grobogan disi AKP Deni Eko Prasetyo .

      Bupati Pemalang Dikabarkan Kena OTT KPK, Ganjar: Saya Sudah Ingatkan

      Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, dikabarkan terkena operasi tangkap tangan atau OTT dari KPK saat berada di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

      Asyik! Bikin SKCK di Polres Salatiga Bisa Diantar ke Rumah

      Satintelkam Polres Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), membuat layanan antar SKCK ke rumah pemohon.

      Mayat Perempuan dalam Kardus di Demak Misterius, Ini Ciri-cirinya

      Aparat Polres Demak, Jawa Tengah (Jateng), mengaku belum mengetahui identitas mayat perempuan yang ditemukan terbungkus dalam kardus.

      DPRD Jateng Beri Target, Perbaikan Jalan Solo-Purwodadi Selesai 2023

      Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, menargetkan perbaikan ruas Jalan Solo-Purwodadi selesai pada 2023.

      Ada Luka pada Mayat di Jalan Sriwijaya Semarang, Korban Pembunuhan?

      Sosok mayat laki-laki ditemukan di saluran air yang ada di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.

      Dulu Ramai! Ini Deretan Bekas Hotel di Semarang yang Kini Angker

      Berikut deretan bangunan bekas hotel di Kota Semarang yang memberi kesan mistis dan terlihat angker serta banyak menyimpan kisah misteri.

      Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional, Megawati: Saya Setuju Banget

      Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menyebut Ratu Kalinyamat, layak mendapat gelar pahlawan nasional karena kegigihan menghadapi kolonial Portugis.

      Terungkap! Ini Identitas Mayat di Kali Jalan Sriwijaya Semarang

      Mayat laki-laki ditemukan di saluran air Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, tepatnya di depan Perpustakaan Daerah Jateng.

      Astagfirullah! 2 Pelajar SMA di Pekalongan Bercumbu di Depan Masjid

      Aksi sepasang pelajar SMA di Pekalongan yang bercumbu di depan masjid viral di media sosial.

      Alun-Alun Lama Kudus bakal Direvitalisasi, Segini Anggarannya

      Pemerintah Kabupaten Kudus berencana melakukan revitalisasi pada alun-alun lama yang saat ini menjadi Taman Menara Kudus pada akhir tahun 2022 ini.

      Dikira Boneka, 2 Bocah di Semarang Temukan Mayat di Jalan Sriwijaya

      Sosok mayat laki-laki ditemukan mengambang di saluran air atau kali di Jalan Sriwijaya, atau depan Perpustakaan Daerah Jateng, Kota Semarang.

      Pencabulan bocah 14 Tahun di Grobogan, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

      Satreskrim Polres Grobogan memeriksa sejumlah saksi dan korban dalam kasus pencabulan bocah perempuan berusia 14 tahun di Tawangharjo.