Misterius! Sungai Mungkung Sragen Tercemar Berat, Pemerintah Cari Tahu

DLH Kabupaten Sragen menyebut tingkat pencemaran di Sungai Mungkung Sragen cukup berat apabila dibandingkan dengan sungai lain di Kabupaten Sragen.

 Papan berisi imbauan untuk menjaga sungai terpasang di pinggir Sungai Swideran di Kampung Manding, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, Jumat (24/6/2022). (Espos/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Papan berisi imbauan untuk menjaga sungai terpasang di pinggir Sungai Swideran di Kampung Manding, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, Jumat (24/6/2022). (Espos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menyebut tingkat pencemaran di Sungai Mungkung Sragen cukup berat apabila dibandingkan dengan sungai lain di Kabupaten Sragen.

Oleh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen menggalakkan program kali bersih (Prokasih) sebagai upaya pencegahan pencemaran dan perlindungan air bersih. Prokasih dilaksanakan di tiga sungai yang melintasi tengah kota Kabupaten Sragen, yakni Sungai Garuda, Sungai Swideran, dan Sungai Mungkung.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mengoptimalkan Prokasih untuk mengejar Adipura 2022. Sebanyak 57 orang petugas penjaga sungai dan pembersih sampah serentak bergerak menyisir tiga sungai tersebut pada Jumat (24/6/2022).

Kepala DLH Sragen, Tedi Rosanto, saat ditemui Solopos.com di sela-sela bersih-bersih Sungai Swideran Manding, Sragen Kulon, Sragen pada Jumat, menerangkan Prokasih ini digalakkan untuk persiapan penilaian Adipura dan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Di sisi lain, gerakan bersih-bersih sungai ini sebagai upaya edukasi untuk menyadarkan masyarakat menjaga kebersihan sungai. Tedi berencana menggerakan komponen di kelurahan hingga rukun tetangga (RT) untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

Baca Juga : Airnya Warna-Warni, Sungai di Solo Disebut Mirip Kue Lapis

“Prokasih yang pertama di Sungai Garuda. Penanganan sungai ini dimulai dari Kampung Teguhan di Sragen Wetan hingga wilayah Kampung Ledok Kelurahan Sragen Tengah,” katanya.

Di Sungai Garuda ini, lanjut dia, DLH Sragen bekerja sama dengan PMI Sragen dalam penanganan limbah, khususnya limbah dari sentra industri tahu di Teguhan. “Limbah tahu itu sebelum masuk ke sungai harus disemprot cairan eco enzyme sehingga limbah yang masuk ke sungai itu sudah bersih, tidak berbau, dan tidak mengandung racun berbahaya,“ jelas Tedi.

Tedi berencana bekerja sama dengan PMI tidak hanya pada program Prokasih tetapi berlanjut dengan edukasi perajin tahu dalam pembuatan eco enzyme. Dia mengatakan akan dilakukan bimbingan teknis terhadap para perajin tahu.

Cek Sampel Air

Sasaran Prokasih kedua dilaksanakan di Sungai Swideran. Program itu dimulai dari wilayah Kampung Beloran sampai Manding. Dia mengatakan Sungai Swideran relatif bersih, meskipun ada limbah dari Pabrik Gula (PG) Mojo. Tetapi dia menyebut limbah PG Mojo Sragen tidak menimbulkan pencemaran yang menganggu masyarakat.

Baca Juga : DLH Sragen Teliti Kualitas Air 4 Anak Sungai Bengawan Solo

Sasaran ketiga, ujar dia, di Sungai Mungkung. Ia menyebut tingkat pencemaran Sungai Mungkung Sragen cukup berat. “Kami akan menyelidiki sumber pencemaran di Sungai Mungkung. Setelah diketahui nantinya akan dilakukan edukasi dengan menggandeng PMI,” ujarnya.

Dia menduga ada limbah rumah tangga dan home industry masuk ke Sungai Mungkung di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen ini. “Kami juga akan menerjunkan petugas untuk mengambil sampel air agar dilakukan uji laboratorium kandungan limbahnya, terutama di lokasi perbatasan Sragen dan Karanganyar,“ jelasnya.

Tedi menjelaskan edukasi itu dilakukan lantaran kesadaran masyarakat menjaga lingkungan sungai masih rendah. Dia mengatakan masih banyak warga membuang sampah ke sungai.

Dikonfirmasi secara terpisah, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan bersih-bersih lingkungan tidak sekadar menjelang penilaian Adipura tetapi menjadi kegiatan rutin masyarakat. Yuni, sapaannya, mengatakan yang penting mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke kali.

“Banyak masyarakat masih membuang sampah ke sungai itu menjadi pekerjaan rumah [PR] Pemkab Sragen. Edukasi juga perlu dilakukan di lingkungan sekolah atau dengan mengumpulkan para tokoh masyarakat. Programnya bisa DLH goes to school dan seterusnya,“ katanya.

Baca Juga : Saking Parahnya Pencemaran, Warga Sragen Sampai Takut Makan Ikan dari Bengawan Solo

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      + PLUS Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      Penerbitan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu bisa menjadi antiklimaks penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu.

      Berita Terkini

      Tiap Hari Wong Sragen Beli 57 Kendaraan Bermotor Anyar

      Pembelian kendaraan baru oleh warga Sragen pada 2021 mencapai 1.702 unit per bulan atau 56-57 unit per hari.

      Desa Ibunda Jokowi di Boyolali Absen jadi Percontohan IF, Kenapa?

      Desa masa kecil ibunda Presiden RI, Joko Widodo, yakni Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali menjadi daerah percontohan program unggulan kementerian pertanian dengan nama Integrated Farming (IF) pada 2021.

      Sewindu FSRD UNS Solo, Ada Pameran Internasional hingga Kompetisi Lho

      FSRD UNS Solo memperingati Dies Natalis kedelapan atau sewindu dengan berbagai kegiatan mulai dari pameran internasional hingga kompetisi seni.

      Sampah Berserakan Seusai Karnaval Karanganyar, Pramuli Jadi Solusi

      Sampah berserakan setelah Karnaval Jalan Kaki Pemkab Karanganyar usai. Beruntung ada Pramuka Peduli (Pramuli) Karanganyar dan sukarelawan lain yang mau terjun turun tangan memungut sampah-sampah yang berserakan.

      Pemanfaatan Aset BUMDes Girimarto, Kejari: Tak Perlu Tunggu Putusan

      Pemanfaatan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Lenggar Bujo Giri tidak perlu menunggu putusan pengadilan.

      Sukoharjo Gudangnya Tanaman Obat dan Kosmetik, Ini Daftar Lokasinya

      Penanaman biofarmaka di Sukoharjo tersebar di 12 kecamatan. Daerah Sukoharjo Selatan  seperti Nguter, Tawangsari, Bulu dan Bendosari menjadi lokasi persebaran terbanyak tanaman biofarmaka.

      Kuasa Hukum Ahli Waris: Silakan Bersih-Bersih Sriwedari Solo, Tapi...

      Kuasa hukum ahli waris tanah Sriwedari, Solo, mempersilakan Pemkot melakukan bersih-bersih kawasan tanah sengketa itu, tapi juga mengingatkan ihwal putusan pengadilan.

      Walah, Proyek Rel Layang Joglo Solo Munculkan Lokasi Kemacetan Baru

      Pengerjaan tahap II proyek rel layang memunculkan lokasi kemacetan baru di Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo.

      Penjual Jamu di Nguter Sukoharjo Bungah Banget, Ini Penyebabnya

      Bahan baku jamu tradisional di Sukoharjo terbilang mencukupi  meskipun beberapa diambilkan dari daerah lain. Oleh karena itu, penjual bahan baku jamu tidak perlu mengimpor untuk mencukupi kebutuhan penjualan.

      Ada Fashion Show Batik Ciprat Karya Disabilitas di Karnaval Wonogiri

      Batik ciprat buatan penyandang disabilitas asal Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, turut ditampilkan saat karnaval kebangsaan di Kecamatan Kismantoro, Kamis (18/8/2022).

      Soto Budhe Djiman Boyolali, 31 Tahun Gratis untuk Anak Yatim Piatu

      Pasangan suami istri pemilik Warung Soto Budhe Djiman, Jiman, dan Sri Arbaini, selalu menggratiskan makan dan minum bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu sejak tahun 1991.

      Pengusutan Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo Lanjut, Ada Tersangka Lain?

      Meski sudah menetapkan dua tersangka, penyidik Polresta Solo memastikan penyidikan kasus jual beli lahan makam Bong Mojo masih terus berlanjut.

      Soal Sriwedari Solo, Gibran Disarankan Konsultasi ke Kementerian Ini

      Pemkot Solo disarankan untuk berkonsultasi ke pemerintah pusat sebelum melakukan upaya penataan di lahan kawasan Sriwedari.

      Banyak Ditemukan di Wonogiri Bagian Selatan, Ini Manfaat Tanaman Sorgum

      Wonogiri bagian selatan dinilai menjadi sentra produksi tanaman sorgum.

      Murah dan Segar Soto Kuah Rempah Budhe Djiman di Nogosari Boyolali

      Menikmati kuliner legendaris yakni Warung Soto Budhe Djiman milik Jiman yang berdiri sejak 1991 di Dusun Nogosari Baru, Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.