Misteri Watu Sigong Mranggen Klaten, Kumpulan Batu Kuno Mirip Gamelan

Di kawasan Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, ada kumpulan batu kuno dan bentuknya menyerupai perangkat gamelan.

Taufiq Sidik Prakoso - Solopos.com
Jumat, 21 Januari 2022 - 22:53 WIB

SOLOPOS.COM - Warga menunjukkan bebatuan yang menyerupai alat gamelan di kawasan Situs Watu Sigong Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Kawasan situs Watu Sigong di Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, diwacanakan menjadi salah satu daya tarik wisata di desa setempat. Di kawasan itu, ada kumpulan batu kuno dan bentuknya menyerupai perangkat gamelan.

Kumpulan bebatuan kuno itu berada di tengah perkarangan. Nama Sigong disematkan tak lain bentuk bebatuan yang meyerupai gong. Setidaknya ada 10 batu yang bentuknya menyerupai gong. Ada satu batu yang bentuknya menyerupai tatakan saron. Satu batu lainnya menyerupai kemuncak atau puncak atap candi.

Bebatuan kuno menyerupai bentuk alat gamelan itu sudah ada di tengah perkarangan antara tanah kas desa dan tanah milik warga sejak zaman dulu. “Sejak zaman dulu lokasi batu-batu sudah ada di sana,” jelas Kepala Desa Mranggen, Miseran saat berbincang dengan Solopos.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Dua Situs Cagar Budaya di Klaten bakal Dilompati Jalan Tol Solo-Jogja

Bebatuan itu masih menyimpan misteri. Warga tak mengetahui secara persis asal usul bebatuan tersebut. Tak hanya misteri soal asal-usul bebatuan itu. Pada malam-malam tertentu kerap terdengar suara gamelan yang diyakini berasal dari kawasan situs. Sementara, kawasan situs berada di tengah perkarangan.

“Dulu sebelum daerah itu ramai, pada malam-malam tertentu terdengar klenengan. Ya seperti suara klenengan biasa itu. Tetapi ketika dicari, tidak ada yang memainkan gamelan. Kalau sekarang karena seiring perkembangan zaman, suara klenengan sudah tidak terdengar lagi,” kata Miseran.

Miseran mengatakan Watu Sigong hingga kini masih terus dirawat dan dilestarikan warga. Belum lama ini warga dan pemerintah desa setempat membersihkan kawasan bebatuan yang kini berada di antara pekarangan ditanam pohon pepaya, pisang, serta singkong.

Baca Juga: Edukasi Warga, 10 Situs Cagar Budaya Klaten Dipasangi Papan Informasi

Kawasan Watu Sigong diwacanakan menjadi salah satu daya tarik wisata edukasi di Mranggen. Selain Watu Sigong, potensi desa lainnya yang bisa menjadi daya tarik wisata yakni Umbul Kroman. Umbul tersebut saat ini mulai dirintis menjadi objek wisata dengan penataan kawasan dan penambahan sejumlah fasilitas.

Salah satu warga Desa Mranggen, Purwantoro, 43, juga mengatakan sejak zaman dulu bebatuan tersebut tak pernah dipindah dan sudah ada di tengah perkarangan. “Sebelumnya kawasan ini tertutup bambu. Kemudian warga gotong royong membersihkan kawasan sekitar barang purbakala ini,” jelas Purwantoro.

Purwantoro juga mengakui pada malam-malam tertentu terdengar suara klenengan yang diyakni bersumber dari kawasan situs tersebut. “Biasanya saat malam lebih dari pukul 00.00 WIB,” jelas dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif