Tutup Iklan

Misteri Sakoci & Larangan Pejabat Publik Masuk Wilayah Ini

Mitos ini membuat para pejabat setempat ketakutan dan tidak pernah menginjakan kaki ke kawasan tersebut. Bahkan kecamatan ini memberikan penanda “Dilarang Masuk” bagi pejabat yang terpasang di Sungai Cipamali.

 Ilustrasi tanda larangan masuk (Sumber: Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tanda larangan masuk (Sumber: Freepik.com)

Solopos.com, CILACAP — Dayeuhluhur adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Warga di kecamatan yang didominasi suku Sunda ini memiliki sebuah mitos yang masih diyakini hingga sekarang. Mitos itu berupa keyakinan bahwa daerah tersebut terlarang bagi para pejabat publik atau politisi.

Dilansir dalam laman Facebook Good News From Indonesia, Kamis (28/10/2021), masyarakat setempat percaya bahwa pejabat publik atau politisi yang tidak tulus membangun kawasan Dayeuhluhur dan hanya menarik simpati rakyat semata, maka marabahaya akan menimpanya. Hal lainnya, jika pejabat berperikaku tidak baik dan menganggap remeh peringatan masyarakat juga akan terkena bala/musibah.

Mitos ini membuat para pejabat setempat ketakutan dan tidak pernah menginjakan kaki ke kawasan tersebut. Bahkan kecamatan ini memberikan penanda “Dilarang Masuk” bagi pejabat yang terpasang di Sungai Cipamali. Biasanya, saat pejabat sudah berada di batas area tersebut, mereka memilih untuk mewakilkan kehadirannya.

Baca Juga: Jual Beli Atlet PON, KONI: Asal Jateng Tapi Sumbang Emas ke Papua

Hingga kini, memang masih abu-abu soal mengapa Kecamatan Dayeuhluhur menjadi daerah terlarang dikunjungi oleh pegawai pemerintah, pejabat, bahkan kawasan ini dihindari oleh pengawas Perhutani. Ada yang menyebutkan bahwa hal ini dilakukan demi menghindari penyelidikan Pemerintahan Hindia Belanda pada masa kolonial terkait hilangnya seorang pegawai pemerintah bernama Sakoci yang saat itu diberi perintah untuk mengunjungi area tersebut namun tak kunjung kembali.

Namun ada pula rumor yang berkembang dari warga setempat bahwa dari era Kerajaan Galuh hingga sekarang bahwa terdapat teka-teki misteri yang bermula dari Bukit Awi Ngambang dan Hutan Larangan di Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur. Bila ditarik ulur ke belakang, adanya larangan pejabat publik atau politisi memasuki Desa Hanum berawal dari kisah Ciung Wanara.

Kecamatan Daayeuluhur ini dipercaya sebagai lokasi persembunyihan Dewi Naganingrum oleh Patih Purawesi dan Puragading. Saat itu, Kerajaan Galuh menghendaki agar Dewi Naganingrum  dibunuh oleh Patih tersebut.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Pesisir Kendal Makin Parah

Warga setempat bernama Ceceng mengatakan bahwa Gunung Geulis yang ada di kecamatan tersebut adalah tempat pembuangan Dewi Naganingrum, istri yang tua dan ibu dari Ciung Wanara. Sedangkan Desa Hanum merupakan tempat pembuangan Dewi Parenyep, istri muda yang dibuang oleh Raja Ciung Wanara setelah diia menjadi raja di Kerajaan Galuh.

Ada juga versi lain yang mengatakan bahwa lahirnya hutan terlarang di Bukit Awi Ngambang juga tidak terlepas dari kisah Sakoci dan Ki Tambaga. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Sakoci adalah pegawai pemerintah Hindia Belanda yang sengaja dijebak oleh Ki Tembaga. Saat itu memang Tuan Sakoci mendapatkan tugas mencari minyak bumi di perbukitan Awi Ngambang, Desa Hanum.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Hanum, Ki Sunardi mengatakan bahwa minyak bumi di desa tersebut memang ada tapi jumlahnya kurang melimpah dan kualitasnya kurang baik. Belakangan, masyarakat mulai resah dan terusik dengan kedatangan pejabat pemerintah. Pasalnya, jika ada aktivitas penambangan, maka sumber mata air dikhawatirkan akan rusak.

Baca Juga: Lontong Tuyuhan Khas Rembang Penuh Makna

Akhirnya, seorang tokoh masyarakat yang dikenal dengan nama Ki Tambaga sengaja menjebak Sakoci dengan membawanya masuk ke hutan terlarang. Saat akan pulang, selama berhari-hari dan berminggu-minggu, Sakoci tidak bisa keluar dari hutan karena ditahan oleh sosok dedemit daerah tersebut. Sakoci alkhirnya meninggal karena mengalami kelaparan.

Singkatnya, Sakoci dikuburkan di areal hutan terlanrang oleh Ki Tambaga.  Setelah itu, Ki Tambaga tidak berani menunjukan lagi batang hidungnya karena takut menjadi buronan pemerintah Hindia Belanda karena lalai dalam menjaga Sakoci. Hingga akhirnya Ki tambaga memilih menetap di daerah perbukitan hingga akhir hayatnya. Dia pun dikebumikan di hutan tersebut oleh penduduk sekitar.

Baca juga: Rawa Pening Dikaitkan dengan Gempa Ambarawa, Cek Faktanya

Selain hutan terlarang Awi Ngambang di Desa Hanum, ada juga beberapa titik yang dilarang dikunjungi oleh politisi, antara lain Kampung Cibeubeura, Desa  Cilumping, Keramat Batu Ki Jaban, Currug Beureum, Gunung Ketra di Desa Datar dan Gunung Dayeuhluhur. lokasi wingit lainnya ada di Keramat Gunung Kutaagung, Desa Kutaagung, Keramat Cikancah, Desa Panulisan Barat, dan Hutan Gunung Geulis di Tambaksari Wanareja.

Kata Dayeuhluhur sendiri diambil dari dua kata, yakni ‘dayeuh’ yang berarti kota atau tempat dan ‘luhur’  yang berarti tinggi. Jadi, Dayeuhluhur ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang denga kekuatan atau kesaktian yang tinggi pada zaman dahulu, serta tempat untuk bertapa dan berlatih ilmu kauragan.


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

Hidden Canyon, Mutiara Tersembunyi di Kaki Pegunungan Muria

Alasan penamaan tersebut karena ngarai tersebut berada di tempat tersembunyi dan memang belum banyak diketahui keberadaanya oleh banyak orang karena akses jalannya yang sulit.

Januari 2022 Puncak Musim Hujan, Jateng Siaga Banjir

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari 2022 dan mengingatkan warga Jateng waspada karena termasuk wilayah siaga banjir.

Saung Diterjang Banjir, Kakek di Brebes Terseret Arus Sungai Pemali

Seorang kakek di Brebes, Jawa Tengah (Jateng), dikabarkan hanyut akibat banjir yang melanda Sungai Pemali.

Innalillahi! Bus Rombongan Warga Toroh Grobogan Nyemplung ke Sungai

Bus rombongan warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh terguling dan masuk sungai di Desa Jeketro, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Bus Sudiro di Tol Semarang-Solo

Bus PO Sudiro Tungga Jaya jurusan Jakarta-Yogyakarta mengalami kebakaran di tol Semarang-Solo, Bergas, Kabupaten Semarang.

Angkut 30 Penumpang, Bus Sudiro Tunggal Kebakaran di Tol Semarang-Solo

Gangguan mesin menyebabkan bus PO Sudiro Tunggal mengalami kebakaran saat melintasi tol Semarang-Solo, tepatnya di Kabupaten Semarang.

PLN Bagikan Gerobak Molis kepada UKM Jateng, Dorong Produktivitas Usaha

PLN memberikan bantuan gerobak motor listrik (molis) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada pelaku UKM di Jateng untuk meningkatkan produktivitas usaha.

Polres Kudus Gerebek Tempat Produksi Minuman Keras Jenis Arak

Jajaran Polres Kudus menggerebek tempat produksi minuman keras atau miras di sebuah gudang, di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Sidak Wali Kota Semarang Viral, Warganet Ramai Ikutan Usul Ini

Unggahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan sidak di Kantor Kelurahan Bulusan, di akun instagram pribadinya mendadak viral.

Sejarah Vihara Buddhagaya Semarang

Vihara Buddhagaya di Semarang, Jawa Tengah, memiliki sejarah panjang karena didirikan sejak 500 tahun lalu, tepatnya saat keruntuhan Majapahit.

Indahnya Sunrise di Taman Posong Lereng Sindoro Temanggung

Wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memiliki pesona wisata alam yang indah dan masih baru seperti Taman Posong.

Wisata Makam Apung di Pantai Sayung, Tak Tersentuh Air Laut

Demak memiliki objek wisata religi berupa makam apung milik Mbah Mudzakir yang konon tidak pernah terendam air laut meski terjadi gelombang tinggi.

Tragedi Berdarah! 5 Warga Slawi Tewas Diracun Dukun Pengganda Uang

Kisah tragis kali ini tentang tragedi berdarah yang merenggut lima nyawa warga Slawi akibat ulah dukun pengganda uang.

Banyak Tambang Ilegal di Merapi Rusak Lingkungan, Ganjar Pranowo Pusing

Gubernur Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat tidak sembarangan menerbitkan izin usaha penambangan karena banyak yang merusak lingkungan dan membuatnya pusing.

Kontroversi Gelar Kartini, Mestinya R. Ay Bukan RA, Begini Ceritanya

Gelar RA yang disematkan kepada Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia kurang tepat, karena dalam budaya Jawa gelar Kartini mestinya R.Ay.

Wisata Seru ke Wonosobo: Romantis, Eksotis & Magis

Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, memiliki sederet objek wisata alam yang romantis, eksotis, dan magis.