Misteri Peri Cantik Penggoda di TPU Bonoloyo Solo, Pernah Diisengin?

Ada mitos peri cantik penggoda di TPU Bonoloyo Solo yang kerap menyamar menjadi perempuang berbau wangi kamboja.

 Pengumuman sarana dan prasarana terpasang di pintu masuk TPU Bonoloyo, Banjarsari, Solo, Rabu (5/8/2020). (Solopos/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Pengumuman sarana dan prasarana terpasang di pintu masuk TPU Bonoloyo, Banjarsari, Solo, Rabu (5/8/2020). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Tahukah Anda di TPU Bonoloyo, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, terdapat mitos peri cantik yang kerap menggoda pengendara yang lewat?

Salah satu permakaman terbesar di Kota Solo ini tak luput dari cerita-cerita mistis legendaris di tengah masyarakat, terutama tentang peri cantik penggoda masyarakat.

Berdasarkan informasi pengelola akun Instagram @misterisolo, keberadaaan peri cantik di area makam tersebut wangi beraroma bunga kamboja khas permakaman dan kerap menyegat mangsanya di pusat jalanan Kota Solo sebelum dibawa ke area permakaman yang lokasinya tak jauh dari Simpang Joglo itu.

Baca Juga:  Kampung Belanda Solo: Dulu Ada 150 Bangunan Kuno, Kini Hanya Separonya

“Mitosnya, beberapa orang sering berjumpa dengan perempuan cantik beraroma bunga kamboja yang menghentikan korbannya di jalan di beberapa sudut kota Solo ini. Dari perempatan Kamar Mati, jembatan Jurug, pertigaan Kabangan, hingga beberapa hotel dan mal di kota Solo. Para korban yang tidak menyadari, akan terbawa godaan dan romansa untuk menjalin kisah lebih panas dengan wujud yang menyamar itu,” terang pengelola akun Instagram @misterisolo menceritakan kisah misteri TPU Bonoloyo Solo.

Setelah Matahari terbit, mereka baru sadar jika dirinya ditipu oleh manusia jadi-jadian itu. Mereka bakal terkejut ketika mendapati dirinya terbangun di area permakaman ini.

Baca Juga: Ide Kado untuk Hari Ibu: Murah, Sederhana Tapi Mengesankan

“Mereka tidak akan sadar sebelum fajar menyinsing. Mereka akan kaget ketika terbangun di dalam area permakaman. Sayangnya, tidak banyak orang yang berani speak-up tentang kejadian ini karena malu dan menutupi aib,” tambah dia.

“Magnet Kematian” di TPU Bonoloyo Solo

Bukan hanya cerita mistis peri cantik penggoda, tapi juga adanya mitos “magnet kematian” di TPU Bonoloyo Solo.

Dari kisah yang diungkap @misterisolo, beberapa orang sering didatangi lewat mimpi yang memberikan pesan untuk mewasiatkan pemakamannya di kompleks makam ini. “Kejadian ini sering disebut Magnet Kematian. Bahkan ada orang yang sengaja mengunjungi makam ini dan memilih tempat untuk dipermudah kematiannya,” ujar dia.

Baca Juga: Pernah Ada Kampung Belanda di Solo, Ini Lokasinya

Selain itu, sosok Mbah Wowo, penunggu lokal area permakaman ini juga menjadi salah satu kisah misteri di sini yang sayang dilewatkan. Makhluk halus berwujud genderuwo ini kerap memperlihatkan diri dengan dua mata merahnya yang terang di sudut permakaman.

“Beberapa orang disekitar komplek ini percaya bahwa Mbah Wowo adalah sosok yang ahli dalam menebak angka Capjikia. Beberapa oknum sering memberi rokok yang menyala, kemenyan, dan kopi hitam kepada Mbah Wowo agar diberikan nomor yang tepat dan menghasilkan uang,” pungkas dia.

Baca Juga:  Hubungan Magis Gunung Merapi dan Laut Selatan yang Sarat Cerita Mistis

Berita Terkait

Berita Terkini

Nelayan Tepian Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sewakan Perahu untuk Wisata

Nelayan di tepian Waduk Gajah Mungkur, tepatnya dekat Pasar Sapi Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah menyediakan daya tarik wisata baru, yakni perahu wisata.

Obituari Putut Gunawan: Salah Satu Penggagas Musrenbang

Politkus senior PDIP Solo, Putut Gunawan, menjadi salah satu penggagas lahirnya musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang kini diadopsi di semua daerah.

Anak Bawah Umur di Tanon Sragen Diduga Diperkosa Hingga Hamil

Kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dan penyandang disabilitas mental hingga korban hamil terjadi di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Dinas Pertanian Klaten Gagas Pengadaan Drone Penyemprot Hama

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten memiliki rencana untuk membeli drone pertanian meski belum jelas kapan.

9 Kasus Omicron Terdeteksi di Jateng, di Solo Ada?

Sembilan kasus Covid-19 varian Covid-19 di Jawa Tengah salah satunya ada di Sukoharjo. Sementara di Kota Solo belum ditemukan.

Putut Gunawan Sumber Ilmu hingga Katalog Hidup Kuliner Soloraya

Sejumlah kolega di DPRD Sragen menyebut Putut Gunawan adalah sosok yang berpengalaman dan katalog kuliner. Politikus PDIP dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo itu meninggal Sabtu (22/1/2022).

Belum Sebulan, Warga Laweyan Solo Dua Kali Terendam Banjir

Belum genap sebulan, warga Kelurahan Pajang, Laweyan, Kota Solo, dua kali diterjang banjir luapan Kali Jenes. Banjir terbaru dinilai lebih parah kondisinya ketimbang sebelumnya.

DLH Sukoharjo Belum Punya Data Terbaru Soal Ruang Terbuka Hijau

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo mengaku hanya memiliki data soal luasan ruang terbuka hijau (RTH) hasil pendataan 2017.

Pariwisata Solo Butuh Atraksi dan Inovasi

Asita Jogja memberikan masukan perihal pariwisata Kota Solo yang masih membutuhkan atraksi dan inovasi agar wisatawan lebih lama berkunjung di Kota Solo.

Soal Komentar Paundrakarna, Lilik: Biar Saja, Enggak Perlu Ditanggapi

Pengageng Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran, K.R.M.T. Lilik Priarso Tirtodiningrat, mengaku tak memiliki wewenang untuk mengomentari pernyataan GPH Paundrakarna soal Suksesi Mangkunegaran.

Bus Sekolah Gratis Wonogiri Beroperasi Lagi Pekan Depan, Ini Rutenya

Layanan Bus Sekolah tersebut baru dioperasikan kembali karena Dishub Kabupaten Wonogiri perlu menyiapkan hal-hal administratif terlebih dahulu.

Karanganyar Bakal Punya Training Camp untuk Atlet Paralympic

Karanganyar dipilih menjadi lokasi pembangunan traning camp atlet Paralympic oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

BPBD Sukoharjo Waspadai Banjir Susulan, Siagakan 70 Personel

BPBD Sukoharjo mewaspadai banjir susulan menyusul masih tingginya potensi curah hujan. Mereka menyiagakan 70 personel yang ditempatkan di masing-masing pos.

Libatkan Damkar, Begini Evakuasi Mobilio Nyungsep di Jimbung Klaten

Tim Damkar Satpol PP Klaten yang dikirim ke Jimbung terdiri atas satu regu, proses evakuasi mobil juga melibatkan aparat keamanan, seperti Polsek Bayat, Koramil Bayat, dan Satlantas Polres Klaten.

+ PLUS Telan 155 Korban Jiwa, Begini Kedahsyatan Banjir di Soloraya pada 1966

Banjir bandang yang terjadi di Soloraya pada 1966 mengakibatkan 155 korban jiwa, ratusan korban terluka dan membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal.