Misteri Pacaran di Colo Gunung Muria, Bisa Kena Kutukan & Putus

Kisah misteri menyelimuti kawasan Desa Colo di Gunung Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng).

 Panorama areal kompleks Makam Sunan Muria di lereng Gunung Muria, Kudus, Jateng, Minggu (23/4/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

SOLOPOS.COM - Panorama areal kompleks Makam Sunan Muria di lereng Gunung Muria, Kudus, Jateng, Minggu (23/4/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Solopos.com, KUDUS – Gunung Muria di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) tidak hanya terkenal akan keindahan alamnya. Gunung Muria juga menyimpan sederet kisah misteri, termasuk mitos kutukan bagi pasangan kekasih yang berkunjung ke wilayah itu.

Konon salah satu desa yang terletak di kawasan Gunung Muria terlarang untuk dikunjungi pasangan kekasih. Pasangan kekasih yang berkunjung di wilayah itu akan terkena kutukan patah hati atau putus.

PromosiMengenang Kerusuhan Mei 1998 di Solo, Ratusan Toko Dibakar Massa

Wilayah yang konon menjadi tempat larangan bagi pasangan kekasih itu adalah Desa Colo yang terletak di Kecamatan Dawe. Di tempat ini ada sejumlah lokasi wisata mulai dari Makam Sunan Muria, air terjun Montel, hingga air tiga rasa.

Baca juga: Petilasan Mbah Atas Angin & Kisah Misteri Gunung Slamet

Banyaknya objek wisata di Colo ini pun menarik perhatian banyak pemuda pemudi, bahkan yang tengah menjalin hubungan percintaan atau pasangan kekasih. Terlebih di Colo juga dikenal dengan udaranya yang sejuk karena berada di kawasan Gunung Muria.

Sejarawan Kudus, Sancaka Dwi Supani, menyebut jika mitos orang berpacaran bakal putus setelah berkunjung ke Colo sudah ada sejak zaman dulu. Mito situ pun masih dipercayai hingga kini.

Petuah Sunan Muria

Menurut dia, dulunya Desa Colo sering digunakan muda-mudi untuk berpacaran. Bahkan ada yang sampai kelewat batas. Padahal, Sunan Muria telah memberikan peringatan agar jangan ada yang memiliki niatan negatif saat berkunjung ke kawasan Colo.

Sekadar informasi, Sunan Muria merupakan tokoh penyebar agama Islam yang tergabung dalam Walisongo. Ia merupakan putra dari Sunan Kalijaga yang dimakamkan di Colo, Gunung Muria.

“Ceritanya, dulu Sunan Muria pernah menyampaikan kalau niat untuk ke Colo itu harus yang baik. Seperti mengaji atau ziarah. Jangan dicampuri hal lainnya,” kata Sancaka, dikutip dari Murianews.com.

Menurutnya, memang beberapa kali dia pernah mendengar cerita tersebut. Sepengatahuannya ada beberapa pasangan kekasih yang putus usai pacarana dari Colo.

“Ada juga dulu saya tahu sendiri tahun 1980 itu ada yang lagi pacaran di bawah pohon, tiba-tiba pohonnya kena petir. Tapi memang tidak putus, hanya seperti itu kan semacam peringatan,” tuturnya.

Baca juga: Misteri Pacaran di Telaga Sarangan, Awas Pedhot Lur!

Sancaka mengatakan mitos itu juga menjadi peringatan kepada pasangan kekasih agar tidak berbuat di luar batas saat berkunjung ke Desa Colo. Hal itu dikarenakan di Colo terdapat makam Sunan Muria yang dikenal sakral dan dikeramatkan oleh sebagian orang.

“Imbauan saya kalau bisa dihormati. Jangan dilanggar karena memang bisa dibilang di situ terdapat makam Sunan Muria. Rasanya tidak pas kalau digunakan untuk hal-hal yang tidak bagus,” terangnya.

Senada disampaikan Kepala Desa Colo, Mochamad Destari Andryasmoro, yang menyebut adanya mitos orang berpacaran bakal putus kalau berkunjung ke Colo. Menurutnya, mitos itu sebagai pengingat kepada pasangan kekasih yang berkunjung ke Colo agar tidak berbuat yang melanggar norma maupun agama, seperti berzina.

Meski demikian, ada juga orang yang sebelumnya jomlo atau tidak punya pasangan, justru mendapat berkah dipertemukan dengan pasangannya saat berziarah ke makam Sunan Muria di Colo. “Laki-laki dan perempuan yang sama-sama single ketika sedang di Colo, mereka misal sama-sama tidak kenal, tapi akhirnya jadi berjodoh ya ada juga,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Semarang, Kota Terpanas di Jawa Tengah

Pada September 2021 silam, suhu Kota Semarang tercatat berada di 35 derajat celcius.

Kronologi Ustaz di Magelang Cabuli Santri: Minta Kopi, Lalu Merayu

Inilah kronologi pengasuh ponpes di Magelang, Jawa Tengah, melakukan pencabulan terhadap santrinya sebanyak sembilan kali.

Bupati Banjarnegara Kepala Daerah Termiskin di Jateng, Segini Hartanya

Syamsudin, Plh Bupati Banjarnegara mendapatkan predikat kepala daerah termiskin di Jawa Tengah (Jateng) berdasar LHKPN KPK.

Bikin Sedih, Menunggu Teman Isi BBM, Gadis di Grobogan Tertabrak Truk

Korban bernama Rizzka Choirotun Faizah sedang menunggu temannya mengisi bensin di SPBU Kaliceret, tiba-tiba truk menabrak dari belakang.

Ini Kronologi Warga Tertembak Senjata Anggota Polisi di Semarang

Ketua RW 16, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang Utara, Slamet Riyadi, 52 tahun, mengungkapkan kronologi tertembaknya Sobirin.

Diduga Ingin Kuasai Harta, Remaja Habisi Nyawa Kekasih

Korban FAW, 14, diduga dibunuh oleh kekasihnya sendiri, R, 17. Motif tindakan itu diduga niat jahat R yang ingin menguasai harta kekasihnya. 

Pengasuh Ponpes di Magelang Cabuli Santrinya Berkali-Kali

Seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Magelang mencabuli santriwatinya berkali-kali.

Seorang Penyandang Disabilitas Tenggelam di Sungai Tuntang Grobogan

Orang tenggelam di Sungai Tuntang, Kabupaten Grobogan kembali terjadi. Kali ini seorang penyandang disabilitas tenggelam, Kamis (19/5/2022).

Ini Cerita Anak Korban Tertembak Senjata Anggota Polisi di Semarang

Warga berinisial S tertembak senjata jenis airsoft gun yang dibawa Briptu RS di Semarang. Anak korban, Nurokhmah, 25 tahun bercerita mengenai kejadian tersebut.

Ini Senjata Anggota Polisi Yang Membuat Warga di Semarang Tertembak

Warga berinisial S tertembak saat hendak melerai keributan antara Briptu RS dengan kerabatnya di Semarang.

Bobol Sekolahan Hingga Kantor, Remaja di Banyumas Ini Ditangkap Polisi

Seorang remaja di Banyumas ditangkap polisi karena menjadi pelaku aksi pencurian di sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan.

Polisi Ribut Dengan Kerabat, Seorang Warga di Semarang Tertembak

Keributan dipicu permasalahan keluarga antara anggota polisi Briptu RS dan kerabatnya SY, di Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang.

Gurihnya Kuliner Soto Kudus, Pakai Daging Kerbau Bukan Ayam

Olahan kuliner berupa soto khas Kudus identik dengan kuah pekat dari kaldu daging kerbau yang disajikan dalam mangkuk kecil.

Desa Cawet Pemalang Simpan Keindahan Surgawi

Desa Cawet di pemalang, Jawa Tengah, memiliki potensi wisata alam yang memukau.

Di Mana Daerah Terdingin di Jawa Tengah?

Inilah daerah terdingin di Jawa Tengah yang sering turun hujan salju saat musim kemarau.

Check-in di Hotel, PSK di Semarang Dianiaya Tamu Pakai Muntu

Boy menganiaya PSK menggunakan muntu saat check-in di hotel untuk mengambil uang dan harta milik PSK tersebut.