Tutup Iklan

Misteri Meninggalnya Atlet Voli Wanita Afghanistan, Ini Fakta Terbaru

Para pemimpin perempuan Afghanistan juga mengklaim merasa terancam. Namun, kebangkitan Taliban dengan memegang kekuasaan juga telah menimbulkan misinformasi.

 Mahjabin Hakimi (wikipedia)

SOLOPOS.COM - Mahjabin Hakimi (wikipedia)

Solopos.com, KABUL — Pengambilalihan kekuasaan Taliban atas Afghanistan merupakan pukulan bagi hak-hak perempuan di negara itu. Banyak perempuan turun ke jalan untuk memprotes rezim garis keras.

Para pemimpin perempuan Afghanistan juga mengklaim merasa terancam. Namun, kebangkitan Taliban dengan memegang kekuasaan juga telah menimbulkan misinformasi.

Dikutip Liputan6 dari laman Altnews, Selasa (26/10/2021), pada 20 Oktober, beberapa media melaporkan bahwa Mahjabin Hakimi, seorang pemain bola voli nasional wanita Afghanistan, dipenggal oleh organisasi ekstremis.

Di antara outlet berita India yang memuat cerita yang diduga adalah IANS, The Times of India hingga India Times.

Banyak dari laporan ini yang bersumber dari berita ke Independent Persia yang mengklaim bahwa pelatih tim bola voli (ditujukan dengan nama samaran Soraya Afzali) mengatakan bahwa Mahjabin kemungkinan terbunuh pada awal Oktober tetapi insiden itu tetap disembunyikan karena keluarganya telah menerima ancaman.

Baca Juga: Penuh Liku, Kisah Cinta Putri Mako Jepang hingga Rela Tinggalkan Istana

Dugaan Bunuh Diri

Beberapa pengguna media sosial mempertanyakan pemberitaan media tentang kematian Mahjabin Hakimi. Mereka menunjukkan bahwa dia meninggal pada pekan pertama Agustus sebelum Taliban menguasai Kabul.

Wartawan Deepa Parent menulis bahwa dia berbicara dengan keluarga Hakimi dan mereka mengatakan bahwa berita kematiannya “menyesatkan”.

Di antara mereka yang mengklaim bahwa kematian Mahjabin disebabkan oleh bunuh diri termasuk mantan kepala Tolo News Miraqa Popal, aktivis hak-hak perempuan Afghanistan Wazhma Frogh dan Zaki Daryabi, seorang reporter di Etilaatroz. Popal menulis bahwa Mahjabin meninggal 10 hari sebelum Taliban mengambil alih Kabul.

Namun, pengguna Twitter bernama Raihana Hashimi, yang mengaku mengenal Mahjabin secara pribadi, membalas Hossaini dan berkata, “Dia adalah anggota Komando Tentara Nasional Afghanistan dan dibunuh oleh mertuanya 10 hari sebelum Taliban [mengambil alih Kabul]. ”

Baca Juga: Diduga Dipenggal Taliban, Ini Sosok Atlet Voli Mahjabin Hakimi

Alt News menemukan profil Facebook Skandar Hakimi, saudara Mahjabin. Pada 7 Agustus, Skandar mengubah gambar tampilannya menjadi gambar hitam yang menerima lebih dari 100 komentar yang berisi ucapan belasungkawa yang ditulis dalam bahasa Persia. Salah satu komentar berbunyi, “Belasungkawa yang tulus atas kematian saudara perempuanmu tersayang.”

Pada 9 Agustus, ia memposting gambar Mahjabin dengan perlengkapan militer bersama dengan keterangan, “Aku akan selalu bangga padamu, saudariku.”

Anggota keluarga memberi tahu bahwa Mahjabin bertunangan dengan salah satu Majid Khan pada 2020. Sejak itu dia tinggal di rumah tunangannya di Kabul.

Baca Juga: Lukisan Picasso Terjual Hampir Rp1,5 Triliun dalam Lelang di Las Vegas

Mahjabin akan menikah tak lama sebelum kematiannya. Lebih lanjut, kerabatnya mengungkapkan bahwa Mahjabin mendapat beasiswa dari AS dan ini menjadi penyebab konflik dengan mertuanya.

“Dia tidak dibunuh oleh Taliban pada Oktober. Kematian Mahjabin terjadi pada 6 Agustus dan tubuhnya ditemukan di kamar mandi tunangannya di Kabul.”

Dia mengklaim Mahjabin mati lemas. “Namun, keluarga kami mencurigai adanya tindakan curang yang dilakukan oleh mertuanya.”

PERINGATAN!

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda Depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Gunung Semeru Erupsi, BPBD Siapkan Evakuasi Warga

Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), mengeluarkan erupsi berupa awan panas dan hujan abu tebal.

Hasil Survei Pilpres Terbaru: Anies Teratas, Ganjar & Puan Turun

Hasil survei IPO terbaru terkait tingkat elektabilitas tokoh yang dikaitkan Pilpres 2024 menyatakan Anies Baswedan berada di urutan teratas, mengungguli Ganjar Pranowo.

Menko Airlangga Beri Apresiasi ke TNI dan Polri, Ini Alasannya

Terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia tidak terlepas dari akselerasi vaksinasi yang dilakukan dengan melibatkan TNI dan Polri.

Survei IPO Terbaru: Kepuasan pada Kinerja Presiden Jokowi Kian Turun

Hasil survei Indonesia Political Opinion atau IPO menyebutkan kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus mengalami penurunan.

Cek Ya! Lihat Komet Leonard Selama Desember Ini Tanpa Bantuan Alat

Komet C/2021 A1 atau dikenal dengan Komet Leonard akan kelihatan di Indonesia sepanjang Desember 2021.

Terungkap! Ini Modus Pasutri Buka Panti Pijat Plus-Plus di Tangerang

Polda Banten mengungkap sindikat prostitusi berkedok panti pijat yang dibuka pasutri dan sudah beroperasional selama 5 tahun di ruko Tangerang.

10 Berita Terpopuler: Harga Tanah-Rumah Colomadu Tinggi-Geger Siskaeee

Kabar harga tanah dan rumah tinggi, khususnya di Kecamatan Colomadu dan ulah Siskaeee di Bandara YIA menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Sabtu (4/12/2021).

Menolak Dikawal, Jenderal Hoegeng: Kalau Mau Mati Ya Mati

Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sempat memujinya dengan berkata,"Hanya ada 3 polisi jujur di negara ini yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng".

Sejarah Hari Ini : 4 Desember 1829, Inggris Larang Ritual Sati di India

Berbagai peristiwa penting terjadi pada 4 November salah satunya pelarangan ritual Sati seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Resmi, Polri Larang Kerumunan Natal dan Tahun Baru 2022

Jika dalam penerapan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 ada temuan pelanggaran maka petugas akan melakukan pembinaan hukum.

Partai Gerindra Bukan Partai Kos-Kosan, Maksudnya?

Muzani mengatakan, Jawa Barat telah menjadi "kandang" Prabowo dan Gerindra sejak Pemilu 2014-2019.

Bangga, Kolam Selam Terdalam se-Asia Tenggara Ternyata Milik Kopassus

Kolam yang biasa digunakan berlatih pasukan katak (Paska) Kopassus ini mempunyai kedalaman 16 meter.

Imigrasi Bandara Soetta Tolak 19 WNA, Ini Penyebabnya

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta, menolak 19 WNA yang akan masuk ke wilayah Indonesia.

Tengok Haji Lulung, Zulhas: Persaudaraan di Atas Politik

Kedatangan Zulhas dan Eko Patrio ini disambut bahagia oleh Haji Lulung dan keluarga.

Surat Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK sebagai ASN Polri Terbit

Setelah Perpol terbit, pengangkatan 57 eks pegawai KPK menjadi ASN Polri masih perlu disosialisasikan sebelum resmi menjadi ASN.

Mantap! Polda Kalsel Ringkus Mafia Tanah

Ada pihak yang mengaku sebagai pemilik sah tanah dengan menunjukkan dokumen asli dan tidak pernah memberikan kuasa jual kepada kedua tersangka