Misteri Makam Tanpa Nama di Pinggir Jalan Sriwedari Solo
Makam Mbah Precet di Teposanan, Sriwedari, Solo. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Satu unit mobil terparkir di pinggir jalan Kampung Teposanan, Sriwedari, Solo, Selasa (23/10/2018). Mobil itu terparkir tepat di sebelah bangunan mirip makam. Konon ceritanya, makam itu diperkirakan berusia 80 tahun.

Warga sekitar mempercayai makam tersebut sebagai makam Mbah Precet, cikal bakal atau penghuni pertama daerah tersebut. Dari pengamatan Solopos.com, makam tersebut tak diberi pagar pembatas maupun rumah-rumahan untuk melindunginya.

Hanya ubin-ubin berwarna merah yang menjadi penanda makam tersebut dengan beberapa bunga mawar merah yang tertabur di atasnya. Tak ada nama yang tertulis.

Warga RT 004, RW 002, Teposanan, Sriwedari, Triyono, menjelaskan di daerah Puskesmas Pembantu Sriwedari sampai Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sriwedari dulunya adalah bekas permakaman.

Waktu itu daerah tersebut belum seperti sekarang yang padat penduduk. Kemudian pada 1980, makam-makam tersebut dipindahkan semua, kecuali makam Mbah Precet.

“Sesuai pesan terakhir sebelum meninggal, Mbah Precet ingin dimakamkan di sana,” kata dia, Selasa (23/10/2018).

Kemudian setelahnya pemerintah membangun daerah-daerah tersebut menjadi sekolahan, puskesmas, hingga rumah dinas lurah Sriwedari. Pernah suatu ketika ada mobil yang tak sengaja parkir di atas makam tersebut.

Akibatnya lampu di dalam GOR Bakti atau Sritex padam. “Kemudian ada orang pintar dari Surabaya yang bilang ada mobil yang menginjak makam. Setelah mobil itu dipindah lampu di dalam GOR menyala kembali,” jelasnya.

Warga sekitar mengaku tak pernah mendapat gangguan supranatural atau lainnya akibat keberadaan makam itu. Warga di daerah tersebut menurutnya aman-aman saja dengan adanya makam di sebelah GOR tersebut.

Pemerintah Kelurahan Sriwedari pun tak berani memindah makam karena terganjal wasiat Mbah Precet. “Hanya ada satu makam di daerah tersebut. Ritual-ritual enggak ada. Warga masih menghormati makam tersebut, anak cucu [Mbah Precet] juga tidak pernah diketahui siapa,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan setiap malam Jumat makam tersebut selalu ditaburi bunga. Tabur bunga dilakukan pada sore hingga malam, tergantung orang-orang yang datang.

Orang-orang biasanya datang untuk berziarah ke makam tersebut. “Ada yang datang pukul 22.00 WIB, pukul 00.00 WIB juga ada,” jelas dia.

Ketua RT 002/RW 002 Teposanan, Sriwedari, Sumanto, mengatakan hal yang sama. Makam tersebut tak ada yang pernah memindahkannnya. Warga sekitar masih menghormati makam tersebut sebagai makam sesepuh di daerah tersebut.

Dia mengaku tak ada warga yang membangun atau merenovasi makam tersebut seperti makam-makam yang lainnya karena berada di tengah-tengah jalan.

“Kalau yang kasih ubin-ubin [warna merah] katanya pengusaha dari Tipes. Ubin-ubin sebagai penanda di tempat tersebut ada makam,” Kata dia.



Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom