Bunga youtan poluo (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Bunga youtan poluo begitulah sebutannya. Sebutan itu artinya bunga dari surga meski tiap negara punya penyebutan yang berbeda-beda. Di Indonesia disebut bunga udumbara dan di beberapa negara Asia lain dikenal udonge.

Bunga youtan poluo yang langka ini disebut tanaman dari surga karena konon jarang bisa tumbuh di bumi dan butuh 3.000 tahun untuk tumbuh. Bila bunga lain kerap diklaim sebagai ciri khas suatu negara, tidak demikian dengan bunga ini.

Belum ada negara yang mengklaim menjadi pemilik bunga ini karena tersebar di seluruh dunia. Bunga ini kecil nan indah dengan warna putih ini hanya bisa dideteksi dengan lensa pembesar.

Sebagaimana dilansir dari laman indonesia.go.id, punya keharuman yang bisa menyebar dan memenuhi area yang luas. Bunga dari surga ini dapat hidup di mana saja, tidak hanya di tanah, kayu, kaca, bahkan di logam sekali pun tetap bisa bertahan, ia tumbuh menempel seperti parasit.

Bunga ini juga tangguh di segala cuaca dan semua tempat baik suhu panas, lembab, atau dingin. Harum bunga ini bisa melebihi harum dari parfum. Bila ditaruh dalam ruangan, aromanya menyebar hingga waktu yang lama.

Secara tampilan, bunga youtan poluo terlihat kurang menarik. Tapi ketika mencium aroma yang memikat, penampilan bunga punya keunikan tersendiri. Dengan segala keunikannya, bunga yang disebut-sebut dari surga ini sering dihubungkan dengan mitos membawa keberuntungan.

Youtan poluo atau bunga udumbara ini kali pertama ditemukan Ding, petani dari Provinsi Liaoning timur laut China pada 2007. Ketika itu, dia mendapatkan sekitar 38 bunga udumbara di beberapa pipa logam di kebunnya.

Bunga youtan poluo juga pernah ditemukan di Taipei Chen Guodong yang tumbuh mekar di halaman rumah seorang warga. Masyarakat pun antusias melihat bunga langka tersebut. Dengan batang yang sangat minimalis dan bentuk bunga yang sangat kecil, bunga youtan poluo terlihat seperti rapuh. Namun, bunga tersebut memiliki karakter yang kuat.

Penemuan lain terjadi pada tahun 2010. Seorang biarawati China, Miao Wei, yang tinggal di Gunung Lushan, menemukan bunga yang beraroma harum ini di bawah mesin cucinya. Awalnya dia berpikir itu hanyalah serangga. Keesokan harinya ternyata bunga itu tumbuh mekar dengan aroma yang memenuhi ruangan.

Fenomena bunga udumbara yang paling terkenal terjadi pada 1997 di Chonggye-sa Temple di Seoul, Korea Selatan. Bunga surga ini tumbuh dan berkembang di dahi patung Buddha. Terlihat indah tumbuh di wajah patung suci tersebut dan membuat bunga ini pun terlihat sangat istimewa.

Peristiwa ini menjadi viral di seluruh dunia, karena pada 1997 itu merupakan 3.024 tahun sejak Budhisme muncul pertama kali. Menurut kitab-kitab kuno, terakhir kali bunga youtan poluo tercatat mekar sebelum kelahiran Budha Gautama.

Dalam mitologi Buddha, bunga udumbara adalah bunga pembawa keberkahan yang jika ditemukan akan membawa keberuntungan bagi sang penemu. Dalam legenda Buddha kehadiran bunga udumbara dikaitkan dengan akan datangnya Raja Suci Pemutar Roda sang Pelurus Dharma (hukum moral) di dunia.

Dalam tulisan suci Budhiisme juga disebutkan bahwa raja tersebut akan menerima siapa pun dari setiap afiliasi agama dan menawarkan keselamatan bagi semua orang melalui belas kasih.

Disimpan Bertahun-Tahun

Di Indonesia, bunga ini pernah membuat gempar Jimbaran, Bali pada 2016 lalu. Kadek Suardana menemukannya di gagang pintu dan ranting pohon jeruk miliknya. Percaya akan keberuntungan, pria ini pun menyimpan bunga tersebut selama bertahun-tahun. Karena keyakinannya, maka keberuntungan tersebut pun terwujud.

Menurut Suardana, semenjak menyimpan bunga dari surga ini, ekonomi keluarganya mengalami peningkatan. Sayangnya, bunga ini tak bisa dikembangbiakan, karena belum ada penelitian yang dapat mengembangkan bunga langka ini. Selama ini, mereka yang menemukan bunga udumbara dianggap telah menemukan keberuntungan.

Bunga dengan ukuran satu sampai dua milimeter ini tak mudah terlihat dengan mata normal. Kecuali melihatnya dengan mendekatkan mata kita. Secara kasat mata, tumbuhan ini nampak seperti telur cacing. Setelah dilihat dengan lensa kamera atau mikroskop, tumbuhan unik ini memiliki tampilan yang menyerupai jamur.

Ini pun yang terjadi pada Rizki Amelia yang takjub melihat dinding dalam pintu berbahan baja ruang kerja di percetakan miliknya di daerah Kelurahan Guntung Manggis, Kabupaten Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Bunga udumbara berbentuk subur dan mirip seperti jamur, mengeluarkan cahaya putih dan beraroma harum. Jika sudah mekar, bunga ini dapat bertahan lama, hingga sampai satu tahun.

Meski sudah banyak orang yang menemukan bunga yang konon hanya disebutkan dalam beberapa kitab suci kuno, namun berdasarkan laporan para peneliti menyebutkan bahwa bunga surga pembawa keberuntungan tersebut sejatinya adalah telur hewan Green Lacewings.

Telur hewan ini memang unik. Bentuknya yang serupa dengan bunga udumbara ini pun menempel pada ranting dan dedaunan. Meski terlihat mirip, belum ada ilmuan yang berhasil memecahkan dan memastikan apakah udumbara dalam mitos ini adalah telur hewan.

Jika melihat bagaimana bentuk telur ini di laman Google, memang sekilas telur hewan ini mirip bahkan terlihat sama dengan bunga udumbara. Padahal induknya memang sengaja menggantungkan telurnya dengan seutas sutera, untuk melindungi sesama saudara kandungan larva.

Indung telur ini menaruh telurnya dekat dengan sumber makanan, bertujuan jika larva menetas akan mempermudah menyantap makanan. Larva sayap jala hijau ini atau Green Lacewings, terbilang ganas, karena menyerang apa pun yang hidup.

Mereka dapat memuncratkan cairan pencernaan dan mencairkan kutu hanya dalam hitungan waktu tidak lebih dari dua menit. Bagi kita manusia, tidak perlu khawatir, karena meski telur ini terbilang ganas tapi tidak membahayakan manusia. Dan kisah tentang bunga dari surga pun masih terus menjadi misteri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten