Miris! Warga di Bali Ini Tarik Air Danau Demi Bisa Minum & MCK

Sejumlah warga desa di Pulau Dewata Bali mengalami krisis air bersih selama bertahun-tahun.

 TNI memasang pompa untuk akses air bersih di lima desa di Bali hasil kerja sama Kodam IX Udayana dengan Shopee pada Juli 2021 (ANTARA/HO-ISTIMEWA)

SOLOPOS.COM - TNI memasang pompa untuk akses air bersih di lima desa di Bali hasil kerja sama Kodam IX Udayana dengan Shopee pada Juli 2021 (ANTARA/HO-ISTIMEWA)

Solopos.com, BULELENG —  Pulau Bali adalah salah satu destinasi wisata terfavorit di dunia yang dijuluki sebagai Pulau Dewata. Namun, siapa sangka di balik keindahannya ada duka yang dirasakan sejumlah warga di desa yang mengalami krisis air bersih selama bertahun-tahun.

PromosiKuda Era Diponegoro, Soekarno Hingga Menjadi Tugu di Kantor Prabowo

Salah satu wilayah yang merasakan permasalahan akses air bersih itu adalah Desa Wanagiri di Kabupaten Buleleng. Salah satu tokoh masyarakat Desa Wanagiri, Nyoman Widiada, mengatakan desanya sering kali mengalami krisis air bersih karena kesulitan akses.

Baca juga: Tanggul Sungai Dawe Jebol, Rumah dan Jalan di Kudus Terendam Banjir

Nyoman menjelaskan warga desa yang berada di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.200 mdpl itu harus memanfaatkan air dari Danau Buyan. Padahal danau tersebut jaraknya cukup jauh dari permukiman warga.

Demi mendapatkan air bersih, warga harus menarik air dari Danau Buyan dengan mesin lempar. Warga desa secara mandiri maupun berkelompok, menggunakan biaya masing-masing membeli mesin pompa dan bensin untuk menjalankan mesin yang hanya mampu menarik air sejauh 400 meter.

“Untuk mendapatkan air bersih, warga Desa Wanagiri harus naik turun gunung dengan kemiringan 80 derajat hanya untuk mendapatkan air dari mesin pompa. Dengan jarak tempuh cukup jauh dan medan yang berat, mereka harus mengambil air bersih ini tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga saja,” jelas Nyoman seperti dilansir Antara, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: 5 Objek Wisata Bali Ini Wajib Dikunjungi 

Permasalahan itu menjadi dilema tersendiri yang dihadapi warga desa. Air dari Danau Buyan itu mereka gunakan untuk berbagai kebutuhan seperti minum, kebutuhan rumah tangga seperti mandi dan memasak, serta kebutuhan pertanian dan peternakan.

Guna mengatasi persoalan jarak tempuh yang jauh dan medan yang berat tadi akhirnya warga Desa Wanagiri harus membeli air galon. Mereka biasanya merogoh kocek sekitar Rp12.000 demi memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

“Kasihan juga melihatnya tapi mau bagaimana lagi, dari pada membahayakan mereka untuk setiap hari menjalani medan berat,” kata dia.

Baca juga: Kekeringan Terus, Kini Krisis Air di Pemalang Wis Beres

Kondisi itu tidak hanya dialami oleh warga Desa Wanagiri. Kejadian serupa juga terjadi di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, Desa Penglumbaran, Kabupaten Bangli, Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, serta Desa Tembeling di Kabupaten Klungkung. Warga di empat desa tersebut juga kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Warga Desa Rendang kesulitan memperoleh air bersih karena terbatasnya sumber air dan lokasi desa yang berada di ketinggian dengan kondisi kontur tanah kering. Berbagai faktor tersebut membuat masyarakat harus melewati jalan berkelok dengan beban air jika ingin mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Baca juga: Industri Pariwisata Bali Dilibatkan Dorong Wisata ke Borobudur

Sementara itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan Yayasan IDEP Selaras Alam atau IDEP Foundation, termasuk di Desa Penglumbaran, menemukan fakta bahwa muka air tanah di beberapa wilayah di Bali, terutama di bagian selatan telah mengalami penurunan hingga lebih dari 50 meter dalam waktu kurang dari 10 tahun.

Krisis air bersih di Bali juga berdampak terhadap petani di Desa Tampaksiring. Kondisi itu mengakibatkan petani kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk sawah mereka.

Salah satu yang bisa dibilang cukup beruntung dibandingkan empat desa lain adalah Desa Tembeling yang mempunyai sumber air. Meski demikian, lokasi sumber air tersebut cukup jauh dari permukiman dan medannya yang curam. Warga yang hendak mengambil air harus menuruni ratusan anak tangga.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Klaim Legawa Dikritik, Anies: Itu Penting Bagi Pemerintah

Anies Baswedan termasuk kepala daerah yang sering dihujani kritik setiap ada permasalahan di Ibu Kota.

Kasus Kerangkeng Bupati Langkat Belum Jelas, Ini Kata Kapolda Sumut

Kasus penemuan kerangkeng manusia di kompleks rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin, di Desa Tengah, Kabupaten Langkat belum menemukan titik terang.

+ PLUS Pelegalan Ganja di Thailand, Antara Blunder dan Solusi Kesehatan

Upaya Dewan Narkotika Thailand mempersilakan warganya menanam ganja di rumah bisa jadi blunder bila tidak dibarengi penegakan aturan hukum secara optimal.

Kisah Veronika Andrews, Alumnus FISIP UNS yang Berkarier di Boeing

Veronika mengawali kariernya di Boeing pada tahun 2007. Waktu itu Vero diterima sebagai Data Management Specialist Boeing dengan sistem kontrak.

Terkini Soal Bentrok Sorong Papua, Tim DVI Polri Identifikasi 17 Korban

Tim DVI Mabes Polri mulai mengidentifikasi 17 jenazah korban pembakaran karaoke Double O Sorong saat pertikaian dua kelompok warga di Kota Solo pada Selasa (25/1/2022).

Irjen Kemendagri Minta APIP Daerah Kawal Penyusunan LPPD

Bimbingan teknis Reviu Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) ini ditujukan bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Daerah.

Pak Harto Trending Topik, Netizen Kenang Zaman Dulu Serba Murah

Pak Harto menjadi trending topic di Twitter pada Kamis (27/1/2022) atau tepat 14 tahun peringatan hari dia wafat.

Hadiri Kuliah Tamu, Alumnus Ajak Mahasiswa UNS Kerja di Boeing

Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menjalin kerja sama dengan perusahaan penerbangan internasional Boeing untuk mengadakan kuliah tamu.

Update! Teror KSB di Pos Gome Papua, 3 Prajurit Yonif 408/SBH Gugur

Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Taufan Gestoro, menyampaikan tiga prajurit TNI gugur dalam baku tembak di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (27/1/2022).

+ PLUS Food Estate Rawan Menjadi Cultuurstelsel Baru

Proyek food estate sebagai upaya mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional berdampak proletarisasi petani meluas dan rawan menjadi tanam paksa jenis baru.

Rusia Berpotensi Invasi Ukraina, Inggris Siap Kerahkan Pasukan

Inggris sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan ratusan tentara ke kawasan Eropa Timur dalam menghadapi kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina.

+ PLUS Kekuatan Super Netizen Indonesia yang Jatuhkan Mental Garuda Pertiwi

Skuat Garuda Pertiwi merasakan keganasan komentar netizen Indonesia hingga membuat mental mereka jatuh sebelum bertanding di Piala Asia Wanita.

Pos Gome Papua Diserang KSB, Dua Prajurit TNI Meninggal

Sebanyak dua prajurit TNI meninggal dampak serangan KSB ke Pos TNI di Bukit Tepuk, Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis (27/1/2022) pagi.

Terkini, Kata Warga Soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Ratusan warga mendatangi kerangkeng di rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin, di Desa Raja Tengah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

+ PLUS Petani Belum Menjadi Subjek Utama Proyek Nasional Kedaulatan Pangan

Berdasar pengalaman dan realitas sepanjang 2021 sistem pangan dan pertanian masih dalam kondisi rentan. Petani belum menjadi subjek utama narasi besar ketahanan pangan nasional.

10 Berita Terpopuler: Istana Pamularsih Semarang-Begal Payudara Sragen

Kabar bangunan tua yang dikenal dengan sebutan Istana Pamularsih di Kota Semarang dan pelaku begal payudara di Sragen menjadi berita terpopuler di Solopos.com Kamis (27/1/2022).