Miris, Taman Peninggalan Jokowi di Tepi Kali Anyar Solo Tak Terurus

Taman Sekartaji Solo yang merupakan peninggalan era Wali Kota Jokowi saat ini kondisinya kotor dan terkesan kurang terurus.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLOTaman Sekartaji yang berada di pinggir Kali Anyar Jebres, Solo, bisa dibilang merupakan peninggalan Presiden Jokowi karena diresmikan pada 2009 saat ayah dari Gibran Rakabuming Raka menjadi Wali Kota Solo.

Kini, kondisi taman tersebut cukup memprihatinkan. Taman ini bisa dibilang sebagai salah satu wujud visi Jokowi menata dan mengelola kawasan bantaran kali.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Dalam perjalanannya, Taman Sekartaji telah mengalami beberapa kali pembenahan untuk mempertahankan daya tarik atau pesonanya. Seperti pengerjaan proyek Ekoparian Taman Sekartaji pada 2021.

Proyek itu mengombinasikan restorasi sempadan sungai dengan kegiatan penurunan beban pencemaran, khususnya dari limbah domestik dan sampah. Dengan begitu Taman Sekartaji bisa menjadi pusat edukasi lingkungan dan ekowisata sungai.

Saat Solopos.com melihat peninggalan Jokowi di Solo itu, Jumat (5/8/2022) siang, kondisi ruang terbuka hijau itu tampak lengang dan kurang terus dengan baik. Hanya ada beberapa anak sekolah yang duduk-duduk santai di bagian dalam taman.

Baca Juga: Wah, Ada 1.000 Pohon Eucalyptus di Urban Forest Solo Peninggalan Jokowi

Sementara seorang laki-laki paruh baya tampak tertidur di salah satu gazebo. Angin yang bertiup semilir dan sejuknya suasana taman itu memang sangat nyaman untuk bersantai dan bikin mengantuk.

Bahkan bila dalam kondisi benar-benar capai, bisa dengan mudah tertidur di taman itu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Gatot Sutanto, tidak menampik selama ini Taman Sekartaji kurang dikelola dengan baik, sehingga terkesan kotor.

“Yang pertama kan memang personel kurang. Hanya ada satu orang yang kami tugasi mengawasi dari jembatan sampai ujung timur dekat Pedaringan. Tidak ada kantor, hanya petugas yang datang ke situ rutin setiap harinya,” tuturnya.

Baca Juga: Pembuatan Ornamen Batik di Ekoriparian Taman Sekartaji Jebres Solo

Kolaborasi dengan SAR

Namun saat ini DLH Solo sedang menggagas kerja sama pengelolaan Taman Sekartaji dengan anggota Search and Rescue (SAR) dan sukarelawan. Dengan begitu diharapkan kawasan taman peninggalan era Wali Kota Solo Jokowi itu bisa lebih terurus dan lebih bersih.

“Coba kolaborasi, kami serahkan pemeliharaan ke Tim SAR, relawan, agar ikut mengelola dan mengawasi. Juga halte kami geser 10 meter-20 meter ke timur. Memang perlu fasilitas halte, tapi kalau di depan gapura, plasa kan tidak bagus,” urainya.

Halte baru, menurut Gatot, sudah dibuat secara sederhana dengan ukuran yang lebih kecil. “Kami buatkan semacam halte minimalis, kami fasilitasi, sudah dikasih pergola, belum tempat duduknya. Karena anggaran tak ada,” katanya.

Baca Juga: Pembangunan Ekoriparian Sebagai Kawasan Ekowisata Bantaran Sungai

Disinggung anggaran pemeliharaan Taman Sekartaji, Gatot mengaku tidak hafal. Sebab anggaran pemeliharaan taman berlaku untuk semua taman yang dikelola DLH Solo, mulai dari bibit, bahan bangunan, pengecatan, atau peralatan listrik.

“Kerja sama dengan SAR, konsep sedang dibuat, kemarin ada IPAL Ekoparian. Kami dengan relawan nanti ramaikan dengan kegiatan edukasi misalnya pelatihan SAR, edukasi pembibitan, pertolongan pertama, meluncur dan sebagainya,” ujar dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

    Espos Plus

    Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    + PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

    Berita Terkini

    Daftar Kekosongan Jabatan Perangkat Desa di Eks Kawedanan Kota Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Kota Klaten.

    Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Gondang Winangun Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Gondang Winangun, Klaten.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perangkat Desa di Eks Kawedanan Pedan Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Pedan, Klaten.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Jatinom Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Jatinom, Klaten.

    Rumah dan Kandang di Tanon Sragen Terbakar, 1 Ekor Sapi Terpanggang

    Rumah dan kandang ternak milik warga Dukuh Dayan, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terbakar pada Minggu (7/8/2022).

    Meriah! Ratusan Orang Kunjungi Bedoro Festival Fair Sambungmacan Sragen

    Ratusan orang menghadiri Bedoro Festival Fair yang diselenggarakan di Lapangan Tunjungsemi, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Minggu (7/8/2022).

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Delanggu Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Delanggu, Klaten.

    Malam Puncak Grand Final Putra Putri Solo 2022, Meriah tapi Khidmat

    Malam puncak grand final pemilihan Putra Putri Solo 2022 di Balai Kota Solo berlangsung meriah dihadiri Puteri Indonesia Lingkungan 2022 Cindy May McGuire.

    Kisah Sukses Penjual Kesemek Selo Boyolali, Tembus Pasar Singapura

    Kisah sukses ini berasal dari Rina dan keluarganya di Desa/Kecamatan Selo, Boyolali yang kesehariannya berjualan buah kesemek.

    Alasan DLH Solo Usulkan CFD Tanpa Pedagang, Hanya Masalah Sampah?

    Persoalan rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu alasan DLH Solo usulkan CFD tanpa pedagang.

    Bakal Ditutup Total 3 Bulan, Begini Pengaturan Lalin Simpang Joglo Solo

    Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas saat simpang Joglo, Banjarsari, Solo, ditutup total selama tiga bulan.

    Jadi Ikon Desa! 14 Kelompok Ikuti Festival Gejog Lesung Barepan Klaten

    Sebanyak 14 kelompok mengikuti Festival Gejog Lesung yang digelar di Pendapa Alun-alun Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten, Minggu (7/8/2022) siang.

    Wah, Pelopor Karawitan Jangglengan Sukoharjo Ternyata Penjual Bakso

    Munculnya kelompok karawitan di Desa Jangglengan, Nguter, Sukoharjo, dipelopori oleh seorang warga yang pernah merantau di Bandung sebagai penjual bakso.

    Simpang Joglo Solo Ditutup 3 Bulan untuk Rel Layang, Catat Jadwalnya!

    BTP Jabagteng telah menyiapkan linimasa pembangunan rel layang di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, yang salah satunya berdampak penutupan total simpang tujuh itu selama tiga bulan.

    Pengumuman! Ndarboy Genk Manggung di Stadion Trikoyo Klaten Malam Ini

    Ruas Jl. Pemuda Klaten bakal diberlakukan dua arah, Minggu (7/8/2022) pukul 18.00 WIB-24.00 WIB.