Warga beserta petugas mendatangi lokasi penemuan mayat seorang petani yang meninggal karena tersengat listrik jebakan tikus di Desa Banjarsari, Kabupaten Madiun, Jumat (10/1/2020). (Istimewa-Polsek Nglames)

Solopos.com, MADIUN — Seorang petani ditemukan sudah tidak bernyawa di area persawahan Dusun Bajang di Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jumat (10/1/2020) dini hari. Petani bernama Danu itu meninggal dunia diduga karena tersengat listrik jebakan tikus yang ia pasang sendiri.

“Benar tadi ada laporan dari warga yang menemukan seorang petani dalam kondisi tidak bernyawa di sawah,” kata Kapolsek Nglames, AKP Nuryadi, Jumat pagi.

Sebelumnya petani asal Dusun Bajang itu pada Kamis (9/1/2020) memasang jebakan listrik untuk membunuh tikus di sawahnya. Kemudian pada malam harinya, Danu pergi ke sawah untuk melihat hasilnya. Demikian keterangan sejumlah saksi kepada polisi.

Mayat Danu pertama kali ditemukan oleh Murjito yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Ia itu melihat genset dalam keadaan hidup dan di dekatnya ada sepeda motor milik Danu.

“Murjito sempat melihat ke sawah dan memang tidak ditemukan Danu,” jelas Kapolsek.

Lantaran curiga, Murjito kemudian menuju ke rumah Danu untuk menanyakan keberadaan tetangganya itu. Ternyata Danu sudah tidak ada di rumah sejak sore.

“Saksi mengajak satu warga lain untuk mengecek sawah korban. Saksi pun mencari di berbagai lokasi,” kata Nuryadi.

Setelah beberapa saat mencari, saksi akhirnya menemukan petani berusia 56 tahun itu telah tergeletak tidak bernyawa di sawah. Saat ditemukan kondisinya sudah kaku dan di bagian telunjuk ibu jari tangan mengalami luka bakar.

Hasil pemeriksaan tim medis, Danu meninggal dunia karena tersengat listrik yang diduga dari jebakan tikus yang ia pasang. Tidak ditemukan bekas kekerasan maupun penganiayaan di tubuh pria paruh baya itu.

“Keluarga korban sudah menerima hal itu sebagai musibah. Jenazah telah dimakamkan,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten