Miris! Lokasi Tengah Kota, SDN Sriwedari Solo Terancam Tak Dapat Murid

SDN Sriwedari No 197 Solo yang berlokasi tengah kota terancam tak dapat murid baru pada PPDB tahun ajaran 2022/2023 ini.

 SDN Sriwedari No 197 yang berlokasi di Jl Kebangkitan Nasional, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo. Foto diambil Kamis (30/6/2022) (Solopos/Afifa Enggar Wulandari)

SOLOPOS.COM - SDN Sriwedari No 197 yang berlokasi di Jl Kebangkitan Nasional, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo. Foto diambil Kamis (30/6/2022) (Solopos/Afifa Enggar Wulandari)

Solopos.com, SOLO — SDN Sriwedari No 197, Laweyan, yang lokasinya bisa dibilang di tengah Kota Solo menjadi salah satu sekolah yang terancam tak dapat murid baru pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB tahun ajaran 2022/2023.

Pantauan Solopos.com melalui laman ppdb.surakarta.go.id, Kamis (30/6/2022) pukul 17.00 WIB, hanya ada dua calon siswa yang masuk dalam data pendaftar SDN Sriwedari No 197. Dua pendaftar itu pun menempatkan SDN Sriwedari No 197 sebagai pilihan kedua.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Artinya, jika dua pendaftar tersebut diterima di pilihan pertama dan melakukan daftar ulang, maka dapat dipastikan SDN Sriwedari No 197 Solo tak dapat murid satu pun. Kepala SDN Sriwedari No 197, Bambang Suryo Riyadi, mengatakan lokasi sekolah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sedikitnya pendaftar.

Sistem zonasi menjadi faktor kedua. Sistem zonasi memprioritaskan jarak domisili siswa dengan sekolah yang dipilih. Sementara SDN Sriwedari No 197 letaknya jauh dari lingkungan perumahan warga.

“Zonasi itu ya dan selain itu di lingkungan sini perhotelan, kantor, GOR, stadion, kan otomatis seperti tak ada perkampungan. Ada perkampungan pun jauh di sana. Di sini belakang sekolahan hanya kecil kampungnya,” tuturnya saat ditemui Solopos.com di sekolah, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: Hanya 9 Pendaftar di SD Cinderejo 193 Gilingan Solo, Kasek: Bismillah!

Ia mengatakan sejak diterapkan sistem zonasi jumlah siswa SDN Sriwedari No 197 Solo dari tahun ke tahun cenderung menurun, bahkan tahun ini terancam tak dapat murid. Saat ini hanya ada lima siswa kelas I, tiga siswa kelas II, dan delapan siswa kelas III.

“Sebelum ada zonasi ya memang sedikit. Ketambahan ada zonasi kan. Yang banyak dari kelas III ke atas. Kelas VI ada 19 siswa,” tuturnya. Meskipun di utara Jl Slamet Riyadi masih masuk wilayah administratif Kelurahan Sriwedari, menurut Bambang, warga wilayah tersebut lebih memilih sekolah di utara Jl Slamet Riyadi.

Akses Transportasi

Menurutnya, orang tua juga akan mempertimbangkan akses transportasi anak dari rumah ke sekolah, misalnya menghindari jalan raya. “Walau pun di utara rel itu Kelurahan Sriwedari, tapi orang tua mau menyekolahkan ke sini ya hitung-hitung. Jauh dan harus nyeberang jalan, otomatis dekat dengan Kestalan atau Tumenggungan,” tuturnya.

Baca Juga: PPDB Solo: 20 SD Negeri Kekurangan Murid, Ini Solusi Dari Disdik Solo

Ia mengaku telah mendengar rencana regrouping SDN Sriwedari No 197 dengan sekolah terdekat. Namun belum ada kepastian kapan regrouping akan direalisasikan. Sementara dalam empat tahun terakhir, jumlah siswa di sekolahnya selalu di bawah 10 orang.

Sedikitnya siswa SDN Sriwedari No 197 Solo juga memengaruhi orang tua dalam menentukan pilihan sekolah hingga tahun ini terancam tak dapat murid baru. Apalagi jika ternyata rencana regrouping sudah sampai di telinga mereka.

“Memang rencana dari dinas akan regrouping. Tapi ya belum tahu realisasinya kapan. Yang pasti kalau ada rencana rencana regrouping ya masyarakat memilih untuk tidak sekalian daftar. Meski belum disampaikan resmi, tapi masyarakat mungkin sudah tahu,” tuturnya.

Baca Juga: Puluhan SD Negeri di Solo Kekurangan Siswa, Ada yang Dapat 2 Pendaftar

Bila regrouping dilakukan, satuan pendidikan SD terdekat dari SDN Sriwedari No 197 adalah SDN Panularan di Jl Raja Manggala No 7, Panularan, Laweyan, yang berjarak 900 meter. Bambang mengatakan Dinas Pendidikan Solo sempat membicarakan rencana tersebut dengannya.

Bahkan mereka juga diketahui sudah melihat kondisi SDN Sriwedari No 197 dan SDN Panularan. “Yang paling dekat ya ke Panularan ya. Dinas juga sudah melihat kondisi sana,” imbuhnya.

Nasib sama juga dialami SDN Cinderejo 193 Kelurahan Gilingan dan SDN Tumenggungan di Kelurahan Timuran. Mereka juga hanya mendapatkan pendaftar kurang dari 10 orang. Jumlah tersebut juga tidak semuanya menempatkan sekolah tersebut pada pilihan pertamanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      + PLUS Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      Penerbitan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu bisa menjadi antiklimaks penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu.

      Berita Terkini

      Tiap Hari Wong Sragen Beli 57 Kendaraan Bermotor Anyar

      Pembelian kendaraan baru oleh warga Sragen pada 2021 mencapai 1.702 unit per bulan atau 56-57 unit per hari.

      Desa Ibunda Jokowi di Boyolali Absen jadi Percontohan IF, Kenapa?

      Desa masa kecil ibunda Presiden RI, Joko Widodo, yakni Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali menjadi daerah percontohan program unggulan kementerian pertanian dengan nama Integrated Farming (IF) pada 2021.

      Sewindu FSRD UNS Solo, Ada Pameran Internasional hingga Kompetisi Lho

      FSRD UNS Solo memperingati Dies Natalis kedelapan atau sewindu dengan berbagai kegiatan mulai dari pameran internasional hingga kompetisi seni.

      Sampah Berserakan Seusai Karnaval Karanganyar, Pramuli Jadi Solusi

      Sampah berserakan setelah Karnaval Jalan Kaki Pemkab Karanganyar usai. Beruntung ada Pramuka Peduli (Pramuli) Karanganyar dan sukarelawan lain yang mau terjun turun tangan memungut sampah-sampah yang berserakan.

      Pemanfaatan Aset BUMDes Girimarto, Kejari: Tak Perlu Tunggu Putusan

      Pemanfaatan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Lenggar Bujo Giri tidak perlu menunggu putusan pengadilan.

      Sukoharjo Gudangnya Tanaman Obat dan Kosmetik, Ini Daftar Lokasinya

      Penanaman biofarmaka di Sukoharjo tersebar di 12 kecamatan. Daerah Sukoharjo Selatan  seperti Nguter, Tawangsari, Bulu dan Bendosari menjadi lokasi persebaran terbanyak tanaman biofarmaka.

      Kuasa Hukum Ahli Waris: Silakan Bersih-Bersih Sriwedari Solo, Tapi...

      Kuasa hukum ahli waris tanah Sriwedari, Solo, mempersilakan Pemkot melakukan bersih-bersih kawasan tanah sengketa itu, tapi juga mengingatkan ihwal putusan pengadilan.

      Walah, Proyek Rel Layang Joglo Solo Munculkan Lokasi Kemacetan Baru

      Pengerjaan tahap II proyek rel layang memunculkan lokasi kemacetan baru di Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo.

      Penjual Jamu di Nguter Sukoharjo Bungah Banget, Ini Penyebabnya

      Bahan baku jamu tradisional di Sukoharjo terbilang mencukupi  meskipun beberapa diambilkan dari daerah lain. Oleh karena itu, penjual bahan baku jamu tidak perlu mengimpor untuk mencukupi kebutuhan penjualan.

      Ada Fashion Show Batik Ciprat Karya Disabilitas di Karnaval Wonogiri

      Batik ciprat buatan penyandang disabilitas asal Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, turut ditampilkan saat karnaval kebangsaan di Kecamatan Kismantoro, Kamis (18/8/2022).

      Soto Budhe Djiman Boyolali, 31 Tahun Gratis untuk Anak Yatim Piatu

      Pasangan suami istri pemilik Warung Soto Budhe Djiman, Jiman, dan Sri Arbaini, selalu menggratiskan makan dan minum bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu sejak tahun 1991.

      Pengusutan Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo Lanjut, Ada Tersangka Lain?

      Meski sudah menetapkan dua tersangka, penyidik Polresta Solo memastikan penyidikan kasus jual beli lahan makam Bong Mojo masih terus berlanjut.

      Soal Sriwedari Solo, Gibran Disarankan Konsultasi ke Kementerian Ini

      Pemkot Solo disarankan untuk berkonsultasi ke pemerintah pusat sebelum melakukan upaya penataan di lahan kawasan Sriwedari.

      Banyak Ditemukan di Wonogiri Bagian Selatan, Ini Manfaat Tanaman Sorgum

      Wonogiri bagian selatan dinilai menjadi sentra produksi tanaman sorgum.

      Murah dan Segar Soto Kuah Rempah Budhe Djiman di Nogosari Boyolali

      Menikmati kuliner legendaris yakni Warung Soto Budhe Djiman milik Jiman yang berdiri sejak 1991 di Dusun Nogosari Baru, Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.