Miris, dari Pacaran Hingga Rudapaksa Pernah Terjadi di Kuburan Gunung Banyak
Kompleks kuburan China di Gunung Banyak Sragen. (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN -- Kompleks Kuburan Gunung Banyak di RT 18, Dukuh Girimulyo, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, tak hanya kerap jadi lokasi pacaran muda-mudi dimabuk asmara. Lebih dari itu, kompleks makam khusus warga China itu juga pernah dijadikan lokasi mesum hingga aksi pemerkosaan.

Pada September 2020 lalu, jajaran Polres Sragen berhasil menangkap seorang predator anak di bawah umur bernama Indrawan, 21. Buruh tani asal RT 29, Dukuh Kalidoro, Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Sragen, itu nekat merudapaksa tiga gadis di bawah umur di kompleks kuburan China Gunung Banyak.

Aksi bejat pelaku itu terungkap setelah keluarga salah seorang korban, HN, 15, melapor polisi. Kepada polisi, pelaku mengaku sudah tiga kali memperkosa korbannya yang rata-rata masih pelajar SMP-SMA itu. Salah satu korbannya berasal dari luar Sragen. Ketiganya sama-sama diperkosa di kompleks makam Gunung Banyak.

Baca Juga: Muda-Mudi Pacaran di Kuburan China Gunung Banyak Sragen, Ada yang Mesum

Tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) subsider Pasal 82 ayat (1) Jo. Pasal 76 e UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sudah Patroli Rutin

Kapolsek Tangen, AKP Zaini, tidak memungkiri kompleks Kuburan Gunung Banyak biasa menjadi lokasi pacaran, aksi mesum bahkan tindak kriminal seperti pencabulan atau perkosaan. Polisi bersama TNI dan petugas trantib Kecamatan Tangen sebetulnya sudah rutin menggelar patroli di Gunung Banyak.

“Minimal dua kali dalam sebulan kami datang ke sana. Sebagian pasangan tertangkap tangan. Sebagian lagi lari. Ada yang diam saja waktu kami datang. Mereka lalu kami bawa ke Mapolsek Tangen untuk diberi pembinaan. Mereka baru dibolehkan pulang setelah dijemput orang tua. Kalau berstatus pelajar ya harus dijemput pihak sekolah,” ujar Zaini, kepada Solopos.com, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Ish Ish... Kuburan China di Gunung Banyak Sragen Sering Dipakai Pacaran

Ia menjelaskan pasangan tidak resmi yang biasa diciduk polisi di Kuburan Gunung Banyak umumnya masih ABG yang duduk di bangku SMP-SMA. Akan tetapi, polisi juga pernah menjumpai seorang janda dengan pria yang bukan pasangan resminya. Kebanyakan dari mereka berasal dari luar Sragen, seperti Grobogan dan Ngawi. “Terakhir, kami menggelar razia pada Tahun Baru. Ada sepasang yang kami tangkap. Pasangan pria dari Ngrampal [Sragen], pasangan wanita dari Gabus [Grobogan],” jelas Zaini.

Razia Tak Bikin Kapok

Meski kerap jadi sasaran razia, Zaini menyebut selalu ada saja pasangan muda-mudi yang berpacaran di Gunung Banyak. Mereka seakan cari-cari kesempatan saat polisi tidak menggelar razia. Ia mengaku tidak habis pikir mengapa kuburan menjadi pilihan mereka untuk lokasi pacaran.

“Harus diakui, memang banyak kuburan China itu dibangun mewah di lahan yang luas. Satu makam luasnya bisa 3 x 5 meter. Kalau untuk makam orang Jawa, mungkin bisa muat 20 jenazah. Bangunan makam China memang dibangun menarik dan bersih seperti taman. Karena lokasinya sepi, itu jadi lokasi nyaman buat mereka. Dalam situasi sepi, apa pun bisa dilakukan,” papar Zaini.

Baca Juga: Terungkap, Pemerkosa 3 ABG di Kuburan Gunung Banyak Sragen Punya Fantasi Tak Baik

Kompleks Makam Gunung Banyak memiliki luas sekitar 2 hektare. Bagian pinggir makam itu sudah dikelilingi pagar. Akan tetapi, gerbang utama makam itu justru tidak diberi pagar. Hal itu memudahkan warga keluar masuk kompleks makam meski bukan untuk berziarah. “Lebih baik gerbangnya dikasih pagar. Tapi itu menjadi kewenangan Pemkab Sragen karena aset tanahnya milik kabupaten,” jelas Zaini.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom