Tutup Iklan

MIRAS MADIUN : Kuli Bangunan Asal Blitar Nekat Angkut 150 Liter Arak Jowo Pakai Mobil

MIRAS MADIUN : Kuli Bangunan Asal Blitar Nekat Angkut 150 Liter Arak Jowo Pakai Mobil

SOLOPOS.COM - Ilustrasi minuman keras (miras). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Miras Madiun, polisi menangkap kuli bangunan yang mengangkut arak jowo.

Solopos.com, MADIUN -- Seorang kuli bangunan berinisial GW, 41, warga Kabupaten Blitar nekat mengangkut minuman keras jenis arak jowo dalam mobil. Dia pun ditangkap polisi saat mengemudikan mobil itu di jalan raya Madiun-Surabaya, di dekat Bendungan Widas, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

"Dari tersangka polisi mengamankan 150 liter minuman keras yang disimpan dalam 15 jeriken ukuran besar berwarna biru," ujar Kepala Satuan Sabhara Polres Madiun AKP Sudiyono, di Madiun, Selasa (24/10/2017).

Dia menambahkan GW ditangkap saat anggota Satuan Lalu Lintas Polres Madiun melakukan patroli di jalan raya Madiun-Surabaya, tepatnya di dekat Bendungan Widas, Kecamatan Saradan.

Ketika itu, pelaku mengendarai mobil Daihatsu bernomor polisi AG-1584-KB. Polisi yang sedang patroli menghentikan mobil pelaku.

"Setelah memeriksa surat-surat kendaraan, polisi mencium bau alkohol. Ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan lima jeriken yang berisi minuman keras," kata dia.

Petugas Satuan Lalu Lintas lalu melimpahkan kasus minuman keras itu ke Satuan Sabhara guna penanganan lebih lanjut.

Akibat tindakannya, GW disangkakan melanggar pasal 19 huruf a,b,c, pasal 14 ayat (4) jo pasal 28 ayat 1,2, dan 3 Perda Kabupaten Madiun Nomor 5 tahun 2015 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol dengan ancaman tindak pidana ringan (Tipiring).

"Guna pemeriksaan lebih lanjut, tersangka beserta barang bukti 150 liter minuman keras diamankan di Mapolres Madiun," kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Anjlok Lagi, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Jumat 18 Juni 2021

Harga emas batangan 24 karat di Pegadaian pada hari ini, Jumat (17/6/2021) kembali turun, baik untuk cetakan UBS maupun Antam.

Solopos Hari Ini: Tarik Rem Darurat

Solopos edisi Jumat (18/6/2021) mengulas soal lonjakan kasus Covid-19 yang harus diatasi pemerintah. Tingginya angka kasus harian Covid-19 bisa membuat fasilitas kesehatan kolaps.

Aplikasi Simpati Diluncurkan, Isinya Informasi Lengkap Soal Wisata Sragen

Aplikasi Simpati bisa diakses melalui laman simpati.sragenkab.go.id serta juga bisa diunduh di playstore dengan nama Sragen Tourism.

Belgia Lolos ke 16 Besar, Ini Klasemen Grup B Euro 2020

Hasil ini membuat Belgia lolos ke 16 besar sementara Denmark hampir pasti tersingkir di fase grup.

Uposotha Mandala Puja, Ritual Perenungan Diri Umat Buddha

Ritual ini bernama upacara Uposotha Mandala Puja yang diadakan setiap dua kali sebulan pada tanggal satu dan tanggal lima belas  bulan lunar penanggalan Jawa.

Tertular Cacar Langka dari Kucing, Wanita Ini Terancam Buta

Kasus cacar sapi pada manusia meskipun langka namun berpotensi ada kasus serupa di masa depan.

De Bruyne Jadi Pembeda Belgia

Dengan kemenangan ini, Belgia pun menjadi tim kedua setelah Italia yang memastikan diri lolos ke babak 16 besar Euro 2020.

Pentingnya Membangun Impresi yang Baik Untuk Meraih Sukses

Cara membangun impresi yang baik dipaparkan dalam webinar bertajuk Making a Good Impression to be Impactful in New Normal Era.

Cetak Dua Gol, Denzel Dumfries Aktor Krusial di Balik Kemenangan Belanda

Bek kanan Belanda Denzel Dumfries mengguncang Euro 2020 dengan mencetak dua gol. Si "man-of-the-match" ini juga merancang dua gol lain lewat assist-nya.

Belanda 2-0 Austria: Makin Mantap, De Oranje ke 16 Besar Euro 2020

Untuk kali pertama dalam 13 tahun terakhir Belanda lolos ke-16 besar Euro setelah tersingkir pada fase grup Euro 2012 dan tidak lolos ke putaran final dalam edisi 2016 turnamen ini.

Jepang Segera Luncurkan Paspor Vaksin, Apa Itu?

Jepang segera meluncurkan paspor vaksin yang diperuntukkan pelancong Jepang dan akan diluncurkan mulai bulan depan.

Wali Kota Covid-19, 50 ASN Salatiga Swab Test

Sebanyak 50 aparatur sipil negara atau ASN di Kota Salatiga wajib menjalani pemeriksaan atau tes usap atau swab.