MIRAS BOYOLALI : Gemar Bikin Onar di RSUD Pandan Arang, Pemabuk Dibekuk
Warjiyanto, 29, (duduk di kursi membawa helm) diamankan polisi lantaran kerap mabuk dan mengancam karyawan RSUD Pandan Arang, Boyolali. (JIBI/Solopos/Istimewa)

Miras Boyolali, seorang warga Desa Mudal dibekuk aparat Polsek Boyolali Kota karena sering mabuk dan berulah.

Solopos.com, BOYOLALI -- Aparat Polsek Boyolali Kota membekuk Warjiyanto, 29, pemuda yang kerap bikin onar di kawasan RSUD Pandan Arang, Boyolali. Pemuda bertato tersebut dibekuk petugas saat teler akibat pengaruh minuman keras (miras).

Informasi yang dihimpun Solopos.com di Mapolsek Boyolali Kota, Selasa (27/12/2016), Warjiyanto merupakan warga Dukuh Kentingan, Desa Mudal RT 009/RW 003, Boyolali Kota. Dia dibekuk polisi beserta senjata tajam yang dibawanya, Senin (26/12/2016).

“Pelaku saat ini diamankan di Mapolsek Boyolali Kota untuk pengusutan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Boyolali Kota, AKP Setyo Budiyono, Selasa.

Setyo mengatakan penangkapan Warjiyanto berdasarkan laporan masyarakat. Selama ini, Warjiyanto dikenal kerap bikin onar di lingkungan RSUD Pandan Arang Boyolali. Terakhir, dia mencari-cari seorang petugas satpam RSUD dalam kondisi mabuk berat sambil menenteng senjata tajam.

“Saat itu, tersangka marah-marah dengan membawa sebilah parang dan kunci inggris,” jelasnya.

Ulah pemuda yang juga pengangguran ini membuat ketakutan karyawan dan pengunjung rumah sakit. Bahkan, sebagian pengunjung berlarian menyelamatkan diri.

Karyawan rumah sakit itu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Boyolali Kota. Begitu menerima laporan, petugas dipimpin Kanit Reskrim Ipda M. Arifin menuju lokasi.

Saat petugas tiba di lokasi, Warjiyanto tengah tidur di pos jaga RSUD Pandan Arang. Polisi langsung menggelandang pelaku ke Mapolsek.

“Kami juga mengamankan sebilah parang yang disembunyikan di balik bajunya. Tersangka marah dan mencari seorang petugas satpam RSUD karena sering mengingatkan tersangka yang mabuk.”

Kapolsek mengapresiasi peran serta masyarakat dalam mengatasi tindak kriminalitas di lingkungan mereka. Warga diminta tak sungkan atau takut untuk melaporkan setiap tindakan atau kejadian yang membuat resah masyarakat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom