Minyak tertekan permintaan BBM

SINGAPURA: Minyak mentah bergerak tipis setelah tertekan dari posisi tertinggi 6 bulan di US$60 per barel pekan ini, dipicu kekhawatiran pemulihan ekonomi global berpeluang terhenti.

Minyak mentah untuk pengiriman Juli diperdagangkan pada level US$58,72 per barel, naik 10 sen, di perdagangan elektronik after-hours di New York Mercantile Exchange pukul 11:06 di Singapura.

Minyak membalas penguatan sebelumnya setelah satu laporan pada 13 Mei menunjukkan penurunan penjualan eceran AS yang lebih rendah dari perkiraan, menambah kekhawatiran resesi akan lebih panjang. Minyak mentah juga tergelincir karena International Energy Agency kemarin memperkirakan kontraksi terbesar dalam pengunaan minyak dunia sejak 1981.

Departemen Energi AS melaporkan, total permintaan bahan bakar di AS rata-rata mencapai 18,2 juta barel/hari dalam 4 pekan yang berakhir 8 Mei, turun 7,9% dibandingkan dengan tahun lalu. Permintaan bensin berada di rerata 9 juta barel pada periode yang sama, turun 1,2% dibandingkan dengan setahun lalu.

IEA memangkas estimasi permintaan 2009 menjadi 83,2 juta barel per hari di tahun ini, turun 3% dari posisi 2008. Angka tersebut lebih rendah 230.000 barel per hari dibandingkan dengan perkiraan bulan lalu. OPEC dan Departemen Energi AS, pekan ini menurunkan prediksinya untuk 2009. (JIBI/Bisnis.com/Bloomberg)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom