Minta Tolong di Twitter, Ibu dan Anak Meninggal Terbakar di Apartemen
Ibu dan anak meminta bantuan di Twitter saat kebakaran berlangsung. (Daily Mail)

Solopos.com, YEKATERINBURG — Seorang ibu meminta bantuan lewat Twitter saat terjebak di apartemen yang terbakar. Dia ditemukan meninggal dunia bersama putrinya yang berusia tujuh tahun.

Ketahuan Pesta Seusai Divaksin Corona, Raffi Ahmad Akhirnya Buka Suara

Melansir Daily Mail, Rabu (13/1/2021) Natalya Belova, 38, dan putrinya, Vera, tujuh tahun, tewas dalam kebakaran gedung apartemen. Insiden kebakaran tersebut terjadi pada Selasa dini hari di blok apartemen Yekaterinbug, Rusia.

Tragedi itu dimulai sekitar pukul 03.00 waktu setempat pada Selasa (12/1/2021). Ketika sebuah apartemen di lantai dua gedung itu terkena api, dan mendorong penghuninya untuk mengungsi. Asap dengan cepat masuk ke dalam gedung melalui jendela dan sistem ventilasi, sebelum api menghalangi tangga utama.

Positif Covid-19 Boyolali Tambah 148 Orang Dalam 4 Hari, 167 Kasus Selesai

Natalya mulai mengirim serangkaian tweet putus asa selama 12 menit setelah jam 3 pagi, “Heeeeelp [Toloong],” kemudian “Kami terbakar, kami sekarat,” cuit selanjutnya. “Sebuah flat dilantai bawah terbakar, kami mati lemas, lantai 9, kita sekarat” pungkasnya.

Ibu dan anak yang terjebak di lantai paling atas bangunan tersebut juga mengirimkan foto wajahnya yang penuh dengan jelaga saat api dan asap mengepul melalui tangga gedung. Namun nahas, permintaan tolongnya sia-sia karena petugas pemadam kebakaran tidak dapat mencapai apartemen selama 49 menit.

9 Bulan Diadopsi, Anak Balita Disiksa Hingga Tewas

Natalya dan Vera akhirnya dinyatakan meninggal pada 05.5 pagi, termasuk dalam daftar delapan orang tewas dalam kebakaran tersebut.

Belum diketahui secara pasti berapa lama dia tersiksa setelah dia meminta tolong di Twitter, sebelum ibu dan anak tersebut tewas. Selain itu, penyebab pasti kematiannya juga belum terungkap. Suami Natalya, Maxim mengatakan bahwa tidak ada cara untuk menyelematkan mereka.

Sudah Halal, Aman, dan Efektif, Kenapa Masih Menolak Vaksin Covid-19?



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom