Minta Objek Wisata Dibuka, Asosiasi Pengelola Wisata Surati Pemkab Klaten

Para pengelola objek wisata meminta Pemkab Klaten segera mengizinkan pembukaan objek wisata meski dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan ketat.

 Suasana halaman Umbul Susuhan, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen sepi lantaran objek wisata tirta itu masih tutup, Selasa (21/9/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Suasana halaman Umbul Susuhan, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen sepi lantaran objek wisata tirta itu masih tutup, Selasa (21/9/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Para pengelola objek wisata meminta Pemerintah Kabupaten Klaten segera mengizinkan pembukaan objek wisata meski dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan ketat. Selama empat bulan terakhir, kondisi objek wisata mati lantaran tak diizinkan dibuka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, permintaan itu disampaikan Asosiasi Pengelola Wisata Tirta (Aswita) melalui surat ke pemkab. Inti dari isi surat itu yakni memohon objek wisata bisa diizinkan beroperasi kembali.

Salah satu anggota Aswita, Affan Fauzan Pahlawi, membenarkan asosiasi mengajukan surat permohonan tersebut ke Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten. “Keinginan kami hanya satu [objek wisata kembali dibuka] dengan persyaratan apapun kami akan berusaha menjalankan,” kata Affan saat dihubungi Solopos.com, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Ditinggal Warga, Kampung Terdampak Tol Solo-Jogja Klaten ini Mirip Desa Mati

Affan menjelaskan kondisi wisata tirta saat ini benar-benar mati. Tak ada pendapatan yang diterima pengelola selama tiga bulan terakhir menyusul penutupan objek wisata. Hingga kini, belum ada tanda-tanda objek wisata diizinkan beroperasi.

Pasalnya, Klaten masih berada pada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Sementara, objek wisata baru diizinkan dibuka dengan pengoperasian wajib menerapkan protokol kesehatan ketat setelah Klaten berada pada penerapan PPKM level 2.

“Hampir semua wisata tirta terutama yang dikelola BUM desa kondisi keuangan hampir minus. Bahkan sudah ada yang minus,” kata Affan yang menjadi Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Mahanani, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

Kondisi keuangan hampir minus itu terjadi lantaran para pengelola tetap mengeluarkan biaya dengan kondisi pendapatan seret bahkan tanpa pemasukan selama berbulan-bulan sejak ada pandemi Covid-19. Dana yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan rutin seperti perawatan serta menggaji karyawan. Hal tersebut juga dialami di pengelolan Umbul Susuhan di bawah BUM Desa Mahanani Manjungan.

Affan mengatakan perawatan kolam renang di Umbul Susuhan rutin dilakukan meski ditutup sejak 23 Juni 2021. Lantaran tanpa pendapatan, pengelola sebisa mungkin menekan biaya pengeluaran.

Baca Juga: Wow! Setiap Puskesmas di Klaten Mampu Lakukan 1.000 Vaksinasi dalam Sehari

“Untuk perawatan kolam dan pembersihan di lokasi darat dilakukan setiap hari. Untuk gaji karyawan kebetulan di Umbul Susuhan diberikan harian ketika mereka bertugas. Karyawan kami ada 16 orang dengan dua pengrus. Selama tutup ini biaya perawatan kami tekan hingga menjadi Rp1 juta per bulan. Memang kami benar-benar mengirit pengeluaran,” kata Affan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan perwakilan asosiasi wisata di Klaten mengirimkan surat permohonan agar objek wisata diizinkan dibuka. “Kami sudah minta ke Disparbudpora serta BPBD untuk merancang simulasi terutama bagi wisata-wisata outdoor sesuai dengan instruksi gubernur memang wisata outdoor sudah bisa dimulai simulasi. Tetapi ketika nanti sudah turun ke PPKM level 2, bisa langsung dibuka dengan pembatasna jumlah pengunjung serta masuk harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” kata Ronny.


Berita Terkait

Berita Terkini

Minibus yang Terguling di Karanganyar Ternyata Bawa Rombongan Guru SD

Minibus yang ngglondor di Matesih, Karanganyar, mengangkut rombongan guru SD asal Demak yang beranggotakan 14 orang.

Sepakat dengan Istri, Bupati Wonogiri Hanya Ingin Punya Satu Anak

Saat meluncurkan buku karya anaknya, Bupati Wnogiri, Joko Sutopo, mengaku telah bersepakat dengan istrinya hanya ingin memiliki satu anak.

Penemuan Arca di Candi Sirih Sukoharjo, Tim Gali Tanah hingga 1 Meter

Dua arca ditemukan oleh tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta di Candi Sirih Sukoharjo di kedalaman sekitar 1 meter.

Ternyata Waldjinah Tak Suka dan Enggan Menyanyikan Lagu Ini

Seumur hidup Waldjinah hanya sekali menyanyikan lagu berbahasa asing.

Akan Berusia 76 Tahun, Ini Keinginan Terpendam Ratu Keroncong Solo

Waldjinah akan genap berusia 76 tahun pada 7 November 2021 mendatang. Oleh anaknya Waldjinah tak boleh lagi bernyanyi untuk komersial.

Wow! 2 Arca Ditemukan di Candi Sirih Sukoharjo

Tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan arca wisnu dan arca agastya saat proses eksvakasi lanjutan di situs bersejarah Candi Sirih Sukoharjo.

Pamsimas Gagal, Warga Tiga Desa di Sragen Alami Krisis Air Bersih

Tiga Desa di tiga Kecamatan di Sragen alami krisis air bersih karena kekeringan. Mereka mengandalkan bantuan air bersih dari Pemkab Sragen untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

Rektor ISI Surakarta Mewisuda 278 Mahasiswa pada Gelombang II 2021

Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna, mewisuda 278 orang mahasiswa lulusan program sarjana, magister, dan doktor pada Jumat (15/10/2021).

Minibus Angkut 8 Penumpang Asal Demak Ngglondor di Matesih

Tak kuat menanjak di jalur menuju Candi Sukuh, minibus yang mengangkut rombongan dari Demak ngglondor dan terguling.

Kisah Beras Delanggu yang Kini Tinggal Nama

Beras Delanggu kini tinggal nama brand. Tidak ada petani di Delanggu, Klaten, yang menanam beras raja lele yang dikenal pulen dan enak.

Sayangkan Komentar Rudy Soal Celeng, Dencis: Seharusnya Menyejukkan

Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng), Denny Nurcahyanto, menilai pernyataan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, memperkerus suasana.

Kata Dencis Soal Sanksi Kader yang Dukung Ganjar Pranowo

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, Denny Nurcahyanto, menyebut pihaknya tak berhak memberikan sanksi bagi kader yang melanggar instruksi partai.

Rem Blong, Mobil 5 Penumpang Nyungsep ke Parit di Tawangmangu

Mobil Honda Mobilio hilang kendali dan nyungsep di parit setelah diduga mengalami rem blong di Tawangmangu. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

Dilantik, Asproksi Jateng Komitmen Pasarkan Produk Kesehatan Lokal

Pengurus Asosiasi Produk Kesehatan Indonesia Standar Internasional (Asproksi) Jateng dilantik. Mereka berkomitmen untuk mendukung pemasaran produk kesehatan lokal.

Hari Pangan Sedunia, Perpadi Bagikan Beras Gratis ke Warga Delanggu

DPC Perpadi Klaten membagikan 800 paket beras secara gratis kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di Kecamatan Delanggu, Sabtu (16/10/2021) sebagai rangkaian memperingati Hari Pangan Sedunia.