Minimarket Berdarah di Colomadu: Karyawan Jaga Lagi Hamil 7 Bulan, Perutnya Terluka
Anggota Polsek Colomadu, Satreskrim Polres Karanganyar, dan Inafis Polres Karanganyar melakukan olah TKP di Alfamart di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu pada Kamis (21/1/2021).

Solopos.com, KARANGANYAR -- Karyawan minimarket di Gawanan, Colomadu, Karanganyar yang ditemukan tergeletak bersimbah darah, Kamis (21/1/2021) pagi diketahui sedang hamil tujuh bulan. Sampai saat ini belum diketahui pasti mengapa wanita tersebut bisa terluka seperti itu.

Kapolsek Colomadu, Iptu Imam, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla, menyampaikan polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

"Kami belum bisa memberikan banyak keterangan. Kami masih melakukan penyelidikan. Posisi korban sekarang masih berada di rumah sakit [Kasih Ibu]. Setelah ini kami analisa dan evaluasi dengan Satreskrim Polres Karanganyar dahulu," ujar Kapolsek.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono. Dia membenarkan peristiwa yang terjadi di Alfamart di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu.

"Iya ada kejadian di Alfamart Colomadu. Saat ini korban masih dirawat dan kami lakukan penyelidikan," jelasnya.

Baca juga: Jaga Sendirian, Karyawan Minimarket di Colomadu Tergeletak Bersimbah Darah di Gudang

Kronologi

Tragedi minimarket berdarah ini bermula saat korban yang bernama Emi Nur Handayani, 29, warga Desa Sobokerto, Ngemplak, Boyolali itu bertugas sebagai kepala toko di Alfamart tersebut.

Dia ditemukan tergeletak di gudang oleh rekannya, Aryo Bachtiar, 21. Aryo datang ke lokasi kejadian setelah mendapat telepon dari rekannya yang berjualan tidak jauh dari Alfamart Colomadu tersebut bahwa Emi mengalami pendarahan.

"Saya posisi di rumah. Saya ditelepon teman disuruh ke toko [Alfamart]. Katanya mbak Emi [korban] pendarahan. Saya langsung ke sini [toko]," ujar Aryo kepada Solopos.com.

Baca juga: Belum Ngefek, Jateng Sepakat PPKM Diperpanjang

Sesampainya di toko, Aryo melihat darah berceceran di area kasir minimarket. Dia mengikuti ceceran darah tersebut dan mengarah ke ruang belakang atau gudang.

"Di situ saya lihat mbak Emi terbaring di gudang. Dia mengulurkan tangan sambil minta tolong. 'Tolong, tolong'. Saya enggak berani menolong karena takut. Darahnya banyak. Saya bilang 'sik ya mbak, tak golek pertolongan liyone'," ujar Aryo menceritakan kejadian saat itu.

Aryo keluar dari toko Alfamart di Colomadu itu dan meminta bantuan mobil yang melintas, tetapi tidak ada yang berkenan membantu. Dia menyadari karena kondisi korban terluka. Akhirnya, Aryo menelepon ambulans dan korban dibawa ke rumah sakit di Kota Solo untuk mendapat penanganan medis.

"Enggak ada yang mau membantu. Saya telepon ambulans. Lalu mbak Emi dibawa ke rumah sakit. Masuk IGD. Kondisinya luka di perut itu sobek. Darahnya banyak," ujar dia.

Baca juga: Toko Di Danukusuman Solo Ini Khusus Jual Mi Instan, Ada Ratusan Merek dan Rasa

Luka di Leher

Informasi lain menyebutkan bahwa korban tidak hanya mengalami luka di bagian perut. Tetapi, dia juga mengalami luka di bagian leher. Aryo mengaku tidak mengetahui luka lain di tubuh Emi. Dia hanya melihat luka di bagian perut karena banyak mengeluarkan darah.

"Awalnya saya kira pendarahan. Mbak Emi kan hamil tujuh bulan atau delapan bulan begitu. Saya tidak tahu itu darah pendarahan atau bukan. Hanya memang ada luka di bagian perut," tutur dia.

Koreksi: Berita ini telah disunting karena sebelumnya ada kesalahan nama lengkap korban, usia, dan alamat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom