Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Perilindungan Anak (PPKB PP dan PA) Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah. (Abdul Jalil-Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Tingkat partisipasi program keluarga berencana (KB) di kalangan pria di Kabupaten Madiun sangat rendah dibandingkan angka partisipasi program KB di kalangan perempuan.

Sampai saat ini jumlah pria yang mau mengikuti program KB hanya 102 orang. Angka ini sangat jomplang jika dibandingkan jumlah perempuan yang mengikuti program yang sama yakni 105.927 orang.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB PP dan PA) Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah, mengatakan pria yang mengikuti program KB memang cenderung lebih sedikit dibandingkan perempuan. Salah satu faktornya karena KB bagi pria dengan metode vasektomi belum begitu dikenal masyarakat.

"Kalau pria yang KB itu kan ada anggapan miring. Jadi pria atau suami enggan ikut KB," kata dia di Pendapa Muda Graha Madiun, Selasa (12/11/2019).

Siti menyampaikan rata-rata pria yang telah menjalani vasektomi ini sebelumnya mengetahui informasi mengenai KB vasektomi.

Untuk tempat vasektomi bagi pria di Kabupaten Madiun hanya bisa dilakukan di RSUD Caruban, Puskesmas Mejayan, dan RSUD Dolopo.

Sedangkan untuk perempuan kebanyakan menggunakan KB suntik sebanyak 54.086 orang, alat kontrasepsi IUD sebanyak 17.707 orang, pil kontrasepsi 14.752 orang, implan sebanyak 11.173 orang, dan lainnya menggunakan alat kontrasepsi Mow.

Siti menyampaikan KB ini penting untuk mengendalikan angka kelahiran dan sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten