Ilustrasi ikan. (Solopos-Dok)

Semarangpos.com, SEMARANG — Berdomisili di wilayah pesisir utara, tak menjamin warga Kota Semarang gemar mengonsumsi ikan. Terbukti, tingkat konsumsi ikan warga ibu kota Jawa Tengah (Jateng) itu terbilang masih sangat rendah.

Berdasarkan data yang dikutip Semarangpos.com dari laman Internet resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, tingkat konsumsi ikan masyarakat Kota Semarang hanya berada di angka 33,07 kilogram (kg) per kapita per tahun.

Angka tersebut masih jauh dari standar yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni 43,88 kg per kapita per tahun.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, sangat menyayangkan rendahnya tingkat konsumsi ikan warganya itu. Padahal, ikan sangat baik dikonsumsi karena mengandung banyak protein dan vitamin.

Oleh karena itu, Pemkot Semarang pun terus mengampanyekan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemar Ikan) yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat.

Salah satu upaya itu dilakukan dengan mengencarkan sosialisasi Gemar Makan Ikan di Gedung Balai Kota Semarang, Senin (29/7/2019).

Hendi, sapaan Wali Kota Semarang, menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan tingkat konsumsi ikan di wilayahnya masih rendah. Padahal, wilayahnya berada di pesisir pantai dan beberapa masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan.

“Ada beberapa kekeliruan yang menyebabkan tingkat konsumsi ikan di Kota Semarang rendah. Ada kemungkinan belum semua orang paham manfaatnya mengonsumsi ikan untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, harga ikan belum terjangkau sehingga masyarakat enggan membeli ikan,” ujar Hendi dikutip dari laman Internet resmi Pemkot Semarang.

Hendi pun meminta Dinas Perikanan untuk lebih gencara melakukan sosialisasi Gemar Makan Ikan kepada warga Kota Semarang. Ia juga berharap Dinas Perikanan mau memberikan bantuan program kepada para nelayan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten