Minat Beli Durian di Wonogiri Turun, Efek Pandemi Covid-19?
Larni, 52, menjajakan durian lokal di dekat Terminal Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jumat (22/1/2021). Penjualan pada musim durian di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini minim, karena minat masyarakat turun. (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Sejumlah warga Wonogiri menilai antusiasme menyambut musim durian kali ini tak sebesar musim durian sebelumnya.

Pedagang yang biasanya menjajakan durian di banyak lokasi kini jarang ditemui. Kondisi ini diduga akibat dampak pandemi Covid-19 yang membuat daya beli masyarakat turun.

Penggemar durian asal Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Bintoro, 44, saat ditemui Solopos.com di kawasan kota Wonogiri, Jumat (22/1/2021), mengaku hingga pekan ketiga Januari ini belum membeli durian.

Viral Rombongan Ibu-ibu Naik Pikap Diberhentikan Satgas Covid-19 Jatisrono Wonogiri

Sebenarnya dia ingin menikmati buah dengan kulit berduri itu, tetapi hingga kini belum menjumpai pedagang yang biasanya banyak berjualan di tepi jalan kawasan kota Wonogiri. Pada musim durian sebelumnya para pedagang mulai berjualan sejak awal masa panen, Oktober atau November.

“Anak saya kalau melihat ada yang jualan biasanya minta dibelikan. Sekarang ini dia belum minta karena kalau pas sekeluarga keluar rumah tak menjumpai orang jualan durian,” kata Bintoro.

Menurut dia antusiasme masyarakat menyambut musim durian kali ini tak seheboh musim durian sebelumnya. Pada musim durian sebelumnya ada saja warga yang memperbincangkan durian, baik berkaitan dengan harga, rasa, atau tentang penjualnya. Ada yang merasa puas membeli durian dari penjual A.

Ada pula yang kecewa membeli durian dari penjual lain karena rasanya tak manis, buah busuk, dan lainnya. Obrolan-obrolan itu kerap mewarnai di tengah kebersamaan. Namun, pada musim durian kali ini Bintoro melihat perbincangan ihwal durian jarang mengemuka.

“Mungkin karena di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini masyarakat sudah tak terlalu memikirkan soal durian. Terlebih, daya beli masyarakat tertekan akibat terkena dampak pandemi. Sementara, durian harganya terbilang mahal dari pada buah lainnya. Ini bisa saja membuat minat masyarakat membeli durian turun,” imbuh Bintoro.

Kurangi Stok

Sementara itu, penjual durian di dekat Terminal Ngadirojo, Larni, 52, menguatkan pandangan yang menyebut minat masyarakat membeli durian turun. Hal itu dapat dilihat dari penjualannya.

Pada musim durian sebelumnya dagangan warga Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo itu sebanyak 75 buah-100 buah/hari selalu hampir habis terjual. Musim durian kali ini durian yang terjual hanya 15 buah-20 buah/hari. Karena kondisi ini, dia mengurangi stok, yakni maksimal 40 buah/hari.

“Mungkin karena tahu penjualan durian bakal sepi, orang tak mau berjualan durian lagi. Sehingga sekarang tak banyak dijumpai orang jualan durian. Pandemi Covid-19 berdampak pada semua hal. Penjualan durian pun ikut terdampak,” kata Larni.

Menurut dia ketersediaan durian pada musim durian kali ini masih sama dengan musim durian sebelumnya. Meski produksi banyak dan permintaan turun, harga durian tak berubah. Larni menjual satu ikat berisi tiga atau empat buah seharga Rp100.000.

3 Cabang PDAM Kota Solo Ini Tak Lagi Layani Pembayaran Tagihan Secara Tunai

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan Pangan) Wonogiri, musim durian terjadi setiap triwulan keempat, Oktober-Desember, hingga triwulan pertama tahun berikutnya, Januari-Maret.

Kadang, durian masih bisa dijumpai hingga April. Pada Oktober-Desember 2020 lalu produksi durian lokal tercatat 1.184 ton. Total produksi selama 2020 (triwulan pertama dan triwulan keempat) mencapai 4.246 ton. Produksi ini sedikit naik dibanding produksi 2019 yang tercatat 4.228 ton.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom