Miliki Kokain di Bali, Warga Selandia Baru Terancam Hukuman Mati

Warga Selandia Baru berinisial MP, 42, itu dibekuk aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali pada 30 Agustus 2022 lalu.

 Ilustrasi Narkoba (Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Narkoba (Solopos)

Solopos.com, DENPASAR — Seorang warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru terancam hukuman mati setelah tertangkap tangan membawa narkoba di Denpasar, Bali.

Warga Selandia Baru berinisial MP, 42, itu dibekuk aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali pada 30 Agustus 2022 lalu.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali Brigadir Jenderal Gde Sugianyar Dwi Putra di Denpasar, Bali, Kamis (29/9/2022), menyatakan penangkapan terhadap WNA Selandia Baru berdasarkan informasi dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madia Pabean Ngurah Rai.

“Kejadiannya pada tanggal 30 Agustus 2022 pukul 15.00 dengan barang bukti kokain seberat 3,03 gram netto, MDMA seberat 1,87 gram netto, Ketamin seberat 1,74 gram netto,” kata dia, seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Baca Juga: Viral, Kolonel Budi Meninggal Usai Temukan Kokain Senilai Rp1,25 Triliun

Pelaku MP ditangkap di halaman parkir ruko lingkungan Perumahan Griya Alam Pecatu, Kuta Selatan, Badung setelah sebelumnya mendapatkan informasi terkait pengiriman barang narkotika melalui jasa pengiriman dari luar negeri.

Gde Sugianyar menjelaskan MP terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di daerah Seminyak, Canggu dan Pererenan dengan tiga WNA lain yang telah ditangkap yakni PED, 35, seorang bandar yang juga berprofesi sebagai koki asal Brasil, dua orang pengedar yakni seorang staf administrasi asal Inggris dengan inisial CHR, 29, dan investor asal Meksiko berinisial JO, 39.

Baca Juga: Ini Kata TNI AL soal Kolonel Budi Meninggal Usai Temukan Kokain Rp1,25 Triliun

Ketua BNNP Bali mensinyalir setelah beberapa saat terjadi kelangkaan kokain akibat penangkapan tiga tersangka terdahulu, MP mencoba mengirim atau memasok lagi barang-barang haram tersebut melalui perusahaan jasa titipan atau kantor pos karena permintaan dari para pelanggan yang ada di daerah Bali.

Belum diketahui apakah peredaran kokain tersebut melibatkan jaringan lainnya karena kasus tersebut masih ditangani oleh BNNP Bali dengan terlebih dahulu melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku.

Baca Juga: Kisah Lucu Megawati Saat Merasa Diabaikan di TNI AL

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bea Cukai Ngurah Rai Mira Puspita Dewi yang hadir dalam jumpa pers di Kantor BNNP Bali mengungkapkan tersangka MP terjaring operasi pengamanan Canine atau anjing pelacak Bea Cukai Ngurah Rai yang melakukan pemeriksaan paket barang kiriman melalui kantor pos Denpasar.

Puspita Dewi mengungkapkan kiriman paket tersebut pertama kali dikirim melalui registered mail/pos tercatat pada tanggal 26 Agustus 2022.

Kemudian tanggal 29 Agustus, petugas bea Cukai Ngurah Rai Denpasar melakukan pelacakan terhadap lokasi tujuan paket tersebut dan pada Selasa 30 Agustus 2022, BNNP melakukan pemetaan identitas pengedar dan control delivery sehingga berhasil menangkap pelaku yang saat itu berada di perumahan Griya Alam Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Baca Juga: Dikira Mayat Terapung, Ternyata Paket Kokain Senilai Rp1,25 Triliun

Berdasarkan keterangan pelaku, barang terlarang tersebut dikirim oleh rekannya yang berada di Kanada untuk dirinya yang sudah lama menetap di Bali.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan (Kabid Brantas) BNNP Bali Agus Arjaya mengatakan modus operandi yang dipakai oleh pelaku adalah pengiriman melalui paket berupa meal di mana barang bukti kokain tersebut dimasukkan ke dalam paket makanan tersebut.

“Jadi yang kami ungkap adalah diler-diler atau bandar-bandar yang cukup berpengaruh di daerah Seminyak, Pererenan dan juga Canggu,” kata Agus Arjaya.

Baca Juga: Mengenal 4 Kartel Narkoba Penguasa Meksiko Paling Brutal dan Kejam

Atas perbuatannya, dijerat dengan Pasal 113 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan demikian atas perbuatannya, MP terancam dihukum minimal lima tahun dan maksimal hukuman mati.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Wow! Mentalis Deddy Corbuzier Kini Berpangkat Letkol Tituler TNI AD

      Pemerintah melalui Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberi pangkat Letkol Tituler TNI AD kepada Deddy Corbuzier, Jumat (9/12/2022).

      Pernikahan Penghayat Kepercayaan Diakui, Islam Serukan Pentingnya Toleransi

      Menurut Kiai Afifuddin, sikap tasamuh atau toleransi menjadi kunci bagi terciptanya kesejukan antarumat beragama.

      Wahyu Iman Santoso, Mantan Hakim PN Karanganyar yang Pimpin Sidang Sambo

      Wahyu Iman yang berusia 46 tahun kini menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

      Profil Wahyu Iman Santoso, Hakim Kasus Ferdy Sambo yang Dilaporkan ke KY

      Wahyu Iman yang berusia 46 tahun kini menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

      Ini Kronologi Tambang Batu Bara di Sawahlunto Meledak

      Polisi menyampaikan kronologi kejadian tambang di Sawahlunto, Sumatera Barat yang meledak pada Jumat (9/12/2022) pukul 09.00 WIB.

      Keceplosan, Ferdy Sambo Mengaku Menembak Punggung Brigadir Yosua

      Momentum saat Sambo keceplosan ikut menembak Yosua itu terjadi ketika jaksa penuntut umum menunjukkan sejumlah barang bukti ke depan majelis hakim.

      Tambang di Sawahlunto Meledak, Ini Identitas 9 Orang yang Meninggal

      Polisi menyebut sembilan orang meninggal diduga akibat gas metan yang meledak di area tambang milik PT Nusa Alam Lestari (NAL), Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat (9/12/2022).

      Mengaku Cemburu, Suami Bunuh Istri Siri yang Hamil Lima Bulan

      Motif tindakan suami membunuh istri siri yang sedang hamil itu karena cemburu sang istri punya pria idaman lain (PIL).

      Kasus Jasad Mengering Kalideres Disetop, Polisi: Sekeluarga Meninggal Wajar

      Polisi menyebut tidak adanya indikasi bunuh diri maupun pembunuhan dalam kasus kematian empat orang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat tersebut.

      Kematian Keluarga Kalideres, Polisi: Tidak Ada Indikasi Bunuh Diri & Pembunuhan

      Polisi menyebut tidak ada tindak pidana dalam kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

      Hakim Wahyu Dilaporkan Kuat Ma'ruf, KY: Sidang Kasus Yosua Jalan Terus

      Pernyataan Kuat Ma'ruf bohong, buta dan tuli yang disiarkan secara langsung oleh sejumlah televisi nasional itu dinilai tendensius sehingga membentuk persepsi negatif di masyarakat.

      Pascateror Bom Bunuh Diri, Polsek Astanaanyar Banjir Karangan Bunga

      Sejumlah karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat mulai membanjiri halaman Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat pada Jumat (9/12/2022).

      Hakim Wahyu Dilaporkan ke KY karena Sebut Kuat Ma'ruf Bohong, Buta dan Tuli

      Pernyataan Kuat Ma'ruf bohong, buta dan tuli yang disiarkan secara langsung oleh sejumlah televisi nasional itu dinilai tendensius sehingga membentuk persepsi negatif di masyarakat.

      Kerja Cepat, 5.000 Personel Gabungan Bersihkan Puing-puing Dampak Gempa Cianjur

      Sebanyak 5.000 orang personel gabungan membantu membersihkan puing dan material rumah yang rusak akibat gempa magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

      Wapres Ma'ruf Amin akan Berikan Ular-ular di Pernikahan Kaesang-Erina

      Wapres Ma'ruf Amin akan memberikan nasihat pernikahan atau ular-ular kepada kedua mempelai, Kaesang Pangarep-Erina Sofia Gudono.