MIGRASI KAPAL NELAYAN : DKP: Migrasi Nelayan ke Kapal Besar Tak Mudah

MIGRASI KAPAL NELAYAN : DKP: Migrasi Nelayan ke Kapal Besar Tak Mudah

SOLOPOS.COM - Foto Ilustrasi JIBI/Harian Jogja/Antara

Migrasi Kapal nelayan dari kecil ke kapal besar dinilai butuh banyak hal yang harus disesuaikan. 

Solopos.com, SEMARANG-Migrasi nelayan dari kapal ukuran kecil ke besar tidak mudah dilakukan karena banyak hal yang harus disesuaikan, salah satunya kemampuan nelayan, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Lalu Muhammad Syafriadi.

"Memang pada pemeritahan sebelumnya sempat muncul program seribu kapal, salah satunya adalah mengganti keberadaan kapal berukuran kecil dengan kapal berukuran besar tetapi realisasinya tidak semudah yang dibayangkan," katanya di Semarang, Jumat.

Dia mengatakan dari target 1.000 kapal tersebut, Jawa Tengah memperoleh tugas untuk menambah 100 kapal berukuran besar atau di atas 30 grosston (GT), tetapi hingga saat ini baru 49 kapal yang berhasil direalisasikan.

"Saat itu pertimbangannya adalah mengurangi padat tangkap di kawasan laut Jateng akibat terlalu banyak kapal kecil yang berlayar," katanya.

Dia mengatakan selain nelayan harus meningkatkan kemampuannya karena kapal yang harus dikendalikan semakin besar, hambatan lain adalah dari sisi pemodalan.

"Untuk mengganti menjadi kapal yang besar butuh pembiayaan yang kuat dan ini memberatkan bagi nelayan-nelayan kecil," katanya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng Riyono mengaku tidak setuju dengan program tersebut karena hanya akan menyengsarakan nelayan kecil.

Ia mengharapkan program tersebut tidak dilanjutkan oleh pemerintahan saat ini.

"Belum tentu dengan berganti kapal besar kesejahteraan nelayan semakin baik karena ini tergantung dari kemampuan mereka dari sisi permodalan," katanya.

Dia mengatakan jika nelayan kecil tidak mampu dari sisi permodalan, akhirnya yang menikmati untung adalah pemodal besar sehingga kesejahteraan masyarakat nelayan tetap saja tidak meningkat.

"Bagi nelayan kecil yang penting adalah bisa mencari ikan dan hasil tangkap bertambah maka di situ kesejahteraan mereka juga akan meningkat," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasar, Pusat Kuliner, Hingga Sangiran Sragen Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Sejumlah fasilitas umum dan pelayanan publik seperti pasar, tempat wisata dan Dispendukcapil Sragen tetap buka selama libur Lebaran.

Penanganan Covid-19 Jelang, Selama dan Setelah Libur Idul Fitri

Secara umum, tingkat kasus aktif Covid-19 dan kesembuhan di Indonesia masih lebih baik daripada global.

4 Orang Positif Tes Antigen, Mal Di Solo Boleh Tetap Buka

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo membolehkan mal dan pusat perbelanjaan tetap buka kendati ada empat orang yang positif tes antigen.

Di Usia 75 Tahun, Vespa Hadirkan 7 Warna Baru Penuh Gaya

7 warna baru yang menawan khusus untuk jajaran Vespa Primavera dan Vespa Sprint.

Tak Gelar Open House, Apa Agenda Wali Kota Solo Gibran dan Keluarga Saat Lebaran?

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan tidak akan menggelar open house baik di rumah dinas maupun balai kota pada Lebaran ini.

Ayo Kurangi Mobilitas, Demi Mencegah Persebaran Mutasi Virus Corona

Masuknya varian Covid-19 dari luar negeri telah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi mobilitas demi mencegah persebaran mutasi virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Rabu 12 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Rabu, 12 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

MUI Perbolehkan Salat Id Digelar Berjemaah, Begini Ketentuannya

Pelaksanaan salat Id hanya diperuntukkan untuk wilayah dengan status zona hijau.

Bawa Mobil Karatan, Wanita Cantik Ini Bagi-Bagi Duit & Sembako Di Solo

Seorang wanita cantik membagi-bagikan sembako dengan berkeliling menggunakan mobil pikap karatan di wilayah Kota Solo.

Pemkot Madiun Perbolehkan Masyarakat Gelar Salat Idulfitri

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan salat Idulfitri boleh diselenggarakan di masjid-masjid dan harus mematuhi protokol kesehatan.

Juara Liga Italia, Inter Milan Malah Diterpa Krisis Keuangan

Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, mengakui ada masalah keuangan di klub. Dia juga mengatakan tak menutup kemungkinan jika Suning Grup selaku pemilik bisa melego klub.

Yussa Nugraha Kian Dekat ke Laskar Sambernyawa

Manajemen Persis dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan penyerang 20 tahun tersebut.