Metode Baru Tanam Padi Dicoba di Karanganyar, Apa Sih Istimewanya?
Petani menerapkan pola tanam padi menggunakan metode yang dikembangkan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar di Desa Papahan, Tasikmadu, Kamis (21/1/2021). (Solopos.com-Candra Putra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Jawa Tengah  menguji coba metode baru penanaman padi secara organik tanpa menggunakan pupuk kimia di Desa Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Jateng, Kamis (21/1/2021). Apa istimewanya?

Kabid Peternakan Dispertan PP Karanganyar, Heri Sulistyo, mengatakan pengujian metode baru tanam padi tersebut bertujuan untuk memberikan solusi para petani yang mengeluhkan kesulitan pupuk saat ini. Ia mengklaim netode baru itu diklaim bisa mempercepat masa panen padi dan anti hama.

Metode yang dikembangkan tidak mengandalkan pupuk kimia dan hanya menggunakan penyemprotan bahan organik dari kencing kelinci yang dicampur mikroba. Uji coba dilakukan di lahan tanah kas Desa Papahan seluas 1 hektare yang disewa oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Baca Juga: 7 Tanaman Ini Kata Fengsui Bawa Hoki & Kekayaan

“Karena petani terlalu tergantung dengan pupuk kimia. Kami beri contoh tanpa menggunakan pupuk kimia sama sekali. Metode ini juga untuk mengembalikan kesuburan tanah yang terlalu terpapar bahan kimia. Karena berdasarkan penelitian kami, penurunan hasil panen itu juga dipengaruhi tanah yang sudah tidak subur lagi,” jelas dia kepada wartawan.

Heri menambahkan penyemprotan cairan organik hanya dilakukan selama sepekan tiga kali dan saat penyiapan lahan. Manfaat dari penggunaan metode baru tanam padi tersebut membuat masa panen lebih cepat.

Penanaman padi diklaim bisa hemat waktu 10 hari hingga 25 hari. Padi juga menjadi anti hama, dan hasil yang lebih banyak. Hal tersebut berdasarkan data dari hasil tiga kali masa tanam dan panen di lahan uji coba.

Baca Juga: Akhirnya, Dayana Jadi Trending Topic Twitter Juga

“Padahal itu menggunakan varietas yang umum. Belum menggunakan varietas yang lebih cepat masa panennya. Selama tiga kali masa tanam pengalaman kami aman dari hama dan tanamannya lebih kuat. Kemarin 1 hektare itu kami menghasilkan 10 ton dan kami jual Rp5.000 per kilogramnya,” imbuh dia,

Heri berharap metode tersebut nantinya bisa diterapkan oleh petani-petani di Karanganyar untuk mengganti penggunaan pupuk kimia. Hingga saat ini sudah beberapa petani organik yang menerapkan metode tersebut secara bertahap.

“Kendalanya banyak petani yang belum percaya 100 persen efektifnya metode ini. Tapi beberapa petani di Gentungan, Mojogedang sudah mulai menerapkan. Semoga bisa menjadi solusi dan diterapkan di seluruh pertanian Karanganyar,” beber dia.

Baca Juga: Ini Ramalan Cinta 12 Zodiak di Bulannya Aquarius

Bahan Metode Tanam POC Semprot

Bahan Cairan Pupuk Semprot :

  1. Tetes Tebu 3 Liter
  2. Air Kelapa 20 Liter
  3. Mikroba Top Herlys 1 Liter
  4. Urin Kelinci 170 Liter
  5. Bahan Pestisida Organik Biji Kecubung Wulung dan Tembakau
  6. Difermentasi selama sepekan

Total menghasilkan 200 liter Pupuk Organik Cair (POC) untuk 1 Ha lahan.

Baca Juga: Sadis! Pria di Ogan Ilir Bacok 3 Orang di Jalanan...

Penerapan Penyemprotan :

  1. Satu tanki air dicampur 1 liter cairan pupuk organik
  2. Tanah Bajakan disemprot pupuk organik
  3. Tanaman disemprot 3 kali sepekan secara rutin

Sumber : Dispertan PP Karanganyar. (can)

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom