Ilustrasi tampak depan Wisma Perdamaian, Jl. Imam Bonjol No 209 , Kota Semarang, Jawa Tengah. (Bisnis)

Solopos.com, SEMARANG — Wisma Perdamaian (Wisper) yang berada di seputar Tugu Muda Semarang kini semakin familiar bagi masyarakat Jawa Tengah. Bangunan bersejarah yang dulunya difungsikan sebagai rumah dinas gubernur Jateng itu kini menjadi rumah bagi seluruh warga Jateng.

Bangunan itu sejak mula adalah rumah dinas gubernur, di masa kolonial Belanda di Indonesia. Bangunan yang berdiri di Jl. Imam Bonjol No 209 itu memiliki luas lahan sekitar 15.000 m2 dengan total luas bangunan 6.500 m2. Mulanya gedung megah itu dikenal dengan nama De Vredestein yang artinya istana perdamaian.

Dinamakan begitu karena Belanda saat itu merasa kehidupan yang damai. Gedung yang dirancang Nicholas Harting itu mengalami beberapa perubahan. Hingga pertengahan abad ke-19, gedung itu masih berupa bangunan tunggal dua lantai yang berarsitektur klasik dan bercirikan pilar pilar rangkap dengan kapitel berornamen dan bermotif bunga.

Kini bangunan utama telah ditemani gedung kantor pada sisi kanannya. Bangunan utama kini lebih terlihat seperti aula dengan pilar besar dan panggung di dalamnya. Pada masa berkuaa Gubernur Ganjar Pranowo, Wisma Perdamaian berubah fungsi, bukan lagi menjadi rumah dinas gubernur, melainkan menjadi rumah untuk beragam kegiatan rakyat. 

Guru Besar Arsitektur Universitas Diponegoro, Totok Roesmanto menjelaskan, Wisma Perdamaian dulunya digunakan sebagai rumah dinas petinggi VOC yang menjabat sebagai Gouverneur van Java's Noord-Oostkust (Gubernur Jawa Utara Bagian Pesisir Timur) dan pertama kali digunakan sebelum 1755 menjelang perjanjian Giyanti. Bangunan itu juga merupakan bagian dari rancangan pelebaran kota dari wilayah kota lama menuju ke arah Karang Asem (sekarang Randusari).

''De Vredestein memiliki kaitan erat dengan sejarah Perang Jawa. Bangunan ini sangat bersejarah mengingat dimana disitulah tempat kedudukan gubernur VOC yang menguasai pantai utara Jawa. De Vredestein pernah digunakan untuk merayakan ulang tahun Ratu Inggris secara besar-besaran dengan pesta dansa yg dihiasi 620.000 buah lampion,'' tuturnya Minggu (13/1/2019).

Secara arsitektur, bangunan Wisma Perdamaian juga telah mengalami banyak perubahan menyesuaikan fungsi bangunan itu sendiri. Karena pernah digunakan sebagai Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) pada 1978, dan pernah juga digunakan untuk Kantor Sosial pada 1980-an dan selanjutnya untuk Kantor Kanwil Pariwisata Jawa Tengah pada1994.

Setelah direvitalisasi pada 1994, gedung itu sempat menjadi Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah pada era Gubernur Suwardi bebarengan dengan penyematan "Wisma Perdamaian" sebagai nama gedung. Namun, di belakang hari, para gubernur kembali menggunakan Puri Gedeh di Kecamatan Gajahmungkur menjadi rumah dinas.

Alhasil, bangunan yang oleh sebagian kalangan dijuluki dengan akronim Wisper itu kerap lama sepi karena jarang digunakan. Bahkan, tak sedikit warga yang lewat di Tugu Muda tidak tahu itu nama dan fungsi gedung itu.

Kompleks itu kembali tampak ramai pada era Gubernur Ganjar Pranowo. Ganjar membuka Wisma Perdamaian sebagai tempat beragam kegiatan. Masyarakat atau komunitas anak muda boleh menggunakan Wisper tanpa dipungut biaya alias gratis. "Saya sering dicurhati kok nyari tempat pentas susah, bayar gedung mahal. Maka saya silahkan pakai saja wisma perdamaian gratis silahkan dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif," kata Ganjar.

Dari pameran kartun, acara hari anak, pentas kesenian musik, tari, dan teater; hingga seminar dan sarasehan. Beberapa acara yang digelar di wisper yakni; pameran kartun International Tobacco Cartoon Exhibition 2017, workshop Pertemuan Nasional Jaringan Pendidikan Alternatif “Kongres Anak Merdeka”, dan seminar Silaturahim Kebangsaan UIN Walisongo.

Selain itu, Wisma Perdamaian juga ramai dengan kegiatan anak muda seperti Leadership Camp 2018 atau 1000 Start Up Digital Semarang. Tak ketinggalan acara-acara kesenian misalnya Semarang Peranakan Cultural Night dan pentas teater dari berbagai kampus di Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: