Tutup Iklan
Ilustrasi tersedak (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Sebagian orang menganggap tersedak sebagai sesuatu yang sepele. Namun, beberapa ahli menyatakan tersedak berisiko fatal seperti memicu kematian. Tahukah Anda mengapa hal itu bisa terjadi?

Dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, Kamis (29/8/2019), -Kesehatan">tersedak disebabkan masuknya makanan dan minuman ke saluran pernapasan. Hal itu menyebabkan penyumbatan aliran udara dari hidung ke paru-paru. Nah, aliran udara tidak lancar itu mengakibatkan seseorang sulit berbicara, bernapas, bahkan kehilangan kesadaran.

Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) Rumah Sakit Puri Indah, Jakarta, Agus Subagio, menjelaskan, pada dasarnya manusia memang tidak bisa hidup tanpa bernapas. Kekurangan udara selama 4-5 menit otak akan kehilangan fungsi dan akhirnya mati.

“Bahaya tersedak itu ya meninggal, karena saluran napasnya tertutup oleh -Kesehatan">makanan yang masuk tadi. Empat sampai lima menit enggak bisa napas saja otak langsung mati,” terang dokter Agus, dikutip dari Detik.com.

Agus Subagio menambahkan, tersedak bisa saja terjadi. Sebab, manusia memiliki dua saluran, yakni untuk jalan napas dan -Kesehatan">makanan. Keduanya hanya dipisahkan dengan katup tipis yang bernama katup epiglotis.

Dilansir oleh Healthline, katup epiglotis terletak di belakang lidah, tepatnya di pangkal -Kesehatan">tenggorokan. Katup ini berfungsi untuk menutup tenggorokan saat makan, agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan.

Kemungkinan -Kesehatan">tersedak sering diabaikan oleh masyarakat. Namun, perlu diingat tersedak dapat meningkatkan risiko -Kesehatan">kematian. Beberapa pakar kesehatan mengimbau masyarakat tidak menelan makanan terlalu cepat dan berbicara saat makan agar tidak tersedak. (Egitya Eryaningwidhi/Solopos.com)

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten