Meski Sekolah Dibuka di Zona Hijau dan Kuning, Mendikbud Tetap Larang Kegiatan Ini...

Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan ada hal-hal yang masih tetap dilarang dilakukan oleh sekolah meski kegiatan belajar tatap muka di zona hijau dan zona kuning sudah diperbolehkan.

 Mendikbud Nadiem Makarim. (Youtube/Deddy Corbuzier).

SOLOPOS.COM - Mendikbud Nadiem Makarim. (Youtube/Deddy Corbuzier).

Solopos.com, JAKARTA – Sekolah di daerah zona hijau dan zona kuning sudah diizinkan dibuka namun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menyatakan ada hal-hal yang masih tetap dilarang dilakukan oleh sekolah selama masa pandemi Covid-19.

Nadiem mengungkapkan aktivitas di kantin, berkumpul, dan ekstrakurikuler yang dapat menimbulkan risiko interkasi antara masing-masing rombongan belajar (rombel) tetap dilarang.

“Hanya boleh sekolah dan langsung pulang setelah sekolah,” kata Nadiem dalam video yang diunggah dalam akun Instagram @kemdikbud.ri, Sabtu (8/8/2020).

Online atau Tatap Muka, Guru di Jaten Karanganyar Ikuti Orang Tua Siswa

Selain itu, Nadiem juga menegaskan pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Nadiem menyatakan pembelajaran tatap muka di sekolah juga harus dilakukan atas persetujuan dari orang tua.

“Untuk zona hijau dan zona kuning, sekolah tidak bisa mulai pembelajaran tatap muka tanpa persetujuan orang tua, melalui persetujuan komite sekolah yaitu perwakilan orang tua di masing-masing sekolah,” ujarnya.

Adapun, jika sekolah mau melakukan pembelajaran tatap muka dan akan membuka kembali sekolahnya, tapi orang tua tidak memperkenankan anaknya masuk ke dalam sekolah, maka peserta didik diperbolehkan untuk melanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Wow! Karanganyar Nol Penambahan Kasus Positif Covid-19

“Saya sebagai menteri dan orang tua ingin mengingatkan bahwa relaksasi di zona kuning dan hijau itu semua kuncinya keputusan ada di orang tua bahwa protokol kesehatan tatap muka itu sangat berbeda dari pra-pandemi dengan rotasi/shifting,” jelasnya.

 

Batasi Rombel

Apabila sekolah ingin melakukan pembelajaran tatap muka, harus membatasi rombongan belajar (rombel).  “Masing-masing rombel hanya diperbolehkan maksimal 50 persen dari kapasitas berarti harus melakukan rotasi/shifting semua sekolah ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Nadiem juga mengungkapkan 88 persen daerah 3T di Indonesia sangat sulit melakukan PJJ. Adapun, sebagian besar daerah tersebut ada di zona kuning dan zona hijau.

Puluhan Mobil Antik Adu Molek di Karanganyar, Selfie Kuy!

“Banyak sekali daerah-daerah yang tidak bisa melakukan PJJ, bisa mulai melakukan tatap muka agar tidak mengalami ketertinggalan dari sisi pembelajaran,” kata Nadiem.

Berita Terkait

Espos Premium

Samudra Biru Penjara

Samudra Biru Penjara

Keahlian kunci merehabilitasi narapidana ternyata berada di luar ranah kementerian yang bertanggung jawab atas eksistensi dan pengelolaan penjara.

Berita Terkini

Relawan Kawan Sandi Mulai Bergerak, Dukung Sandiaga Uno Nyapres

Relawan Kawan Sandi dideklarasikan kemarin, Kamis (16/9/2021) sejatinya untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil di tengah pandemi.

Samudra Biru Penjara

Keahlian kunci merehabilitasi narapidana ternyata berada di luar ranah kementerian yang bertanggung jawab atas eksistensi dan pengelolaan penjara.

Closing Ceremony of 2nd AP IEOM 2021: IEOM Society Awards Universitas Sebelas Maret

Universitas Sebelas Maret was successful as host of the Second Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management (2nd APIEOM), September 13-16, 2021.

Round Up: JoMan Kasih Dukungan Nyapres, Ganjar Ngaku Sibuk Mikir Covid-19

Dua kelompok sukarelawan, Ganjarist dan Jokowi Mania (JoMan) kini menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo untuk nyapres. Namun, sejauh ini Ganjar masih acuh dengan dukungan itu.

10 Berita Terpopuler : Jejak Istana Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang - Bupati Sragen Dilaporkan ke Polisi

Kisah istana peninggalan konglomerat di Semarang hingga Bupati Sragen dilaporkan ke polisi masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Kamu Vaksin di Luar Negeri? Ini Cara Dapat Sertifikat Vaksinasi di Aplikasi Pedulilindungi

Berikut ini terdapat cara memperoleh sertifikat vaksinasi di aplikasi Pedulilindungi bagi kamu yang melakukan vaksin di luar negeri.

Solopos Hari Ini: Tarik Menarik Mesin Sukarelawan, Menyayangkan Dinginnya Sikap Presiden

Dukungan JoMan kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, untuk maju menjadi capres 2024 menjadi ulasan utama Koran Solopos hari ini.

Wartawan Ditemukan Mengapung di Sungai

Belum diketahui apa penyebab yang membuat korban meninggal dunia karena masih dilakukan penyelidikan.

IDI: Sesuai Konvensi Jenewa, Nakes Harus Dilindungi dari Siapapun

Sesuai Konvensi Jenewa 1949, nakes harus dilindungi.

Ya Tuhan, Jenazah Nakes Korban KKB Papua Belum Bisa Dievakuasi

Jenazah korban berada di kedalaman sekitar 500 meter sehingga cukup sulit untuk dievakuasi dengan peralatan seadanya

Waspada! Pengadaan Barang dan Jasa Masih Jadi Ladang Korupsi

Ketika mereka bersekongkol secanggih apapun peralatan atau sistem pasti akan jebol,

KPK Ungkap Rekayasa Proyek di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Sebelum lelang, Maliki diduga telah lebih dulu memberikan persyaratan lelang pada Marhaini dan Fachriadi dengan kesepakatan fee 15 persen.

Kerja Sama UNS dengan STP Dukung MBKM Bagi Mahasiswa

Kerja sama ini lebih khusus dijalin STP dengan SV, FT, dan FMIPA UNS meliputi bidang pendidikan dalam pelaksanaan MBKM.

4 Guru Besar Desak Jokowi Tegas kepada KPK

Enam pegawai KPK yang sempat diberi kesempatan untuk ikut pelatihan bela negara akan pula diberhentikan bersama 51 pegawai KPK

Presiden dan Gubernur DKI Kalah dalam Gugatan Polusi Udara

Anies menyebut Pemprov DKI Jakarta juga memiliki visi untuk menyediakan udara bersih bagi setiap warga yang tinggal di Ibu Kota.