Meski Naikkan Harga, Hotel di Semarang Tetap Banjir Pesanan
Ilustrasi tamu hotel di Semarang. (dok. Solopos.com)

Semarangpos.com, SEMARANG — Menjelang malam pergantian tahun atau Tahun Baru 2019, hotel-hotel di Kota Semarang mulai kebanjiran pesanan. Reservasi hotel, terutama yang terletak di pusat kota, hingga Rabu (26/12/2018) atau H-5 Tahun Baru, bahkan telah mencapai 65%.

Salah satunya adalah Hotel Ibis yang terletak di Jl. Gadjah Mada, Kota Semarang. Hotel bintang tiga yang terletak di sebelah utara Lapangan Pancasila, Simpang Lima, itu mulai banjir pesanan sejak libur Natal, Selasa (25/12/2018).

“Saat ini reservasinya masih 65%. Tapi biasanya nanti H-3 [Sabtu, 29 Desember 2018] pemesanan maupun tingkat okupansi akan semakin meningkat,” ujar Executive Secretary General Manager Hotel Ibis Semarang, Kristian Ayu Wardani, kepada Semarangpos.com, Rabu.

Perempuan yang akrab disapa Ayu itu menyebutkan total ada sekitar 173 kamar yang disediakan Hotel Ibis Semarang untuk tahun baru kali ini. Dari 173 kamar itu, pihaknya menargetkan terisi secara penuh saat malam pergantian tahun, Senin (31/12/2018).

“Kami optimistis target itu bisa tercapai. Bahkan nanti H-3, biasanya sudah terjual semua,” imbuh Ayu.

Tak hanya banjir pesanan, pada akhir tahun kali ini Hotel Ibis Semarang juga mematok harga lebih tinggi dari biasanya. Jika pada hari biasa, satu kamar mulai dari Rp508.000, maka kali ini Hotel Ibis Semarang mematok harga hampir dua kali lipat, sekitar Rp950.000 per kamar.

“Harga itu sudah termasuk breakfast dan gala dinner untuk dua orang,” imbuh Ayu.

Senada juga diungkapkan Marketing Communication Hotel Star Semarang, Riyanti. Perempuan yang akrab disapa Riri itu mengatakan pihaknya juga menaikan harga sewa kamar untuk malam pergantian tahun nanti.

“Untuk kamar saat pergantian tahun nanti kami memasang tarif Rp1,2 juta atau naik dua kali lipat dari biasanya,” ujar Riri.

Riri mengaku optimistis kenaikan harga itu tidak akan mempengaruhi tingkat okupansi hotelnya saat malam pergantian tahun. Terlebih lagi, hotelnya menggelar acara spesial berupa pesta kembang api saat malam pergantian tahun nanti.

“Setelah pesta kembang api di Simpang Lima, giliran kami yang mendapat jatah menyalakan kembang api. Perayaan itu dijamin meriah. Jadi kami optimistis hal itu bisa mendongkrak okupansi kami,” ujar Riri.

Riri menyebutkan saat ini reservasi di hotelnya telah mencapai 93 kamar atau sekitar 37% dari total kamar yang disediakan, yakni 250 kamar.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah (Jateng), Heru Isnawan, optimistis tingkat hunian hotel di Semarang tahun ini akan mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Hal ini tak terlepas dari adanya beberapa objek wisata baru di Kota Semarang, seperti Semarang Bridge Fountain yang berada di Sungai Kanal Banjir Barat.

“Tahun lalu, rata-rata okupansi hotel di Semarang saat malam pergantian tahun mencapai 50%. Semoga tahun ini lebih baik, apalagi ada objek wisata baru seperti Semarang Bridge Fountain dan juga beroperasinya tol Trans Jawa secara penuh yang melintasi Semarang,” imbuh Heru.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom