Ilustrasi pesawat-pesawat Merpati Nusantara Arlines (JIBI/Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA — Maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines tidak lagi mampu melakukan kegiatan operasional penerbangan sebagaimana mestinya. Utang maskapai itu menggunung, sementara pemasukan keuangannya terus menurun. Merpati pun memutuskan menghentikan sementara operasinya.

"Merpati sampai ke titik di mana kami tidak mampu melakukan kegiatan operasional sebagaimana mestinya," aku Direktur Operasional Merpati, Capt Daryanto, dalam keterangan tertulis yang diterima kantor-kantor media massa di Jakarta, Senin (3/2/2014).

Menurut dia, nahas yang dialami salah satu maskapai badan usaha milik negara (BUMN) itu antara lain karena menurunnya jumlah pemasukan yang ditambah dengan semakin kecilnya tingkat kepercayaan masyarakat dan agen perjalanan. Selain itu, Merpati juga memiliki utang pembayaran avtur terhadap PT. Pertamina sehingga pada saat ini Pertamina hanya akan mengirimkan avtur apabila Merpati membayarnya secara tunai.

Direktur Operasional Merpati mengemukakan, sebenarnya berbagai langkah telah dilakukan oleh manajemen seperti mengurangi jumlah rute dan frekuensi penerbangan yang sekaligus juga mengurangi pesawat yang dioperasikan. Namun, hal itu juga tidak bisa berjalan karena di beberapa bandara, Merpati tidak bisa terbang karena tidak adanya suplai avtur dari Pertamina.

Permasalahan lainnya yang dialami maskapai tersebut juga terkait dengan masalah asuransi serta persoalan internal dengan karyawan yang belum dibayarkan gajinya. "Sekarang ini sudah muncul biaya pengembalian tiket yang tidak sedikit," katanya.

Merpati Nusantara menyatakan penumpang yang mengalami pembatalan akibat restrukturisasi rute yang dilakukan maskapai tersebut akan dialihkan dengan menggunakan penerbangan swasta lainnya. "Kepada para penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan, Merpati memberikan penjelasan bahwa para penumpang akan dialihkan dengan menggunakan penerbangan swasta nasional di masing-masing kota tersebut ke kota tujuan sesuai tiketnya," kata Direktur Niaga Merpati Irvan Harijanto.

Irvan memaparkan, untuk memudahkan pelaksanaannya, maka kepada para penumpang dimohon memberikan kode booking melalui nomor call Merpati 0804 1 621 621. Selanjutnya, masing-masing penumpang akan dihubungi kembali oleh petugas Merpati.

Selain pengalihan ke penerbangan nasional swasta lain, Irvan Harijanto menambahkan, bagi penumpang yang akan melakukan proses pengembalian uang, maka refund tersebut dapat dilakukan dalam waktu tiga puluh hari kalender sejak dilakukan pembatalan penerbangan.

"Atas terganggunya pelayanan sementara yang terjadi di beberapa bandara, maka manajemen Merpati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten