Merenungi sepi di Candi Plaosan

Selasa, 12 Juli 2011 - 15:23 WIB Penulis: Redaksi Solopos.com Editor: R. Bambang Aris Sasangka | Solopos.com

SOLOPOS.COM - MEGAH -- Candi Plaosan terlihat megah dan sebenarnya memiliki nilai sejarah yang tak kalah tinggi dengan percandian lain. Masih butuh promosi yang lebih baik agar candi ini bisa dikunjungi lebih banyak wisatawan. (JIBI/SOLOPOS/Moh Khodiq Duhri)

Candi Prambanan, siapa yang tak kenal? Apalagi lantaran ada pergelaran Sendratari Ramayana yang terkenal itu. Di kawasan yang sama juga ada Candi Sewu dan kompleks Keraton Ratu Boko. Najun, kalau bicara soal Candi Plaosan, mungkin masih belum banyak orang yang tahu.

MEGAH -- Candi Plaosan terlihat megah dan sebenarnya memiliki nilai sejarah yang tak kalah tinggi dengan percandian lain. Masih butuh promosi yang lebih baik agar candi ini bisa dikunjungi lebih banyak wisatawan. (JIBI/SOLOPOS/Moh Khodiq Duhri)

Sebenarnya candi ini tak jauh letaknya dari Candi Prambanan dan Sewu, hanya sekitar satu kilometer ke arah timur, tepatnya di Bugisan, Prambanan, Klaten. Namun berbeda dengan kompleks Candi Prambanan yang tak pernah sepi pengunjung, di Candi Plaosan suasananya jauh lebih sepi. Ketika Espos menyanggongi tempat ini selama lebih kurang satu jam belum lama ini, terhitung hanya ada 10-an pengunjung saja yang datang. Padahal saat itu masih dalam musim liburan dan pada saat akhir pekan.

Sebenarnya, candi ini tak kalah megah dan cantik dari percandian lain, meski dari skala memang lebih kecil dari Candi Prambanan. Pemandangan di sekitarnya pun bisa dinikmati dengan nyaman. Candi Plaosan dibangun pada abad IX oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang atau Kerajaan Mataram Kuno. Kompleks Candi Plaosan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

Sejumlah pengunjung yang ditemui juga menyayangkan kesan bahwa Candi Plaosan masih kurang dikenal sebagai objek wisata. “Sebenarnya Candi Plaosan tidak kalah cantik dengan Candi Prambanan. Tetapi, nyatanya Candi Prambanan lebih banyak dikunjungi wisatawan daripada Candi Plaosan,” tutur Windarto, 30, salah seorang pengunjung di Candi Plaosan.
Warga Manisrenggo, Klaten ini menyayangkan kurangnya inisiatif dari pengelola Candi Plaosan untuk mendongkrak jumlah pengunjung. Menurutnya, jika antara Candi Plaosan dan Candi Prambanan dimasukkan dalam satu paket wisata tentu jumlah pengunjung akan meningkat. ”Selama ini paket wisata itu melibatkan tiga tempat yakni Candi Prambanan, Candi Borobudur dan Situs Ratu Boko. Akan lebih baik jika Plaosan masuk dalam satu paket wisata itu,” tukas Windarto.

Penjaga pos retribusi masuk Candi Plaosan, Dwi Wijoso, mengatakan jumlah pengunjung candi itu relatif minim. Menurutnya, tidak ada perbedaan jumlah wisatawan antara liburan maupun hari-hari biasa. ”Jumlah pengunjung tidak pasti per harinya. Terkadang sekitar belasan orang, terkadang puluhan. Biasanya mereka datang berkelompok, atau satu keluarga,” tandas dia. Dia juga mengakui selama ini Candi Plaosan tidak masuk dalam paket wisata bersama Candi Prambanan dan Candi Borobudur. ”Promosi wisata memang tidak segencar Candi Prambanan atau Borobudur. Tetapi, itu tanggung jawab Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten,” jelas dia.

Nah, kenapa tidak mencoba mengunjungi Candi Plaosan kali ini? Siapa tahu, suasana sepi di tempat itu justru bisa membuat Anda lebih meresapi dan menghayati kehebatan daya kreasi leluhur kita dan keindahan ciptaan Tuhan di sekitarnya?

Moh Khodiq Duhri

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif