Tutup Iklan
Lewis Hamilton berada di balik kemudi W10, mobil baru Tim Mercedes F1, saat uji coba di Sirkuit Silverstone, Inggris, Rabu (13/2/2019). (Twitter-@mercedes-AMGF1)

Solopos.com, LE CASTELLET — Lewis Hamilton berpeluang mengukuhkan posisinya sebagai pemuncak klasemen Formula 1 (F1) 2019 pada GP Prancis di Sirkuit Paul Ricard, Minggu (23/6/2019) malam WIB. Kemenangan beruntun Mercedes di tujuh balapan awal menjadi modal bagus bagi https://sport.solopos.com/read/20190213/481/971787/mercedes-w10-bikin-hamilton-kian-lapar-gelar">Hamilton untuk melanjutkan sukses di Le Castellet.

Kemajuan pabrikan asal Woking itu memang amat pesat. Di tujuh seri awal musim 2018, Mercedes hanya memenangi dua balapan yakni di GP Azerbaijan dan GP Spanyol. Namun musim ini Hamilton bahkan telah memenangi lima seri race yang membuatnya berada di pucuk klasemen dengan 162 poin.

Dia meninggalkan saingan terdekat yang juga rekan setimnya, Valtteri Bottas, dengan selisih 29 poin. Kemenangan di Paul Ricard jelas akan membawa Hamilton kian dominan di musim 2019. Namun alarm bahaya sejatinya mulai tampak bagi Mercedes di seri sebelumnya, GP Kanada.

Dalam race dua pekan lalu tersebut, Hamilton menang secara kontroversial setelah Sebastian Vettel (Ferrari) yang memenangi lomba mendapat penalti sehingga melorot ke posisi kedua. Bos Mercedes, Toto Wolff, mengaku mulai mewaspadai tanda-tanda terlalu berpuas diri pada timnya.

Wolff memperkirakan pertarungan keras antara Mercedes dengan Ferrari akan kembali muncul di Paul Ricard. Ini karena sirkuit tersebut memiliki beberapa kemiripan dengan Sirkuit Montreal, Kanada, dengan sejumlah jalur lurus panjangnya. Karakteristik trek semacam itu biasanya menjadi makanan empuk bagi Tim Kuda Jingkrak, julukan Ferrari.

https://sport.solopos.com/read/20190609/481/997337/gp-kanada-seri-krusial-untuk-rival-mercedes">Ferrari sendiri terus memodifikasi mobil SF90 agar dapat bersaing dengan Mercedes. Jelang GP Prancis, Ferrari bereksperimen dengan sayap depannya. Sayap mobil Sebastian Vettel dkk. akan terlihat lebih ekstrem dan melengkung untuk memfokuskan downforce ke bagian inboard. Sedangkan bagian outboard akan dimanfaatkan untuk mengubah aliran udara di sekitar ban depan.

Bos Ferrari, Mattia Binotto, berharap perubahan kecil tersebut dapat memberi dampak positif bagi laju mobil. Namun dia mengaku tak terlalu berharap evolusi tersebut akan langsung berdampak akhir pekan ini.

“Apa yang kami lakukan tak akan menjadi solusi masalah kami. Namun evolusi ini penting dalam langkah yang akan kami ambil selanjutnya,” ujar Binotto. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten