Merasa Kena Prank, Deddy Corbuzier Maki Terdakwa Pemerkosa Siswi

Deddy merasa terkena prank lantaran motivator yang juga pebisnis itu pernah ia undang ke acara Hitam Putih di Trans TV.

 Deddy Corbuzier saat menghadirkan motivator yang kini tersandung kasus dugaan pelecehan seksual, Julianto Eko Putra 7 Agustus 2017 silam. (Youtube)

SOLOPOS.COM - Deddy Corbuzier saat menghadirkan motivator yang kini tersandung kasus dugaan pelecehan seksual, Julianto Eko Putra 7 Agustus 2017 silam. (Youtube)

Solopos.com, JAKARTA – Deddy Corbuzier geram dengan dugaan pemerkosaan yang dilakukan motivator terkenal asal Malang, Jawa Timur, Julianto Eka Putra.

Deddy merasa terkena prank lantaran motivator yang juga pebisnis itu pernah ia undang ke acara Hitam Putih di Trans TV.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

What is the fuck,” maki Deddy Corbuzier saat mendengar penuturan dua perempuan yang mengaku menjadi korban pelecehan, dalam podcast terbarunya, Rabu (6/7/2022).

“Ini orang pernah datang ke acara gue soalnya,” sambung Deddy dengan wajah menahan marah.

Sembari terisak, kedua korban mengungkapkan, kasus tersebut saat ini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Jawa Timur.

Anehnya, menurut mereka, Julianto Eka tidak ditahan kendati sudah menyandang status terdakwa.

“Anehnya, meskipun korbannya banyak dan sudah jadi terdakwa, dia tidak ditahan. Malah ada juga yang masih membela,” keluh salah satu korban.

Sebelumnya, Deddy Corbuzier membuat heboh karena mengunggah wawancara dengan dua mantan siswa yang diduga menjadi korban pelecehan seksual seorang motivator terkenal asal Malang, Julianto Eka Putra.

Deddy Corbuzier mengunggah video wawancaranya itu dalam podcast terbarunya, Rabu (6/7/2022).

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, Rabu malam, ternyata Deddy Corbuzier pernah mengundang Julianto Eka Putra dalam acara Hitam Putih di TransTV pada 7 Agustus 2017.

Kala itu Deddy Corbuzier bertindak sebagai host Hitam Putih.

Baca Juga: Geram, Warganet Serbu Youtube Motivator Terdakwa Pencabulan Siswa

Seperti saat hadir dalam Kick Andy Metro TV, di acara Hitam Putih Julianto Eka juga bertutur tentang sepak terjangnya mendirikan sekolah gratis untuk siswa kurang mampu.

Sekolah gratis itu ia namakan SMA Selamat Pagi Indonesia (SMA SPI) di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Julianto bercerita, pada tahun 2007 dirinya mendapat bantuan dana dari seorang pengusaha dari Singapura untuk mendirikan sekolah gratis itu dengan luas tanah 3,3 hektare.

Baca Juga: Ini Sosok JE, Motivator yang Diduga Cabuli Belasan Siswa

Konsep sekolah yang ia dirikan adalah pendidikan asrama sehingga siswa yang belajar tinggal di asrama.

“Sekolah yang saya dirikan ini untuk anak yatim atau piatu. Siswa angkatan pertama itu tahun 2007 jumlahnya 27. Sekarang tiap tahun bisa  terima 80-an siswa. Makan, tidur semua kami yang membiayai,” tutur Julianto seperti dikutip dari kanal Youtube miliknya, Sekolah Selamat Pagi Indonesia.

Pesakitan

Belakangan Julianto menjadi pesakitan di pengadilan atas tuduhan melakukan pelecehan seksual hingga pemerkosaan. Korbannya diduga lebih dari dua orang.

Bahkan, dua mantan siswa SMA SPI menyebut korbannya mencapai belasan orang.

“Saya mendapat pelecehan mulai dari diraba-raba hingga diperkosa Julianto Eka 15 kali. Kalau kakak (kelas) saya ini dilecehkan. Belakangan saya tahu bukan hanya kami korbannya. Ada banyak kakak kelas dan adik kelas yang juga menjadi salah satu korban,” ujar salah satu korban di kanal Youtube CokroTV berjudul PENGAKUAN KORBAN KEBIADABAN JULIANTO EKA PUTRA, PENDIRI SEKOLAH SPI MALANG I Suara Karen.

Baca Juga: Siapa Motivator JE yang Dibahas di Podcast Deddy Corbuzier?

Sosok Julianto Eka Putra bukan hanya terkenal di Jawa Timur namun pernah menjadi perbincangan nasional.

Itu terjadi setelah Julianto Eka mendapat penghargaan Kick Andy Heroes 2018 karena kiprahnya mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak yatim dan piatu.

Julianto juga tampil di acara Kick Andy pada tahun 2018. Dalam tayangan selama 25 menit itu, Julianto bertutur tentang motivasinya mendirikan sekolah gratis tersebut.

Gratis

“Para siswa tidak dipungut biaya sepeser pun, sehingga peserta didik bisa ikut belajar secara cuma-cuma. Karena saya seorang pebisnis, sekolah ini juga berkonsep entrepreneurship atau kewirausahaan,” ujar Julianto Eka menjawab pertanyaan Andi F. Noya, seperti dikutip Solopos.com dari tayangan di kanal Youtube Sekolah Selamat Pagi Indonesia, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: Viral Dugaan Perawat Lecehkan Pasien, Ini Kata RSUD Kartini Jepara

Julianto bertutur konsep SMA SPI adalah untuk mencetak para wirausahawan muda dan dilatarbelakangi dari perjalanan kariernya sebagai pebisnis.

Perusahaan MLM Julianto merupakan jejaring bisnis bernama HDI.

Para siswa yang belajar di SMA SPI juga dilibatkan dalam perusahaan yang dikelola Julianto.

Baca Juga: Geramnya Gibran Soal Pelecehan Seksual JKT 48: The Park Itu Bukan Solo!

“Saya ingin anak-anak ini menjadi wirausahawan di masa mendatang,” lanjut pebisnis multilevel marketing (MLM) itu.

Setelah tayang di Kick Andy Metro TV, perjalanan hidup Julianto diangkat menjadi film layar lebar.

Melalui kerja sama rumah produksi film tersebut dengan HDI, kisah hidup Julianto dan beberapa murid berprestasi SMA SPI diangkat menjadi film berjudul Say I Love You.

Baca Juga: Gibran Terima Protes Pelecehan Seksual, Kejadian di Mal Sukoharjo 

Film Say I Love You disutradarai Faozan Rizal. Sejumlah artis terkenal ikut terlibat antara lain Olga Lydia, Alvaro Maldini, Dinda Hauw, Rachel Amanda, Verdi Solaiman, Teuku Ryzki, Shenina Cinnamon, Ashilla Zee, dan Yosie Tristanto.

Sepak terjang Julianto mendirikan SMA SPI kembali diangkat ke layar lebar dengan film sekuel berjudul Anak Garuda yang rilis pada 16 Januari 2020.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gempa Bumi di Laut Jawa Simpan Banyak Misteri yang Belum Terungkap

      + PLUS Gempa Bumi di Laut Jawa Simpan Banyak Misteri yang Belum Terungkap

      Gempa bumi dalam dan menengah yang biasa terjadi di Laut Jawa menyimpan banyak misteri yang belum terungkap dengan detail. Banyak teori yang membahas tentang fenomena gempa bumi dalam dan menengah.

      Berita Terkini

      Dijaga 4.642 Personel Gabungan, Ini Agenda Sidang Tahunan MPR 2022

      Sebanyak 4.642 personel gabungan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan dikerahkan untuk mengamankan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD  Tahun 2022.

      Semangat Mahasiswa Baru UKSW Salatiga Ikuti Masa Orientasi

      Mengangkat tema Fostering Your Imagination and Adaptability, OMB dibuka dengan rangkaian opening ceremony yang digelar di Lapangan Sepak Bola UKSW serta dihadiri pimpinan universitas dan fakultas.

      Dikunjungi Dewan Pers, PPP: 14 Pasal RKUHP Wajib Dibahas DPR

      Anggota Fraksi PPP itu menilai 14 pasal yang direformulasi oleh Dewan Pers itu wajib dibahas di rapat DPR.

      Operator Truk Meninggal Akibat Tertimpa Kontainer

      Korban Imam Kastiawan berada di dalam truk saat sebuah kontainer tiba-tiba jatuh menimpa.

      Ditolak LPSK, Putri Sambo Ternyata Minta Dilindungi dari Pemberitaan

      Salah pengajuan yang diminta oleh Putri Candrawathi adalah agar dilindungi dari berita atau wartawan.

      Pascaisu Ferdy Sambo Bos Judi, Ratusan Penjudi Digulung Polisi

      Sejak sepekan terakhir ratusan penjudi di berbagai tempat dibekuk aparat.

      Gempa Dangkal Guncang Sulawesi Tenggara dan Sumatra Barat

      Dua gempa terjadi masing-masing di Sulawesi Tenggara dan Sumatra Barat, Senin (15/8/2022).

      KIB Bertekad Membuat Masyarakat Indonesia Sejahtera, Begini Strateginya

      Untuk menjadikan masyarakat Indonesia sejahtera, kaya sebelum menua, KIB memiliki sejumlah strategi.

      KIB Sepakati Visi Misi, Tawarkan Keberlanjutan Kebijakan Jokowi

      Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menyepakati visi dan misi dalam pembicaraan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (14/8/2022).

      Beberapa Pasal RKUHP Mengancam Iklim Usaha dan Investasi

      Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang kini belum selesai dibahas DPR bersama pemerintah mengandung pasal-pasal yang mencampuri urusan sektor privat dunia usaha.

      Timsus Diserang, Staf Ahli Kapolri: Ada Faksi-Faksi di Kepolisian

      Menurut Muradi, serangan balik terhadap Tim Khusus pengusut Ferdy Sambo dikarenakan adanya faksi-faksi atau kelompok-kelompok di tubuh Polri.

      IPW Sebut Timsus Kapolri Diserang Balik Kelompok Ferdy Sambo

      Tim Khusus yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono tersebut saat ini mendapat serangan balik dari kelompok Ferdy Sambo yang tidak ingin praktik lancung mereka terbongkar.

      Ditangkap! Ini Tampang Pemerkosa Remaja SMP "Budak Seks" Pati

      Tersangka kasus pemerkosaan dan penyekapan yang menjadikan remaja SMP di Pati sebagai budak seks akhirnya ditangkap.

      Kunjungi SMPN 7 Solo, Ini yang Dipelajari MKKS SMP Musi Banyuasin

      SMP Negeri 7 Solo menjadi tujuan studi banding Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Jumat (12/8/2022).

      Bharada E Resmi Justice Collaborator, Dapat Perlindungan Penuh LPSK

      LPSK mengabulkan permohonan justice collaborator yang diajukan Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J.