Merasa Dibohongi, Warga Jeruk Sawit Permai Karanganyar Kembali Unjuk Rasa
Warga Permunas Jeruk Sawit Permai memasang spanduk protes sebagai bentuk kekecewaan mereka karena belum adanya tindakan dari Manajemen Perumnas untuk memenuhi kebutuhan air di perumahan tersebut. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga Perumnas Jeruk Sawit Permai (JSP), Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar, kembali berunjuk rasa dengan memasang spanduk protes di lingkungan perumahan Kamis (1/1/2020) dini hari. Aksi itu bentuk protes karena belum adanya realisasi penanganan permasalahan air di perumahan tersebut oleh manajemen Perumnas.

Juru bicara warga Perumnas Jeruk Sawit Permai (JSP), Supriyadi, mengatakan warga menganggap manajemen Perumnas selaku pengembang tidak serius menangani permasalahan air yang sudah berlangsung lama. Beberapa langkah sudah dilakukan, namun pihak manajemen Perumnas dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi.

“Ini bentuk aksi protes kami untuk kesekian kalinya karena kami merasa pihak Perumnas itu sebagai pengembang tidak menanggapi kami secara serius. Janji-janji mereka untuk segera menangani juga sampai batas waktu belum terealisasi juga,” jelas dia kepada solopos.com, Jumat.

KDRT di Karanganyar Bak Gunung Es, Banyak yang Takut Lapor

Para warga menuliskan kalimat-kalimat sindiran pada spanduk yang dipasang. Kalimat tersebut bertuliskan "Tanggung jawabmu ndi?, Boro-boro sumur, Tandon Wae ngapusi". Sindiran tersebut diungkapkan karena warga geram hanya diberikan janji-janji tanpa adanya realisasi.

Warga Permunas Jeruk Sawit Permai memasang spanduk protes sebagai bentuk kekecewaan mereka karena belum adanya tindakan dari Manajemen Perumnas untuk memenuhi kebutuhan air di perumahan tersebut. (Istimewa)

“Kami ultimatum sebelumnya tandon untuk membantu permasalahan air bisa selesai akhir September. Tapi nyatanya sampai saat ini persiapan saja belum ada. Kami mendesak agar permasalahan air ini bisa segera diselesaikan,” terang dia.

Bupati Dukung Protes Warga

Menurut Supriyadi, pihaknya juga sudah mendapat dukungan dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono, untuk terus mendesak dan mendapat kepastian dari pihak pengembang.

Bulurejo Jadi Desa Pertama di Karanganyar yang Terdampak Kekeringan

Salah satu warga, Tosa, mengatakan permasalahan krisis air akibat belum dipenuhinya fasilitas oleh pengembang juga dirasakannya. Dia ikut mendukung aksi masyarakat untuk segera mendapat kepastian dan realisasi pemenuhan fasilitas untuk mencukupi kebutuhan air.

Sebelumnya, Manajer Proyek Perumnas Jeruk Sawit Permai Solo Regional V, Djatmiko, mengakui sudah dipanggil oleh Bupati Karanganyar terkait keluhan warga. Dia mengklaim saat ini memproses untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom