Merasa Dibohongi, Pria Pembuat Peti Mati di Sumut Ini Ternyata Hanya Dapat Rp200 Juta dari Jual Meteorit
Joshua Hutagalung dan batu meteoritnya. (detik.com)

Solopos.com, TAPANULI TENGAH -- Ada cerita sedih di balik cerita mengejutkan seorang pembuat peti mati di Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, yang mendadak jadi milarder setelah kejatuhan meteorit. Pria bernama Joshua Hutagalung itu sebelumnya dikabarkan mendapat sekitar Rp26 miliar dari hasil menjual batu meteor yang menimpa atap rumahnya itu. Kabar itu diembuskan media luar negeri seperti Dailymail dan The Sun, keduanya asal Inggris.

Sayangnya, kabar itu tak sepenuhnya tepat. Joshua hanya menerima pembayaran Rp200 juta dari menjual meteorit seberat 1,8 kg itu.

Joshua mengaku terkejut ketika media Inggris menyebutnya sebagai orang kaya baru setelah batu meteor yang menimpa rumahnya pada Agustus 2020 lalu dihargai 757 poundsterling (Rp 14,1 juta) per gram di sebuah situs jual-beli online. Artinya, harga batu yang dijual Josua bisa mencapai hampir 1,4 juta poundsterling atau setara dengan Rp26 miliar.

Kejatuhan Batu Meteor Langka, Pria Pembuat Peti Mati di Sumatra Utara Ini Jadi Miliarder

Pria 34 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat peti mati ini mengaku duit Rp200 juta itu pun sudah habis dibagi-bagi kepada keluarga, yatim piatu, gereja, dan perbaikan makam orang tua.

"Uangnya sudah habis, cuma Rp 200 juta," kata Joshua sambil tertawa getir kepada Dedi Hermawan, wartawan di Sumatra Utara yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Rabu (18/11) malam.

Awalnya Untuk Peneltitian

Ia mengungkap batu meteor tersebut dijual kepada Jared Collins, orang Amerika Serikat yang tinggal di Bali pada 17 Agustus 2020. Joshua menyatakan awalnya Jared mengatakan hendak membeli batu meteor untuk kepentingan penelitian dan dikoleksi.

Hari Ini Dalam Sejarah: 6 Juli 1924, Hujan Meteor Landa AS

Ia kemudian dibayar Rp200 juta untuk batu meteor itu. Adapun untuk perbaikan atap rumahnya yang rusak karena tertimpa batu meteor, dia menerima Rp 14 juta. Sehingga total dia memperoleh Rp 214 juta. Josua mengaku tidak tahu jika batu yang dibeli Jared Collins tersebut dihargai Rp26 miliar.

"Kalau betul (harganya) Rp 26 miliar, saya merasa dibohongi. Saya kecewa," kata Joshua.

Masih Punya Meteorit Lain

Dijelaskan Joshua, tidak semua batu meteor yang menimpa atap rumahnya pada 1 Agustus 2020 lalu dijual kepada Jared.

Ia menyebut bobot total batu meteor yang jatuh menimpa atap rumahnya mencapai 2,2 kilogram, sedangkan yang dijual ke Jared hanya 1.800 gram. Sisanya, menurut Josua, telah dibagi-bagi ke sanak keluarga.

Dentuman Misterius di Jateng Diduga dari Meteor, BMKG Buka Suara

"Saya sendiri dapat lima gram, selebihnya saya bagi-bagi ke sanak keluarga. Ada yang dibuat batu cincin," jelasnya.

Joshua berjanji tidak akan menjual sisa batu meteor yang dimilikinya itu, meski harga di pasar internasional cukup mahal.

Dia mengatakan, batu seberat lima gram tersebut akan disimpannya sebagai kenang-kenangan. "Lima gram itu kan secuil, biarlah jadi kenang-kenangan."

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengatakan setiap hari meteorit dengan berbagai ukuran berpapasan dengan bumi dan akhirnya masuk ke atmosfer bumi.

Meski demikian, Thomas mengimbau agar masyarakat tidak khawatir, karena batu meteorit tidak mengandung radiasi, sama seperti jenis bebatuan di bumi.

Mak Gleng! Warganet Laporkan Ada Meteor Jatuh di Jogja?

Kronologi

Kejadian jatuhnya meteorit yang dijual Joshua bermula pada Sabtu, 1 Agustus 2020. Saat itu, ia sedang membuat peti mati di kediamannya yang terletak di Desa Setahi Nauli, Kecamatan Kolang.

Tiba-tiba Josua mendengar suara gemuruh yang cukup kuat dari atas langit. Suara gemuruh tersebut semakin mendekat ke rumahnya. Tidak berselang lama, terdengar suara dentuman yang sangat keras dari atap rumah.

"Saya terkejut dengar suara dentuman itu, lalu saya periksa ternyata ada bongkahan batu besar yang jatuh menimpa atap rumah saya hingga bocor," kata Joshua yang saat itu belum tahu bahwa bongkahan batu tersebut adalah batu meteor. Ia menyatakan batu yang jatuh tersebut tertanam hingga sedalam 15 sentimeter.

Hangat

Awalnya dia mengaku takut mendekati lokasi jatuhnya batu. Namun karena khawatir terjadi sesuatu, maka digalinya tanah untuk mengangkat batu yang menimpa atap rumahnya tersebut.

"Saat saya angkat, benda itu masih terasa hangat. Saat itulah saya berpikir bahwa benda yang saya angkat tersebut batu meteor yang jatuh dari langit, sebab tidak mungkin ada orang yang melempar batu sebesar itu ke atap rumah," ujar Joshua.

Senang dengan penemuan batu meteor tersebut, dia langsung mengunggah foto temuannya itu ke akun Facebook-nya. Sontak saja, unggahan tersebut mendapat respons dari warganet hingga viral dan diliput banyak media.

Dua hari pascapenemuan batu meteor, seorang warga sekitar berniat ingin membeli batu tersebut dari tangan Josua dengan harga Rp1 miliar. Namun, tawaran tersebut ditolak Josua karena merasa orang yang bersangkutan tidak serius. "Dia sambil main-main tawarnya, makanya saya tolak," katanya.

Ahli Batu Luar Angkasa

Dua pekan berikutnya datang tawaran dari Jared Collins, seorang pria asal Amerika yang tinggal di Bali. Joshua menyebut Jared datang ke rumahnya untuk membeli batu meteor setelah mengetahui informasi dari pemberitaan media massa.

"Jared tawar batu meteor itu Rp200 juta, saya minta tambah dia tidak mau. Dia hanya bersedia menambah Rp14 juta untuk biaya perbaikan atap rumah saya yang rusak karena tertimpa batu meteor. Setelah dipikir-pikir, saya setuju daripada di rumah, batu itu sering dibuat main sama anak-anak," kata bapak dua anak ini.

Sebagaimana dilaporkan surat kabar The Sun, Jared Collins disebut sebagai pakar batu luar angkasa yang bermukim di Bali.

Setelah membeli batu meteor dari Joshua, Jared mengirimkannya ke AS. Batu itu dilaporkan dibeli Jay Piatek, seorang pria bergelar doktor dan kolektor batu meteor di Pusat Kajian Meteor, Arizona State University.

Batu meteor tersebut diklasifikasikan sebagai CM 1/2 Kondrit karbon, jenis yang sangat langka.

Pecahan batu tersebut kemudian dijual kembali oleh seorang kolektor kedua melalui situs jual-beli eBay seharga 757 Poundsterling (Rp 14,1 juta) per gram. Artinya, harga batu seberat 1.800 gram yang dijual Josua bisa mencapai hampir 1,4 juta Poundsterling atau setara dengan Rp 26 miliar.

Sumber: Detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom