Merapi Siaga, BPBD Klaten Bujuk Warga KRB III Sidorejo Agar Mengungsi
Penampakan Gunung Merapi dari wilayah Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jumat (13/11/2020). (Solopos/Taufik Sidik Prakoso)

Solopos.com KLATEN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus melakukan pendekatan kepada warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang.

Hingga kini, warga yang tinggal di KRB III Desa Sidorejo belum mengungsi sejak status Gunung Merapi dinaikkan ke level siaga pada 5 November 2020.

Sebagai informasi, daerah rawan bahaya erupsi Merapi di Klaten tersebar di tiga desa Kecamatan Kemalang yakni Desa Sidorejo, Desa Balerante, dan Desa Tegalmulyo.

Kecelakaan Elf dan Truk di Tol Madiun Tewaskan 3 Orang, Begini Kronologinya

Warga dari daerah rawan bahaya erupsi terutama kelompok rentan di Desa Balerante dan Tegalmulyo sudah mulai mengungsi meski sebagian bersifat on/off atau hanya berada di tempat evakuasi sementara (TES) saat malam. Lokasi TES bagi pengungsi di kedua desa itu berada di masing-masing kantor desa.

Sementara itu, warga dari daerah rawan bahaya erupsi di Desa Sidorejo hingga kini masih bertahan di rumah masing-masing.

Pendekatan Persuasif ke Warga

Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengatakan pendekatan ke tokoh masyarakat di wilayah KRB III Sidorejo terus dilakukan. Hal itu dimaksudkan agar warga terutama kelompok rentan segera menempati tempat evakuasi sementara (TES) yang sudah dipersiapkan.

“Memang kami upayakan terus menerus untuk pendekatan persuasif ke warga. Hari ini Pak Kalak [Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar] datang ke sana untuk pendekatan ke warga,” kata Nur saat dihubungi Solopos.com, Rabu (2/12/2020).

Ditemui sebelumnya, Nur menjelaskan ada sejumlah alasan warga di KRB III Sidorejo hingga kini belum melakukan evakuasi mandiri ke TES.

“Mereka memiliki beberapa pandangan. Salah satunya khawatir kalau berada di bawah [TES] terlalu lama nanti justru capek. Makanya sementara berada di atas dulu. Tetapi kewajiban kami melindungi warga yang tinggal di daerah rawan bahaya. Makanya kewajiban kami terus melakukan pendekatan,” ungkap dia.

Ternyata Segini Anggaran Penyelenggaraan Debat Pilkada Klaten

Salah satu warga Dukuh Mbangan, Desa Sidorejo, Sukiman, membenarkan hingga kini warga di kawasan rawan bencana (KRB) III Sidorejo masih bertahan di rumah mereka masing-masing.

Dia juga mengakui selama ini sudah ada pendekatan dari pemerintah agar warga dari wilayah KRB III segera melakukan evakuasi.

“Tadi juga Pak Kalak BPBD Klaten [Sip Anwar] naik [ke wilayah KRB III] meminta saya dan warga segera melakukan tindakan salah satunya evakuasi,” kata Sukiman saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu.

Nyaman Bertahan di Rumah

Warga di wilayahnya belum mengungsi lantaran masih merasa nyaman bertahan di rumah masing-masing. Salah satu yang membuat warga masih nyaman berada di rumah mereka yakni belum ada tanda-tanda erupsi bakal terjadi.

Sukiman menuturkan meski masih merasa nyaman, jauh hari warga sudah melakukan persiapan. Mereka sudah mengemasi barang-barang berharga dalam satu tas agar mudah dibawa sewaktu-waktu.

Persiapan lain mengarahkan parkir kendaraan bermotor ke arah jalur evakuasi yang bakal dilewati. Warga juga setiap saat memantau perkembangan Merapi secara visual serta mengikuti setiap perkembangan aktivitas Gunung Merapi yang disampaikan BPPTKG Yogyakarta.

10 Berita Terpopuler : Mobil Alphard Ditembaki di Jl. Monginsidi Solo

Jumlah warga, ternak, hingga aset termasuk hewan ternak didata saban hari untuk memetakan potensi evakuasi mandiri. TES juga sudah disiapkan di GOR Kalimosodo, Desa Sidorejo. Persiapan di TES itu termasuk sudah dilengkapi bilik sebagai sekat tempat tidur antarpengungsi.

“Nanti kalau sudah ada tanda-tanda letusan kecil-kecil atau misalkan secara tiba-tiba status Merapi dinaikkan ke awas meski belum ada erupsi, kami pasti segera menghindar [evakuasi],” urai dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom