Merapi Siaga, 200 Personel di Boyolali Disiapkan di Jalur Evakuasi
Gunung Merapi dilihat dari Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, belum lama ini. (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali bersama Polri dan TNI serta sejumlah instansi dan sukarelawan menggelar apel siaga untuk merespons kondisi Gunung Merapi yang aktivitasnya terus meningkat sejak beberapa pekan terakhir, Selasa (24/11/2020).

Sejumlah personel akan disiapkan khususnya di jalur-jalur evakuasi yang ada. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo, mengatakan persiapan itu dilakukan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Merapi dan dibutuhkan kegiatan evakuasi warga.

Diklaim Efektif Cegah Penyakit Menular, Masyarakat Tak Usah Ragu dengan Vaksin Covid-19

“Ini sinergi untuk menghadapi kondisi Merapi. Rencana dalam empat hari ini sampai Jumat [27/11] aka dilakukan semacam gladi lapangan. Kami tempatkan sejumlah personel di lokasi yang sudah ditentukan. Terutama untuk jalur-jalur evakuasi,” kata dia kepada Solopos.com, Selasa.

Selain itu, sejumlah personel juga disiapkan untuk berjaga di posko-posko yang ada. Total personel yang terlibat dalam apel siaga dan diberangkatkan di jalur evakuasi ada sekitar 200 personel. Mulai dari sukarelawan, TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan sebagainya.

Disdikbud Sragen Sebut PTM Tidak Harus Serentak, Bergantung Hasil Pemetaan Persebaran Covid-19

Menurutnya posko yang disiapkan di antaranya posko induk di Kantor BPBD Kabupaten Boyolali, posko di Kantor Kecamatan Selo, dan posko lapangan yang ada di Desa Klakah, Tlogolele dan Jrakah.

Dia menjelaskan untuk saat ini pengungsi yang telah berada di tempat penampungan pengungsi sementara [TPPS] di desa yang berada di kawasan rawan bencana (KRB III), masih dalam kondisi sehat. Terkait kesiapsiagaan logistik dan masker, dia mengatakan tidak ada persoalan.

Sebelumnya Kepala Desa Klakah, Marwoto, mengatakan para pengungsi masih dalam kondisi baik dan sehat. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan warga pengungsi. Seperti penambahan fasilitas MCK dan sebagainya. “Pengungsi baik-baik saja saat ini,” kata dia belum lama ini.

Sopir Bus Mira yang Tewaskan Bapak dan Anak di Madiun Jadi Tersangka, Ini Alasan Polisi



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom