Merapi Muntahkan Guguran Material, BPPTKG: Itu Biasa
Gunung Merapi memuntahkan guguran pada Minggu (8/11/2020). (Istimewa/Detik.com)

Solopos.com, SLEMANGunung Merapi kembali memuntahkan guguran material pada Minggu (8/11/2020). Fenomena alam itu terpantau dari kawasan Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Jrakah, kecamatan Selo, Tri Mujiyanto, mengatakan guguran terdengar pada pukul 08.34 WIB. Guguran dari lava 1948 itu mengarah ke Kali Apu dan Trising. Adapun jarak luncurnya sekitar 500 meter.

"Guguran terdengar dari Jrakah jam 08.34 WIB. (Guguran mengarah ke) Kali Apu, Trising," kata Tri Mujiyanto seperti dilansir Detik.com.

Puncak Merapi Bergemuruh Muntahkan Guguran Lava

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida angkat bicara. Dia mengatakan hal tersebut biasa terjadi di Gunung Merapi.

"Guguran yang terjadi kemarin merupakan fenomena yang biasa terjadi di Gunung Merapi," terangnya seperti dilansir Detik.com, Senin (9/11/2020).

Dia menjelaskan guguran tersebut tidak disertai awan panas. Adapun potensi bahaya berada pada radius maksimal lima kilometer dari puncak Merapi.

"Guguran tidak disertai dengan kejadian awan panas. Untuk potensi bahaya saat ini masih sesuai rekomendasi, yaitu guguran lava, lontaran material vulkanik dari erupsi eksplosif, dan awan panas sejauh maksimal 5 km dari puncak Merapi," tegasnya.

Angkat Bicara, Anya Geraldine Bantah Video Syur Mirip Dirinya

Arah ke Barat

Guguran material Merapi itu juga terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Merapi (PGM) Babadan. Dua kali guguran itu mengarah ke barat laut dan barat daya.

Berdasarkan data di PGM Babadan tepatnya di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, guguran terjadi pada pukul 08.32 WIB, sejauh 750 meter dari puncak. Sedangkan guguran yang kedua terjadi pada pukul 12.50 WIB, sejauh 3 km.

Gisel Tanggapi Cocokologi Netizen Soal Kamar Tidur di Video Syur

Material tersebut dikeluarkan karena pengaruh desakan dari dalam. Adapun material itu bersumber dari lava 1948.

"Aktivitas kegempaan hari ini masih cukup tinggi dengan ditandai hari ini sudah terjadi dua kali guguran yang mengarah barat laut sama barat daya. Untuk yang ke arah barat laut dengan jarak 750 dengan sumbernya ada di lava 1948. Yang siang ini guguran teramati ke hulu Kali Sat dengan dengan jarak luncur kurang lebih 3 km," kata petugas pengamat di Pos PGM Babadan, Yulianto.

Sumber: Detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom