Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Ratusan Warga Tlogolele Boyolali Masih Mengungsi
Warga kelompok rentan di Tlogolele, Kecamatan Selo, mulai diungsikan di TPPS, Senin (9/11/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- Sebanyak 241 warga Desa Tlogolele, Selo, Boyolali, yang mengungsi masih bertahan di Tempat Penampungan Pengungsi Sementara atau TPPS, Selasa (26/1/2021). Sementara Gunung Merapi sendiri masih berstatus siaga dan kembali meluncurkan awan panas.

Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra, mengatakan sejak pertengahan Januari lalu, jumlah warga yang mengungsi di TPPS Desa Tlogolele masih sama, yakni 241 warga. "Jumlah pengungsi masih 241 warga. Mereka masih di TPPS," kata dia, Selasa (26/1/2021).

Warga yang masih berada di TPPS didominasi dari Dukuh Stabelan, Takeran, Belang dan Gumukrejo. Neigen mengatakan sejauh ini pasokan logistik untuk kebutuhan pengungsi di TPPS masih terpenuhi.

Baca Juga: Kembali Dibuka di Tengah Pandemi Covid-19, Ketjeh Resto Klaten Langsung Diserbu Pengunjung

Terkait dengan aktivitas Gunung Merapi yang masih berstatus siaga, Neigen mengatakan sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap wilayah Tlogolele. Termasuk hujan abu pun belum muncul di wilayah itu. Meski begitu warga tetap diimbau untuk tetap waspada.

Jalur Evakuasi

Jalur evakuasi untuk warga di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III pun terus diperhatikan. Mengingat saat ini intensitas hujan masih cukup tinggi Namun menurutnya sejauh ini jalur evakuasi masih aman. Hanya, yang masih menjadi kekhawatiran adalah kondisi jembatan di wilayah Takeran yang menurutnya perlu pembenahan.

"Jalur evakuasi masih aman. Hanya kami punya satu kendala di jembatan Takeran. Untuk kondisi jembatan masih sama sebenarnya. Namun dengan kondisi Merapi saat ini, jembatan itu tidak memungkinkan. Sebab posisinya yang menikung, sempit dan berada di dekat tanjakkan," kata Neigen.

Baca Juga: Jabatan Wardoyo Sebagai Bupati Sukoharjo Berakhir 17 Februari, Selanjutnya Istri yang Meneruskan

Di sisi lain, Ketua Forum Penurunan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Selo, Mujianto, mengatakan secara umum kondisi KRB III di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, masih dalam kondisi aman.

Dia mengatakan pada Senin (25/1/2021) kembali terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi sekitar pukul 17.11 WIB. Namun arah luncuran ke arah barat daya, atau ke arah hulu Kali Krasak dan Boyong.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom