Merapi Kembali Erupsi Petang Tadi
Guguran Lava Pijar Gunung Merapi tanggal 15 Januari 2021 jam 23.41 WIB difoto dari jarak 17 km dari Puncak Merapi. (Instagram/@merapiupdate)

Solopos.com, YOGYAKARTA -- Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas. Pada Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 17.00 WIB terpantau muncul awan panas guguran

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, menjelaskan awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 28 milimeter dan durasi 83 detik. Berdasarkan hal itu jarak luncur diperkirakan kurang dari satu kilometer.

"Visual tertutup kabut, jarak luncur diperkirakan kurang dari satu kilometer. Teramati tinggi kolom kurang lebih 200 meter di atas puncak dan angin bertiup ke timur," jelasnya, Sabtu.

Potensi Bahaya Erupsi Merapi Berubah, Kini Mengarah ke Sektor Ini

Lebih lanjut, Hanik menjelaskan data kegempaan Merapi pada periode pukul 12.00 hingga 18.00 WIB hari ini. Tercatat gempa guguran sebanyak 23 kali, embusan 5 kali, fase banyak 9 kali, dan tektonik jauh 1 kali.

Hingga saat ini BPPTKG masih menetapkan status aktivitas Merapi di tingkat Siaga (Level III). Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak. Oleh karena itu, BPPTKG memberikan rekomendasi agar penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk dihentikan.

Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.500 Meter ke Hulu Kali Krasak

Kemudian, pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Merapi. Masyarakat juga diminta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi.

Sumber: Detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom