Meracau, Pembawa Kabur Bus Transjakarta akan Diperiksa Psikiater
Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

Pembawa kabur bus feeder Transjakarta diduga mengalami gangguan jiwa.

Solopos.com, JAKARTA -- Sentot Setiadi, pembawa kabur bus feeder Transjakarta ke Pekalongan diduga memerlukan pemeriksaan kesehatan kejiwaan. Pasalnya, hingga saat ini dia masih belum bisa menjawab pertanyaan penyidik.

"Sampai siang ini yang bersangkutan masih meracau atau berbicara ngawur. Perlu dilakukan pemeriksaan oleh psikiater," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo, Jumat (28/7/2017).

Andry melanjutkan, jika nantinya hasil pemeriksaan menyatakan bahwa kondisi kejiwaan Sentot terganggu, maka pemeriksaan atas dirinya akan dihentikan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu pria tersebut membawa kabur sebuah bus (pengumpan) feeder Transjakarta milik PT Mayasari Bakti. Sentot sendiri baru ditangkap saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU Bondansari, Pekalongan karena tidak membayar bensin. Petugas pom bensin pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Andry Wibowo menyebutkan tindakan Sentot yang membawa kabur bus feeder busway baru ketahuan setelah dia diamankan. Selama pelarian saat dikejar, dia juga sempat menabrak sebuah mini bus.

"Baru ketahuan kalau itu punya Transjakarta," kata dia, Jumat (28/7/2017).

Sejauh ini, Sentot masih mengaku bahwa dirinya tidak sadar akan tindakannya. "Makanya kita dalami dulu. Kaya yg di Jawa tengah itu menabrak juga gak sadar. Nanti kita lihat lah," tambahnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom