Menuju Solo Tanpa TPS, Ini Tanggapan Warga
Ilustrasi gunungan sampah. (Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Lima tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang tersisa di Kota Solo akan ditutup tahun depan. Warga berharap setelah Solo nol TPS, masalah sampah dapat teratasi terutama warga yang rumahnya tidak bisa dijangkau gerobak atau mobil sampah.

Warga Kampung Suronalan, RT 006/RW 008, Kelurahan Pajang, Juniati, mengatakan tak masalah apabila TPS di dekat rumah warga di tutup. Namun harus disediakan tempat khusus ataupun petugas pengangkut sampah yang bisa masuk sampai ke dalam RT tersebut.

"Kan rumahnya kebanyakan pintunya di dalam dan rumah-rumah berdempetan karena padat penduduk. Biasanya yang diangkut yang depan aja, yang dalam enggak diangkut. Dulu adanya gerobak dan yang diambil yang di depan rumah saja," kata Juni, Senin (17/12/2018).

Dari enam RT di RW tersebut, hanya RT 006 yang sampah-sampah di rumah-rumah dalam gang-gang tidak diangkut. TPS tersebut juga kadang-kadang menjadi tempat pembuangan sampah warga dari luar Kampung Suronalan maupun hunian-hunian liar di dekat TPS.

"Saya juga buangnya langsung ke situ. Kadang dibuangi sampah dari luar warga Suronalan," kata Juni saat berbincang dengan Solopos.com di rumahnya.

TPS di Kampung Suronalan saat pagi ramai dengan para pembuang sampah, baik warga sekitar maupun warga di luar kampung atau warga di tempat hunian liar. Pantauan Solopos.com di TPS tersebut pada Senin pagi sekira pukul 08.30 WIB terdapat lima orang petugas pengangkut sampah yang sibuk memilah sampah dan seorang pemulung yang mencari barang-barang bekas.

Pada pukul 08.50 WIB dua warga dari luar kampung datang berboncengan naik sepeda motor dengan membawa dua ember besar sampah yang kemudian diberikan kepada petugas di truk sampah.

Bendahara RT 006/RW 008, Kampung Suronalan, Kelurahan Pajang, Joko Supriyanto, mengatakan apabila hanya ada satu mobil sampah akan membuat repot saat pengangkutan. Paling tidak gerobak motor sampah harus ditambah.

"Satu hari diangkut, satu hari diangkut, jadi enggak menumpuk. Kalau bisa ya antisipasinya mobilnya enggak hanya satu, lha kalau mogok kan bisa antisipasi," kata Joko, Senin.

TPS tersebut memang sudah direncanakan akan ditutup tahun 2019. tPS akan ditutup setelah mendapatkan angkutan pengangkut sampah dari Pemkot Solo. "Wacana sudah mau ditutup sudah sejak zaman pemerintahan Pak Kokowi," kata Joko.

Sementara itu, Lurah Kerten, Farida, mengatakan sudah mengajukan tambahan mobil sampah sejak lama. Di kelurahan tersebut juga kesulitan apabila hanya memiliki satu mobil sampah untuk mengangkut di keseluruhan kelurahan.

Apabila semua TPS ditutup, dia mengatakan paling tidak mesti ada tambahan gerobak motor atau mobil sampah yang dapat mengangkut sampah-sampah milik warga menuju TPA Putri Cempo.

"Tinggal satu itu [TPS]. Mungkin prosesnya kan tidak langsung tutup. Mestinya ada kendaraan tambahan. Kita wilayahnya termasuk wilayah besar," kata Farida saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin.

Sebagaimana diinformasikan, Pemkot Solo berencana menutup semua TPS di kampung-kampung. Hal itu agar tidak menciptakan lingkungan yang kotor.



Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom