Tutup Iklan
Menteri LHK Siti Nurbaya Kunjungi Taman Sakral Karanganyar
Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar (tengah mengenakan topi), membaca peta rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) saat berkunjung ke Taman Sakura Lawu (Sakral) pada Sabtu (11/7/2020). (Solopos.com-Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR--Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah lokasi di Jawa Tengah pada Jumat-Minggu (10-12/7/2020).

Siti Nurbaya sampai Kota Solo pada Jumat (10/7/2020) dan menginap di salah satu hotel di Kabupaten Karanganyar. Keesokan hari, Sabtu (11/7/2020), Siti Nurbaya melakukan kunker pertama di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu. Dia meninjau bangunan dam penahan untuk program konservasi tanah dan air.

Seusai meninjau bangunan dam penahan, Siti Nurbaya diajak naik ke lokasi dengan ketinggian 1.800 mdpl, Cemara Kandang. Dia berkunjung ke Taman Sakura Lawu (Sakral). Lokasinya persis di sebelah Cemara Kandang. Di situ, Siti Nurbaya bersama anggota Komisi IV DPR, Luluk Nur Hamidah, menanam bibit pohon di kompleks Taman Sakral.

Polisi Grobogan Tangkap 2 Penjual Togel Online dan 3 Judi Dadu

Kunker Menteri Siti Nurbaya itu dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan BPDAS Solo di wilayah pengelolaan hutan Perum Perhutani KPH Surakarta, Divisi Regional Jateng. Perjalanannya berlanjut ke Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu.

TWA Grojogan Sewu resmi dibuka oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dan Kepala BKSDA Jateng, Darmanto, pada Jumat (3/7/2020).

Apabila mengacu jadwal kunker Menteri LHK yang beredar di kalangan wartawan, kunjungan selanjutnya ke Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Siti Nurbaya menemui Kelompok Tani Wono Lestari. Dia meninjau kebun dan pengolahan minyak kayu putih.

Ayah Kerja di Semarang, Satu Keluarga di Salatiga Positif Covid-19

Rencananya, Minggu (12/7/2020), Siti Nurbaya bertolak ke Taman Wisata Alam Telaga Warna di Dieng, Kabupaten Wonosobo. Dia meninjau lokasi rehabilitasi lahan dan hutan (RLH) dan konservasi tanah dan air (KTA). Agenda kunker terakhir di Jateng pada Minggu adalah mengunjungi industri kayu di Kabupaten Temanggung.

 

 

Aura Sakral

Pada kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memamerkan keindahan alam Tawangmangu secara umum dan Gunung Lawu secara khusus. Kawasan wisata Tawangmangu menyedot perhatian masyarakat karena pemandangan alam dan hawa sejuk.

"[Kawasan Tawangmangu] viral karena padat merayap luar biasa. Masyarakat pengin berkunjung. Di jalan, aktivitas normal. [Pemerintah] sudah membuka Grojogan Sewu. Ribuan orang naik gunung karena mereka sudah sulit menahan. Beberapa aktivitas berjalan baik. Kerja sama baik, komitmen merawat, dan menjaga dengan baik," tutur Juliyatmono saat memberikan sambutan di hadapan Siti Nurbaya dan tamu undangan.

Hasil Tes PCR RSUD Wongsonegoro Keliru, Calon Penumpang di Bandara YIA Gagal Terbang

Dia menyebut Gunung Lawu sebagai gentong air wilayah Soloraya. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban menanam dan melarang pembalakan liar.

Untuk mewujudkan salah satu kewajiban itu, pemerintah membuat program Karanganyar Ijo Royo-Royo. Setiap 15 Desember, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melibatkan masyarakat menanam bibit pohon di lingkungan masing-masing.

"Kami berusaha menanam karena Tawangmangu ini gentong air Soloraya. Luar biasa dan masyarakat sangat ingin ikut menjaga. Gunung Lawu itu istimewa. Aura sakral. Mitos di Indonesia, siapa pun yang ingin menjadi pemimpin top, harus naik Lawu. Apabila sampai ke puncak maka apa yang dicita-citakan tercapai. Tuhan ciptakan gunung ini di sini pasti ada fungsinya."

New Normal Disalah Artikan, Disiplin Protokol Covid-19 Jateng Turun


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho