Menteri BUMN, Rini Soemarno turut mengangkat pupuk di pasar murah pupuk nonsubsidi di Gudang Penyimpanan Pupuk (GPP) Pusri, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (10/4/2019).(Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Warga Klaten menyerbu pasar murah pupuk nonsubsidi di Gudang Penyimpanan Pupuk (GPP) Pusri, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (10/4/2019). Total pupuk nonsubsisi yang disediakan para https://soloraya.solopos.com/read/20180305/493/900021/pertanian-klaten-dianggap-ribet-petani-klaten-ogah-pakai-kartu-tani" title="PERTANIAN KLATEN: Dianggap Ribet, Petani Klaten Ogah Pakai Kartu Tani">petani di Kabupaten Klaten itu mencapai 1.000 ton.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lapangan, pelaksanaan pasar murah itu dihadiri langsung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno. Kegiatan itu juga dihadiri jajaran di Kementerian BUMN. Dalam kesempatan itu, Rini Soemarno turut membagikan pupuk secara langsung ke petani.

“Melalui kegiatan ini, BUMN ingin berbagi bersama para petani. Kebetulan, BUMN baru saja memperoleh keuntungan di atas Rp200 triliun,” kata Rini Soemarno, di hadapan wartawan di sela-sela pelaksanaan pasar murah di Klaten.

Kepala Komuniasi Korporat PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, mengatakan 1.000 ton https://soloraya.solopos.com/read/20110804/493/109784/daya-serap-pupuk-di-klaten-rendah" title="Daya serap pupuk di Klaten rendah">pupuk yang disediakan di pasar murah terdiri dari 500 ton pupuk urea dan 500 ton pupuk NPK. Sepanjang pasar murah, para petani dapat memperoleh pupuk dengan membayar pupuk di bawah harga normal.

“Harga normal pupuk urea senilai Rp5.000 per kilogram. Di pasar murah ini hanya dijual Rp1.000 per kilogram. Sedangkan pupuk NPK dari harga Rp6.500 per kilogram menjadi Rp1.300 per kilogram,” katanya.

Wijaya Laksana mengatakan pasar murah kali ini menjadi bagian perayaan HUT Ke-7 Pupuk Indonesia. Kegiatan ini didukung penuh anak usaha Pupuk Indonesia, seperti PT Pupuk Sriwijaya, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Kujang, dan PT Pupuk Iskandar Muda.

“Ini juga menjadi bagian strategi memperkuat ritel produk nonsubsidi. Dengan mengenalkan pupuk nonsubsidi ke masyarakat [terutama petani], diharapkan pupuk nonsubsidi ini dapat menjadi alternatif pilihan. Sehingga kebutuhan pupuk tetap terpenuhi,” katanya.

Salah satu petani di Klaten, yakni Wagiyo, 62, warga Mlese, Kecamatan Ceper mengaku senang dapat https://soloraya.solopos.com/read/20181216/493/959212/ini-khasiat-chloten-alias-chlorella-klaten" title="Ini Khasiat Chloten alias Chlorella Klaten">membeli pupuk murah di pasar murah. “Harganya memang murah. Saya ke sini membawa uang Rp115.000 memperoleh dua sak, masing-masing pupuk pusri dan kujang,” katanya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten