Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong PPL Kuasai Kemampuan Teknologi
Mentan Syahrul Yasin Limpo (kanan) saat memberikan arahan langsung pada kegiatan Lokakarya Perhiptani, Selasa (24/11/2020). (Solopos.com/Kementan)

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Pertanian atau Mentan Syahrul Yasin Limpo mendorong para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memiliki kemampuan membaca tantangan agroklimat. Ini sebagai upaya mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Hal ini disampaikan Mentan Syahrul saat memberikan arahan langsung pada kegiatan Lokakarya Perhiptani, di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

“Kita ingin kemampuan PPL di atas rata-rata. Ini penting agar kita semua bisa menjangkau tantangan baru termasuk tantangan agroklimat yang ada. Karena itu kuasai teknologi,” kata Mentan.

Setahun Lebih Cepat, 2022 Indonesia Tuan Rumah KTT G20

Mentan Syahrul Yasin Limpo berharap Perhiptani bisa menjadi lokomotif pasukan khususnya pertanian Indonesia. Untuk mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan yang berkonsep maju, mandiri dan modern.

Karena itu, Mentan mengatakan pihaknya telah menyiapkan kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang terhubung langsung dengan pusat data Agriculture War Room (AWR).

Kementan dan Asosiasi Dorong Budidaya dan Ekspor Aren

“Kostratani menjadi sangat penting karena disitu kita bisa memutus hubungan yang bisa merusak jalur pertanian. Juga bisa memutus rantai pasok yang merugikan para petani,” ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Mentan menegaskan sejauh ini sektor pertanian merupakan sektor penting yang mampu menopang perbaikan ekonomi nasional akibat krisis pandemi Covid-19. Mengenai hal ini, Mentan menyampaikan bahwa pertumbuhan pertanian di kuartal III mencapai 2,15 persen. Bahkan pada kuartal I dan II sektor pertanian cenderung menunjukan hasil positif.

PT KAI Kurangi Dampak Pemanasan Global Pakai Cara Ini

Adapun nilai ekspor pertanian Indonesia pada periode Januari-September 2020 mencapai Rp304.57 triliun atau naik 10,12 persen. Nilai ekspor tersebut merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.

“Capaian ini masih bisa terus terjadi. Untuk itu saya sedang berusaha agar di tahun 2021 semua pertanian sudah menggunakan cara yang modern dalam mendobrak produktivitas,” pungkas Mentan Syahrul Yasin Limpo.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom