Mensos Khofifah Indar Parawansa (tengah berkerudung putih) berfoto bersama mahasiswa sesuai memberikan materi pembekalan kepada mahasiswa peserta KKN UMM di Malang, Rabu (19/7/2017). (Istimewa)

Mensos berepsna kepada mahasiswa yang akan melakukan KKN.

Solopos.com, MALANG -- Menteri Sosisal Khofifah Indar Parawansa mengungkap ada enam kabupaten di Jawa Timur yang angka penderita gizi buruk masih cukup banyak. Oleh sebab itu, dia meminta mahasiswa untuk turun gunung membina desa sehingga terjadi percepatan pengentasan kemiskinan.

“Program Desa Sejahtera Mandiri diupayakan menjadi media untuk mengurangi luasnya daerah yang terkena gizi buruk tersebut.” ujar Khofifah di sela-sela pelepasan KKN UMM di Malang, Rabu (19/7/2017).

Dia menambahkan sebanyak 63% penyebab disabilitas adalah kurang gizi. Hal ini bukan hanya harus dicegah saat ibu hamil, melainkan gaya hidup saat remaja sudah harus diperhatikan.

Lebih lanjut, Khofifah meminta kepekaan mahasiswa tak hanya pada urusan pengembangan desa melalui program-programnya, tapi juga penanaman nasionalisme dan keagamaan.

“Mahasiswa  KKN kalau melihat ada indikasi penyebaran radikalisme dan nilai-nilai anti Pancasila, tak peduli apa program studi yang diambil di bangku kuliah, langsung saja bertindak untuk meluruskan dan menanamkan nilai-nilai yang benar,” ujar Mensos yang juga ketua Muslimat NU itu.

Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM  Sujono mengatakan UMM KKN Terpadu digelar dua kali dalam setahun. Program multidisipliner yang menggabungkan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu ini menjadi bentuk tanggung jawab UMM sebagai perguruan tinggi untuk berkiprah memajukan masyarakat, khususnya masyarakat desa.

Selain mengirimkan mahasiswa KKN ke 186 desa di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur, kali ini UMM juga mengirimkan mahasiswa KKN ke Palembang. "Potensi dan manfaat KKN sangat banyak bagi pengembangan masyarakat," ucap dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten