Menristekdikti Yakin PT Asing Takkan Matikan PT Dalam Negeri

Menristekdikti Yakin PT Asing Takkan Matikan PT Dalam Negeri

SOLOPOS.COM - Menristekdikti, Mohamad Nasir (kedua kiri), bersama Rektor UMS, Sofyan Anif (kedua kanan), menyampaikan materi saat diskusi di Kampus UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (24/2/2018). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Menristekdikti mengungkapkan tak perlu takut jika pT luar negeri masuk ke Indonesia.

Solopos.com, SUKOHARJO - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan di era globalisasi ini senang atau tak senang perguruan tinggi (PT) asing dari luar negeri akan masuk Indonesia. Hal itu harus disikapi dengan bijak bukan harus defensif atau menutup diri.

“Kalau PT asing masuk atau kalau menjalin kerja sama pendidikan dengan PT asing, apakah akan mematikan PT dalam negeri? Saya rasa tidak. Karena ini sangat segmentatif. Masing-masing mempunyai segmen sendiri,” ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Siti Walidah kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (24/2/2018).

Nasir menghadiri diskusi Pengembangan Perguruan Tinggi Swasta pada Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Siti Walidah kampus UMS. Menurut dia, sekarang ini PT asing sudah banyak merekrut siswa SMA dan sebentar lagi hasilnya akan diumumkan.

Kalau ada PT asing masuk di Indonesia, ungkap dia, yang hilang hanya SPP. Sedangkan biaya hidup tetap di Indonesia dan bahkan bisa menarik mahasiswa asing ke Indonesia. Karena pertimbangannya biaya hidup di Indonesia mungkin lebih murah.

Karena itu jika PT luar negeri masuk Indonesia, dia optimistis PTS yang ada di Indonesia takkan terganggu. Dia mencontohkan SPP yang dibayar mahasiswa yang paling mahal di PTS paling antara Rp5 juta sampai Rp10 juta.

“Kemarin saya tanya mahasiswa Indonesia di Inggris SPP nya 8.000 pounsterling atau setara US$10.000 untuk S1. Ini belum termasuk biaya hidup,” ungkap dia.

Kalau PT di Indonesia bisa menyelenggarakan pendidikan memadai, mau tak mau PT yang kecil akan meningkatkan kualitas dan ini akan ada segmennya sendiri.

Soal jaminan masuknya PT luar negeri tak akan mematikan PT dalam negeri dia mengibaratkan pangsa mobil Toyota Avanza yang sudah ada tak akan terdesak jika ada penjual mobil baru seperti Mercedes. Karena segemennya dinilai sendiri-sendiri.

Dia optimistis kedatangan PT asing tak akan melemahkan PT dalam negeri karena segmennya lain. Bahkan justru dinilai akan mendorong PT dalam negeri bersinergi dengan PT asing. Jika itu terjadi misalnya seperti UMS bisa menjadi PT berkelas dunia. “Itu pasti,” kata dia.

Kalau itu terjadi dia optimistis mahasiswa akan datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri. Karena itu dia meminta PTS khawatir akan terdesak. Selain itu dia mengatakan dirinya juga berkewajiban membina PTS sehingga menjadi lebih baik.

“Tapi jangan sekali-sekali PT melakukan transaksi ijazah bodong. Kalau itu terjadi entah itu PT kecil atau besar harus kita tutup. Kita tidak main-main karena kita ingin meningkatkan kualitas,” tegas M. Nasir.

Berita Terkait

Berita Terkini

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.

Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat

Sebagai pembeli kita harus jeli memperhatikan kualitas botol air minum kemasan.

Zona Merah dan Oranye Dilarang Gelar Salat Id Berjemaah, Ini 12 Daerah Zona Merah di Indonesia

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan setiap kegiatan ibadah seperti salat tarawih, salat id, zakat, khutbah, dan iktikaf dilarang digelar di zona merah dan zona oranye.

Seorang TKW asal Bantul Meninggal di Taiwan, Disnakertrans Upayakan Pemulangan Jenazah

Disnakertrans Bantul berupaya memulangkan jenazah TKW yang meninggal di Taiwan.

2 Anak Terpapar Covid-19, Kasus Klaster Tarawih di Sambirejo Sragen Bertambah Menjadi 23 Orang

Dua orang anak di lingkungan klaster tarawih Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Walah, 3 Perusahaan Di Klaten Ketahuan Bayar THR Berdasar Gaji Tahun Lalu

Tiga perusahaan di Klaten disurati Disperinaker lantaran membayar tunjangan hari raya atau THR karyawannya berdasarkan UMK tahun lalu.

Vaksinasi Covid-19 di Kudus Baru Mencapai 41,1%

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kudus, hingga kini baru mencapai 52.273 sasaran atau 41,10 persen.